Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Regional

Seorang Siswi Meninggal Saat Ikut MOS

Sabtu, 20 Juli 2013 | 02:15 WIB
Kompas.com/ERICSSEN Ilustrasi penganiayaan

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Aninda Puspita (16), warga Daleman, Gadingharjo, Sanden, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meninggal dunia saat mengikuti masa orientasi siswa (MOS) di sekolahnya, SMK 1 Pandak Bantul, Jumat (19/7/2013) sekitar pukul 16.10 WIB.

Sebelum meninggal, korban sempat dihukum squat jump karena dinilai melakukan pelanggaran peraturan peserta MOS. Risky Sandi, salah satu panitia MOS, mengatakan, kejadian itu berawal sekitar pukul 15.00 WIB saat semua siswa baru yang mengikuti MOS hari kelima dikumpulkan untuk latihan baris-berbaris.

"Dari pemeriksaan ada sekitar 20 siswa yang tidak mematuhi aturan dalam memakai baju, termasuk korban. Karena salah, mereka dihukum squat jump 10 kali. Tapi tidak sampai 10 mereka sudah berhenti," ucapnya.

Beberapa saat setelah masuk ke barisan, tiba-tiba korban terjatuh dan pingsan. Melihat Aninda jatuh, teman-teman korban dan panitia MOS segera membawanya ke ruang UKS untuk diberi pertolongan pertama.

Tak kunjung sadar, Aninda kemudian dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Bantul. Dokter jaga yang menangani korban, Zainal Arifin, mengungkapkan, saat sampai di rumah sakit pukul 16.10 WIB, korban sudah meninggal.

"Kami sudah berupaya dengan menggunakan resistesi sampai pukul 16.30 WIB, tapi tidak ada respons," tandasnya. Menurut Zainal, pihaknya belum bisa menentukan penyebab kematian korban karena belum pernah dirawat di RS tersebut. "Belum tahu penyebabnya, apakah karena kelelahan atau gagal jantung."

Suasana duka mewarnai ruangan tempat jenazah. Kedua orangtua Aninda, Bambang dan Harni, tak kuasa menahan kesedihan lantaran ditinggalkan oleh putri tercintanya.

Penulis: Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
Editor : Pipit Puspita Rini