Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kronologi Pesilat asal Sidoarjo Dikeroyok di Gresik hingga Akhirnya Tewas

Kompas.com - 25/05/2024, 06:41 WIB
Hamzah Arfah,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi

GRESIK, KOMPAS.com - Enam orang ditetapkan pihak kepolisian menjadi tersangka, dalam insiden pengeroyokan yang sempat terjadi di Desa Banjaran, Kecamatan Driyorejo, Gresik, Jawa Timur, Minggu (19/5/2024).

Satu korban pengeroyokan kemudian meninggal dunia, meskipun mendapat perawatan medis di rumah sakit.

Tersangka pengeroyokan yang sudah diamankan polisi berinisial CDP (18), NRE (19) dan MNA (19), ketiganya warga Desa Banjaran.

EG (19) dan ADS (18) keduanya warga Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Gresik, dengan satu lainnya masih anak di bawah umur.

Baca juga: Pesilat Asal Sidoarjo yang Dikeroyok di Gresik Meninggal Dunia

"Ada dua laporan polisi. Pertama di depan Warung Hamas, di mana para pelaku sedang ngopi atau nongkrong di warung tersebut dan melihat ada gerombolan orang yang diindikasikan dari perguruan lain, lalu dihentikan dan dilakukan pengeroyokan," ujar Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan, kepada awak media, Jumat (24/5/2024) malam.

Aldhino menuturkan, dua orang warga Desa Banjaran berinisial AS dan MS, menjadi sasaran pengeroyokan pertama yang dilakukan oleh para tersangka.

Tidak cukup dengan pengeroyokan pertama, para tersangka melakukan aksi serupa terhadap korban berinisial SW (20), salah seorang anggota perguruan silat asal Krian, Sidoarjo.

"Sementara untuk yang kedua, para tersangka memang sengaja nongkrong di warung kopi tersebut, untuk melakukan pengeroyokan anggota perguruan lain yang sedang menonton latihan," ucap Aldhino.

Para tersangka, kata Aldhino, sempat menanyakan terkait izin perguruan silat tersebut melakukan latihan.

Sehingga anggota dari perguruan silat tersebut, kemudian menghubungi SW yang akhirnya berangkat dari Sidoarjo guna memberikan penjelasan.

"Akhirnya bersama satu orang rekan, SW datang dari Sidoarjo dan rencananya mau klarifikasi kepada para tersangka terkait hal tersebut (izin). Lantaran tidak senang dengan perlakuan korban dan rekannya, maka terjadilah pengeroyokan itu," kata Aldhino.

Pihak kepolisian juga masih berusaha untuk mengamankan ketiga tersangka lain yang melarikan diri, dan telah mengantongi ciri-ciri ketiganya yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Kami menetapkan DPO tiga orang. Dua di antaranya masih di bawah umur, satu orang atas nama Ilham alias Celeng, saat ini masih dalam proses pengejaran tim Resmob Polres Gresik," tutur Aldhino.

Baca juga: 6 Pesilat Didakwa Pembunuhan Berencana terhadap Pemuda di Bali

Seperti diberitakan sebelumnya, SW menjadi sasaran pengeroyokan dan mengalami luka di bagian kepala usai dipukul menggunakan botol kaca, Minggu (19/5/2024).

Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Petrokimia Gresik Driyorejo atas luka yang dialami.

Namun, kondisi korban yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, membuat korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo di Surabaya dan akhirnya meninggal dunia, Kamis (24/5/2024) pukul 21.00 WIB.

Oleh pihak kepolisian, para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

Sementara barang bukti yang diamankan oleh pihak kepolisian berupa satu buah botol, empat telepon genggam, dua jaket dan dua kaos.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Menaruh Curiga, 6 Siswi SMP di Purworejo Bully Teman Sekolah

Menaruh Curiga, 6 Siswi SMP di Purworejo Bully Teman Sekolah

Regional
Oknum Pegawai Bank Maluku Kuras Uang Simpanan BI Rp 1,5 Miliar untuk Main Judi Online

Oknum Pegawai Bank Maluku Kuras Uang Simpanan BI Rp 1,5 Miliar untuk Main Judi Online

Regional
Jokowi Bakal Serahkan Sapi Kurban 1,23 Ton Usai Shalat Id di Semarang

Jokowi Bakal Serahkan Sapi Kurban 1,23 Ton Usai Shalat Id di Semarang

Regional
Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Kita Harus Terus Intens Mengendalikan Inflasi

Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Kita Harus Terus Intens Mengendalikan Inflasi

Regional
Juleha Kulon Progo Sarankan Pisau Stainless Steel untuk Sembelih Hewan Kurban

Juleha Kulon Progo Sarankan Pisau Stainless Steel untuk Sembelih Hewan Kurban

Regional
Pemkot Pekanbaru Raih Penghargaan TPID Kinerja Terbaik Se-Sumatera, Pj Walkot Risnandar Sampaikan Pesan Ini

Pemkot Pekanbaru Raih Penghargaan TPID Kinerja Terbaik Se-Sumatera, Pj Walkot Risnandar Sampaikan Pesan Ini

Regional
3 Tahun Gaya Kepemimpinan Kang DS, Rajin Turun ke Masyarakat dan Fokus pada Pelayanan

3 Tahun Gaya Kepemimpinan Kang DS, Rajin Turun ke Masyarakat dan Fokus pada Pelayanan

Regional
Wanita Tewas Dijambret di Pekanbaru, Pelaku Ditembak

Wanita Tewas Dijambret di Pekanbaru, Pelaku Ditembak

Regional
Alasan Warga Demak Pilih Menggelandang dan Sempat Tinggal di Goa Jepara

Alasan Warga Demak Pilih Menggelandang dan Sempat Tinggal di Goa Jepara

Regional
Pantai Kubu di Kotawaringin Barat: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute 

Pantai Kubu di Kotawaringin Barat: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute 

Regional
Minum Obat Memberatkan, Mensos Minta ODGJ Pakai Metode 'Long-acting'

Minum Obat Memberatkan, Mensos Minta ODGJ Pakai Metode "Long-acting"

Regional
Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus Malam Ini, Tinggi Kolom Abu 800 Meter

Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus Malam Ini, Tinggi Kolom Abu 800 Meter

Regional
Jangan Pakai Kantong Plastik untuk Wadah Daging Kurban, Kenapa?

Jangan Pakai Kantong Plastik untuk Wadah Daging Kurban, Kenapa?

Regional
Geruduk Kantor DPRD Ambon, Pedagang Pasar Mardika Minta Setop Pembongkaran Lapak

Geruduk Kantor DPRD Ambon, Pedagang Pasar Mardika Minta Setop Pembongkaran Lapak

Regional
Pemkab Aceh Timur Tiadakan Takbir Keliling Idul Adha

Pemkab Aceh Timur Tiadakan Takbir Keliling Idul Adha

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com