Sabtu, 22 November 2014

News / Regional

Pemogokan Dokter, Pasien Menumpuk di Rumah Sakit

Selasa, 19 November 2013 | 18:53 WIB
Shutterstock Ilustrasi

MANADO, KOMPAS.com — Aksi unjuk rasa dan mogok praktik para dokter spesialis kebidanan dan kandungan Sulawesi Utara sepanjang Senin kemarin berdampak. Masyarakat mengeluh dan kecewa.

Hari Selasa (19/11/2013) pagi, pasien menumpuk di rumah sakit rujukan Rumah Sakit Dr Kandouw Malalayang, Manado.

Pemantauan kemarin melaporkan, hampir seratus pasien antre mendapatkan pengobatan dan perawatan dari dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Hal sama terlihat di sejumlah bagian pengobatan mata, anak, dan saraf. Para pasien datang berobat karena tempat praktik dokter spesialis tertutup selama tiga hari.

Kondisi itu berbeda dengan hari biasanya. Pasien telah antre sejak pagi sekitar pukul 07.00, padahal jam buka rumah sakit sekitar pukul 08.00.

Seorang pasien, Sartje (35), mengatakan, hari ini ia kembali ke rumah sakit setelah gagal berobat pada Senin kemarin.

Aksi demo para dokter yang meminta pembebasan dokter spesialis kandungan Dewa Ayu Sasiary Prawani (38) dari Rumah Tahanan Malendeng Manado diikuti sejumlah dokter dari keilmuan lain. Mereka kompak melakukan aksi keprihatinan.

Sekitar 500 dokter turun ke jalan untuk memprotes putusan Mahkamah Agung terhadap dr Ayu dan dua rekannya, Hendry Siagian dan Hendi Simanjuntak. Ketiga dokter kandungan dihukum 10 bulan dalam putusan kasasi, Oktober 2012. Mereka dinyatakan bersalah setelah pasien Julia Fransiska Makatey meninggal pada 2010. Sebelumnya, Ayu dibebaskan di tingkat Pengadilan Negeri Manado.

Unjuk rasa melibatkan semua dokter senior spesialis dari berbagai keilmuan, tampak para dokter spesialis mata W Batuna (73), ahli forensik dr Leonard Ratulangi (72), dan spesialis anak dr Audry Wahani serta ahli neorologi Taufik Pasiak.

Maria, seorang pasien, mengatakan, aksi demo para dokter, Se- nin kemarin, membuat pelayanan di Rumah Sakit Dr Kandouw terbengkalai. Dikatakan, sampai pukul 11.00 ruang perawatan kebidanan dan kandungan masih tertutup.

”Kami terpaksa kembali ke rumah berharap hari ini ada pelayanan,” katanya.

Direktur Rumah Sakit Dr Kandouw, Maxi Rondonuwu, menampik keterangan pasien. Menurut dia, pelayanan tetap berlangsung normal meski para dokter melakukan demo. Dikatakan, pihaknya telah menyiapkan belasan dokter di bagian kebidanan.

”Siapa bilang terbengkalai,” katanya. Dikatakan, dokter jaga di ruang bersalin ada sepuluh orang, sedangkan di bagian kebidanan terdapat 10 orang juga. Ia mengakui jumlah pasien yang berobat hari ini lebih banyak daripada kemarin. (Jean Rizal Layuck)

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Kistyarini
Sumber: KOMPAS SIANG