Sabtu, 25 Februari 2017

Regional

Rampung, Visum 2 Warga Rohingya yang Mengaku Diperkosa di Aceh

Kamis, 1 Oktober 2015 | 14:16 WIB
LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com — Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Mutia, Aceh Utara, Kamis (1/10/2015), telah menyelesaikan dua hasil visum untuk warga Rohingya yang mengaku diperkosa. Sementara itu, dua lainnya sedang diteliti oleh tim dokter rumah sakit setempat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Utara Isa Anshari mengatakan kepada Kompas.com, pihaknya mendapat kabar dari RS Cut Mutia Aceh Utara bahwa baru dua hasil visum yang selesai dikerjakan. Sementara itu, dua lainnya dikerjakan pada hari ini.

"Kami belum terima hasil visumnya. Kabarnya, dua hasil visum sudah selesai. Dua lagi belum. Mungkin sore ini pihak rumah sakit sudah kirimkan ke kami," ujar Isa Anshari yang juga Koordinator Tim Terpadu Penampungan Rohingnya Aceh Utara.

Dia mengatakan, setelah hasil visum itu keluar, rapat akan dilakukan dengan tim terpadu. Langkah selanjutnya adalah menentukan upaya yang akan dilakukan oleh tim terpadu terhadap kasus itu.

Sejauh ini, Polsek Kuta Makmur, Aceh Utara, telah mulai meminta keterangan dari para saksi terkait kasus dugaan pelecehan seksual terhadap warga Rohingya tersebut.

Sementara itu, Media Relations Komite Nasional untuk Solidaritas Rohingya (KNSR) Lhokseumawe, Zainal Bakri, menyebutkan, kondisi penampungan saat ini sangat kondusif. "Namun, pengamanan dari polisi masih tetap ada. (Pihak) imigrasi dan petugas lainnya juga ada di lokasi penampungan," kata Zainal Bakri.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat warga Rohingya mengaku diperkosa orang tak dikenal saat mereka keluar dari penampungan pada 28 September 2015. Pengakuan itu membuat warga Rohingya marah dan menggembok lokasi penampungan.

Belakangan, polisi datang membujuk dan membawa empat korban dugaan pelecehan seksual itu ke rumah sakit untuk proses pembuatan visum. Sejauh ini, Polsek Kuta Makmur telah meminta keterangan seorang saksi dari jajaran relawan yang bertugas saat malam kejadian.
Penulis: Kontributor Lhokseumawe, Masriadi
Editor : Glori K. Wadrianto