Denmark Hibahkan Dana Rp 191 Miliar untuk Proyek Lingkungan di Jateng - Kompas.com

Denmark Hibahkan Dana Rp 191 Miliar untuk Proyek Lingkungan di Jateng

Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
Kompas.com - 14/09/2016, 14:29 WIB
Kontributor Semarang, Nazar Nurdin Menteri Muda Denmark Bidang Kebijakan Luar Negeri Lone Dencker Wisborg melakukan kunjungan kehormatan di Pemprov Jateng, Rabu (14/9/2016)

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Denmark memberikan bantuan hibah sebesar Rp 191,4 miliar kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Bantuan diberikan dalam bentuk pendanaan pembangunan proyek percontohan bidang energi dan lingkungan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, semua bantuan diberikan dalam bentuk hibah pendanaan proyek. Proyek bantuan seluruhnya diselesaikan tahun 2018 mendatang.

"Semua hibah yang menerima pemkot dan pemkab. Kami di pemprov hanya memfasilitasi saja," ujar Ganjar seusai menerima kunjungan kehormatan Menteri Muda Denmark Bidang Kebijakan Luar Negeri Lone Denkwr Wisborg di Semarang, Rabu (14/9/2016).

Ada lima proyek srategisntengah dibangun di lima kabupaten/kota di Jateng. Di Kabupaten Jepara, misalnya, Denmark membantu hibah pendanaan proyek pembangkit listrik tenaga surya dengan sistem off-grid di Kepulauan Karimunjawa dengan nilai DKK 9.350.000 atau Rp 16,5 miliar.

Kota Semarang mendapat bantuan proyek pengumpulan dan pembakaran gas metana dari tempat pembuangan akhir Jatibarang untuk pembangkit listrik berdaya 1,3 MW dengan hibah DKK 24.750.000 atau Rp 49,3 miliar. Jaringan listrik sampah disalurkan ke jaringan PLN.

Kabupaten Cilacap mendapat hibah DKK 34,800.000 atau Rp 69,3 miliar untuk pengolahan sampah di TPA Tritih Lor untuk digunakan lagi sebagai bahan bakar. Kabupaten Tegal mendapat hibah DKK 13.500.000 atau Rp 26,9 miliar untuk proyek pemindahan 25.000 ton limbah beracun hasil peleburan logam dari Desa Pasarean Kecamatan Adiwerna.

Sementara Kabupaten Klaten mendapat DKK 5.300 atau Rp 10,5 juta untuk penanganan limbah cair dan padat dari industri pati onggok di Desa Daleman dan Desa Pucang Miliran, Kecamatan Tulung.

Ganjar mengatakan, proyek berbasis energi dan lingkungan itu selesai dikerjakan pada 2018 mendatang. Proyek itu mengedepankan teknologi yang ramah lingkungan.

Jateng sendiri mulai selektif menerima bantuan, terutama donor yang bisa mewujudkan energi yang bersih.

"Ke depan kami mulai dengan clean energy, jadi bantuan yang datang kami selektif sesuai kebutuhan. Jadi kita yang mengatur, bukan yang diatur," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Muda Denmark Lone Dencker mengaku siap meneruskan kerja sama dengan Pemerintah Jawa Tengah.

"Kiat siap mencari format kerja sama baru ke depan baik business to business atau kerja sama bidang lain," kata Lone.

Turut hadir dalam kunjungan penasihat senior Mette Stard Gjerlof, Duta besar Denmark untuk Indonesia Casper Klynge, serta konselor pembangunan Jacob Stensdal Hansen, Alexander Skommer Larsen dan perwakilan dari Danida Environment Supprot Porgramme Phase 3.

PenulisKontributor Semarang, Nazar Nurdin
EditorFarid Assifa
Komentar