Sekoci Imigran Gelap di Pangandaran Milik Kapal Australia - Kompas.com

Sekoci Imigran Gelap di Pangandaran Milik Kapal Australia

Kontributor Ciamis, Irwan Nugraha
Kompas.com - 06/02/2014, 17:00 WIB
KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Sekoci yang digunakan imigran gelap yang terdampar di Pantai Pangandaran, Jawa Barat.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Sekoci imigran gelap yang terdampar di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, merupakan milik kapal Australia. Para imigran dipaksa masuk sekoci tersebut untuk meninggalkan perairan Australia dan kembali ke Indonesia.

"Kalau sekoci disediakan polisi sana (Australia), saat kami berada di kapal besar Australia. Kami disuruh masuk sekoci setelah pemeriksaan dokumen dalam kapal oleh mereka," jelas M Musharaf Hossen, imigran asal Banglades, saat ditemui di hotel tempat penampung sementara imigran gelap di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (6/2/2014).

Musharaf menuturkan, awalnya ia bersama kelompoknya berangkat dari Cisarua, Bogor, menggunakan beberapa mobil pada 26 Januari 2014. Rombongan menuju kawasan pesisir Laut Selatan Jawa.

Sesampainya di pantai, kelompoknya yang berjumlah 36 orang, menaiki sebuah perahu kayu ukuran sedang dan dinahkodai seorang warga Indonesia. "Nama pantainya tidak tahu. Kami hanya naik mobil dan perahu yang dibawa orang Indonesia," kata pria yang fasih berbahasa Indonesia itu.

Menurut pria yang lama tinggal di Bogor itu mengatakan, selama hampir 10 hari dia dan kelompoknya berlayar sampai menemukan Pulau Christmas, Australia.

"Sudah terlihat kerlap-kerlip pulau, kami akan menepi, ada dua speed boat polisi Australia. Perahu digiring ke kapal besar, dan kami disuruh duduk," tambah dia.

Sementara, Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Tasikmalaya, Arief Hanafi menambahkan, jumlah imigran yang ditampung saat ini 34 orang. "Memang kata mereka awalnya semuanya 36 orang. Namun, katanya ada dua yang dieksekusi di sana (Australia)," ungkap Arief.

Para imigran ini diduga ingin mencari suaka ke Australia, meskipun negara itu sudah tak menerima lagi. Namun, mereka tetap memaksa ingin masuk dan menyelundup lewat jalur laut. "Sementara ditampung di sini dulu. Kita masih menunggu pihak IOM," ujar Arief.

Diberitakan sebelumnya, puluhan imigran gelap terdampar di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (6/2/2014) malam. Meraka mengaku berasal dari Iran, Bangladesh, Nepal dan Pakistan. Untuk sementara, mereka ditampung oleh keimigrasian di sebuah hotel di kawasan Kota Tasikmalaya.

PenulisKontributor Ciamis, Irwan Nugraha
EditorKistyarini
Komentar

Close Ads X