Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Raden Sona Ingin Biola Stradivarius Dimainkan Anak Cucu

Kompas.com - 11/01/2014, 15:18 WIB
Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana

Penulis


BANDUNG, KOMPAS.com - Dengan berat hati Ginda Sonagi menjual tiga biola langka titipan kakeknya, Raden Sona Soelanjana, yaitu dua biola Jacobus Stainer buatan tahun 1627 dan 1630 serta Antonio Stradivarius buatan tahun 1727.

Ginda terpaksa menjual biola-biola tersebut untuk pengobatan ayahnya yang saat ini tergolek lemah di rumah sakit karena didera komplikasi Hepatitis C, paru-paru kronis dan kanker kelenjar getah bening.

Ginda menceritakan, kakeknya yang sempat menjadi salah satu pemain biola dalam orkestra penghibur puluhan kepala peserta Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung pernah berpesan kepadanya untuk menjaga biola kesayangannya, agar kelak anak cucunya bisa memainkan alat gesek tersebut secara turun temurun.

"Saya masih ingat, Eyang pernah bilang mudah-mudahan biola ini bisa kepakai sama anak cucu. Daripada hilang sama orang, lebih baik rusak kegeleng (terlindas) kereta karena saking cintanya sama biola ini," tutur Ginda saat ditemui di kediamannya Jalan Lengkong Besar Kota Bandung, Bandung (11/1/2014).

Keputusan menjual biola memorabilia itu diakui Ginda bukan atas keputusannya sendiri. Menurutnya, sang ibu yang merupakan anak kandung langsung Raden Sona Soelanjana sudah memberikan restu.

Namun demikian, Ginda tetap menghargai barang titipan kakeknya. Ia hanya akan menjual satu atau dua dari ketiga biola tersebut. "Untuk kesembuhan bapak apapun akan saya lakukan. Andaikan bapak saya pulang dalam keadaan tidak bernyawa, saya tetap harus selesaikan seluruh biaya perawatan bapak selama ini," ucapnya.

Ginda kembali bernostalgia tentang kakeknya. Menurutnya, Raden Sona benar-benar mencintai biola. Dulu, kata dia, kakeknya memiliki lima biola. Dua bermerek Antonio Stradivarius, dua Jacobus Stainer dan satu Amati. "Yang Amati khusus perempuan, diberikan buat ibu saya," ungkapnya.

Namun naas, salah satu biola Stradivarius hilang diambil orang pada saat kakeknya bermain di rumahnya sendiri dengan disaksikan orang banyak. Nasib serupa juga terjadi pada biola bermerk Amati.

Sebelumnya diberitakan, demi menutup biaya pengobatan ayah, Ginda Sonagi berniat menjual tiga biola kuno yang pernah dimainkan di hadapan para kepala negara peserta KAA di Bandung pada April 1955.

Ginda Sonagi harus memilih antara mengobati sang ayah, Adjat Sudrajat, atau mempertahankan tiga biola "titipan" Raden Sona Soelandjana, kakeknya.

Adjat dirawat di rumah sakit sejak 5 Desember 2013 karena komplikasi hepatitis C, paru-paru kronis, dan kanker kelenjar getah bening. Adapun tiga biola yang hendak dilego Ginda, dua bermerek Jacobus Stainer. Satu biola lagi bermerek Antonius Stradivarius.

Salah satu biola Stainer berumur 385 tahun, buatan tangan pada 1627 dan satu lagi biola Stainer buatan 1630. Sedangkan biola Stradivarius milik kakeknya dibuat pada 1727.

Ratusan juta rupiah sudah dikeluarkan Ginda untuk pengobatan ayahnya. Tanah, perhiasan, dan aset lain sudah terlebih dahulu dia jual. "Pengobatan bapak cuma bisa dengan kemoterapi. Sekali kemo Rp 16 juta," tutur Ginda, saat ditemui di kediamannya Jalan Lengkong Besar Kota Bandung.

Raden Sona adalah arsitek beberapa bangunan megah di Bandung dan Jakarta. Kakek Ginda ini juga yang pernah memainkan ketiga biola di depan para kepala negara peserta Konferensi Asia Afrika.

Ginda menjamin keaslian ketiga biola. Dia pun memperlihatkan tulisan tangan pembuat biola di rongga alat musik gesek itu kepada Kompas.com. "Saya rasa menjual biola ini adalah yang paling realistis karena bisa segera dan tidak ribet," ujar dia.

"Daripada disimpan di lemari, saya pikir akan lebih berguna juga bila berada di tangan kolektor atau player," imbuh Ginda.

Dia pun mengatakan bahwa kepada calon pembeli akan disampaikannya pula kondisi ketiga biola. Ginda mengatakan bow dari biola Stradivarius patah. Menurut dia kondisi tersebut bukan masalah besar.

Menurut Ginda, setelah beberapa hari ditawarkan lewat situs internet, ada warga negara Belanda menawar biola Stradivarius itu seharga Rp 150 juta. "Saya nggak kasih. Saya maunya Rp 300 juta. Mudah-mudahan ada orang yang  mau berempati," harap dia.

Meski demikian Ginda mengatakan dia tak mau mengemis. "Selama untuk kesembuhan ayah saya, akan saya usahakan terus."

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com