Keluarga Minta Kamera CCTV di Ruang Abu Bakar Baasyir Dicopot - Kompas.com

Keluarga Minta Kamera CCTV di Ruang Abu Bakar Baasyir Dicopot

Kontributor Bogor, Ramdhan Triyadi Bempah
Kompas.com - 18/04/2016, 19:43 WIB
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Terdakwa kasus terorisme Abu Bakar Baasyir menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (24/3/2011). Ba'asyir didakwa terlibat dalam pelatihan terosis di Aceh dan beberapa aksi terorisme di tanah air.

BOGOR, KOMPAS.com — Salah satu putra Abu Bakar Baasyir, Abdurrochim, menjelaskan, ayahnya mendapat fasilitas yang cukup memadai di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor.

Hanya, ada beberapa catatan yang membuat keluarga keberatan, salah satunya terkait kamera pengawas atau kamera CCTV.

Abdurrochim atau sering dipanggil Ustaz Iim ini menilai, kamera CCTV di ruang tahanan ayahnya melanggar hak-hak privasi. Kamera menyorot Ba'asyir selama 24 jam, termasuk saat ia tidur. Dikhawatirkan, bagian auratnya terlihat.

"Kami keberatan dan meminta (kamera) CCTV yang menyorot beliau selama 24 jam untuk dicabut saja," kata Iim, Senin (18/4/2016).

Sementara itu, Mahendradatta, pengacara Abu Bakar Ba'asyir, yang merupakan terpidana kasus terorisme, mengatakan, setelah kliennya dipindah ke Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Sabtu (16/4/2016), kondisinya jauh lebih baik dibandingkan saat masih ditahan di Lapas Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap.

Hal itu disampaikan Mahendradatta seusai mengunjungi Abu Bakar Ba'asyir di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Senin.

Tim kuasa hukum juga memastikan, pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, tersebut juga mendapat tempat yang lebih baik.

"Sekarang sudah seperti biasa, sebagaimana napi pada umumnya," ucap Mahendradatta.

Mahendradatta menambahkan, Ba'asyir tidak lagi menemui hambatan untuk beribadah shalat Jumat. Pihak lapas mengizinkan Abu Bakar Ba'asyir melaksanakan shalat Jumat bersama napi lainnya.

Namun, Mahendradatta mengingatkan soal akses kunjungan pihak keluarga. Ia meminta agar kunjungan keluarga Ba'asyir tidak dibatasi dengan kaca dan alat komunikasi khusus.

"Ya, kami minta ini dikhususkan untuk keluarga inti. Jangan berbicara melalui kaca, seperti di film-film. Aturan yang dipakai kan aturan undang-undang, bukan film. Kalau mau bikin show, tolong jangan di sini," katanya.

Kompas TV Baasyir Pindah Lapas, Keluarga Tidak Diberitahu

PenulisKontributor Bogor, Ramdhan Triyadi Bempah
EditorFarid Assifa
Komentar