Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

450 Rumah, Lima Sekolah, Dua Jembatan Musnah di Wai Ela

Kompas.com - 26/07/2013, 17:50 WIB
Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty

Penulis

AMBON, KOMPAS.com - Kepala Satgas Bencana Wai Ela, Kolonel Inf Asep Kurnaedi, di hadapan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Samsyur Maarif dan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu di Posko Penanggulangan Bencana Negeri Lima, Jumat (26/7/2013) siang memaparkan kondisi terbaru dampak jebol bendungan Wai Ela.

Dalam pertemuan itu, Asep memaparkan data terbaru sejumlah kerusakan yang ditimbulkan akibat air bah dari jebolnya bendungan Wai Ela Kamis kemarin. Kerusakan tersebut meliputi, rusaknya 450 rumah warga, yang hanyut terbawa air bah.

Selain itu, tiga gedung SD, satu gedung TK, dan satu gedung SMU musnah, satu buah jembatan, dua mushola, satu puskesmas inap juga hanyut terbawa air bah.

Dalam laporan tersebut, Asep juga menjelaskan, satu tower perusahaan selular pun hilang, serta jaringan listrik dan air bersih rusak.

Selain menimbulkan kerusakan, bencana tersebut juga menyebabkan 32 warga mengalami luka–luka, dan tiga warga lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang. Ketiga warga tersebut adalah, Muhsin Mahulau (63), Sedek Mahulau (42) dan Kalsum Uluputty.

Sebelumnya, diinformasikan empat warga sempat dinyatakan hilang, namun beberapa jam setelah itu, keempat warga tersebut berhasil ditemukan kembali dalam keadaan selamat.

Tiga warga yang dinyatakan hilang ini sama dengan data yang disampaikan Pejabat Raja Negeri Lima, Surahman dihadapan Kepala BNPB. Ketiga warga tersebut dinyatakan hilang setelah keluarga mereka memberikan konfirmasi kepada pihak berwenang.

Lebih lanjut Asep menjelaskan, saat ini jumlah tim SAR gabungan yang masih berada di Desa Negeri Lima yakni TNI sebanyak 130 personil, polisi, 50 personil, Pemerintah Provinsi Maluku 70 orang, Pemda Malteng 50 orang, NGO 30 orang, SAR 15, Tagana 70 personil, PMI 30 relawan dan petugas medis 27 orang termasuk dua orang dokter.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com