Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Usai Banjir Demak, Siti Panik Ketiga Anaknya Terkena DBD

Kompas.com - 24/04/2024, 16:25 WIB
Nur Zaidi,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

DEMAK, KOMPAS.com - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, meningkat signifikan sejak tiga bulan terakhir.

Kasus DBD di antaranya menimpa keluarga Siti Rohmah (32), warga asal Desa Tridonorejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak.

Siti mengaku, tiga anaknya yang berusia 13, 11, dan 4 tahun diketahui mengidap gejala demam berdarah setelah diperiksa di bidan dan puskesmas desa setempat pada Rabu (17/4/2024).

Baca juga: Demam Berdarah di Demak Mengkhawatirkan, Pasien di RSUD Sunan Kalijaga Terus Meningkat

Ia yang sehari-hari bekerja sebagai buruh di luar desa, sempat panik ketika tahu anak-anaknya terjangkit DBD.

"Ya panik, cuma posisinya kerja. Ya panik ya bingung. Yang di rumah yang dipasrahi kan adek," ujar Siti saat ditemui di RSUD Sunan Kalijaga Demak, Rabu (24/3/2024).

Siti menerangkan, semula anak-anaknya hanya demam biasa sehingga ia tinggal bekerja, namun tambah hari kondisi anak-anaknya justru kian memprihatinkan.

"Gejalanya cuma demam biasa, saya tinggal kerja kok lama-lama tambah lemas tambah lemas akhirnya saya periksakan ke puskesmas di lab, tidak tahunya DB langsung disuruh ke rumah sakit," terangnya.

Baca juga: Cerita Warga Sleman Yogyakarta soal Penyebaran Nyamuk Wolbachia, Kasus DBD Turun dan Tidak Merasakan Dampak Negatif


Baca juga: Nyamuk Wolbachia di Kota Yogyakarta Diklaim Turunkan Kasus DBD 77 Persen

Sempat terdampak banjir

Beruntung, kedua anaknya yang berusia 11 dan 4 tahun lekas membaik sehingga bisa dirawat di rumah.

Namun anaknya yang berusia 13 tahun harus dilarikan ke rumah sakit setelah menerima rujukan dari petugas kesehatan untuk menjalani perawatan lebih lanjut pada Sabtu (20/4/2024)

"(Gejala) sudah mulai hari Rabu, ada tiga orang. Yang dirawat cuma satu. Yang dua tidak dirujuk karena sudah sehat Alhamdulillah," terangnya.

Baca juga: Derita Warga Demak, Banjir Surut, Lumpur Masih Menumpuk...

Siti menambahkan, rumahnya di Desa Tridonorejo sempat terdampak banjir pada akhir Maret 2024.

Kendati demikian, ia enggan berspekulasi lebih jauh apabila nyamuk Aedes Aegypti berkembang pasca-banjir.

"Kemarin sempat banjir, ya tidak tahu gimana namanya banyak nyamuk," paparnya.

Sampai saat ini, anak Siti yang berusia 13 tahun masih menjalani perawatan di RSUD Sunan Kalijaga lantaran terjangkit DBD.

Baca juga: Banjir Demak, Beban Ekonomi Masyarakat, dan Ancaman Utang...

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com