Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Bataona, dari Jurnalis "Terpanggil" Jadi Relawan Tagana di NTT Selama 16 Tahun

Kompas.com - 06/05/2024, 14:15 WIB
Markus Makur,
Pythag Kurniati

Tim Redaksi

BORONG, KOMPAS.com– Paulus Yohanes Atakabelen Bataona (50) atau yang biasa disapa Hans Bataona sudah 16 tahun mengabdi sebagai relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Hans Bataona menceritakan pengalamannya belasan tahun bergabung menjadi anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Baca juga: Cerita Erik 20 Tahun Jadi Relawan Tagana demi Kemanusiaan

“Saya masuk menjadi anggota Tagana sejak 2008. Berawal dari adanya kegiatan rekrutmen anggota Tagana untuk Kabupaten Manggarai oleh Dinas Sosial Provinsi NTT. Saat itu kegiatan dihadiri Bupati Manggarai, Bapak Christian Rotok," kata Han Bataona saat dihubungi melalui pesan tertulis, Senin (6/5/2024).

Hans yang ketika itu masih bekerja sebagai jurnalis media lokal melihat sejumlah orang berseragam relawan Tagana.

"Cerita punya cerita, mereka mengaku bahwa menjadi relawan anggota Tagana tidak ada syarat atau kriteria khusus yang terpenting adalah kemauan dari dalam diri untuk berbakti bekerja demi kemanusiaan," kata dia.

Baca juga: Cerita Relawan Tagana, Tak Pandang Jumlah Tali Asih sebagai Hambatan

Bergabung

Prinsip kemanusiaan tersebut kemudian menggerakan hati Hans untuk bergabung sebagai relawan Tagana.

"Setelah mengikuti pelatihan fisik, mental, dan keterampilan dengan instruktur Basarnas Kupang. Berbagai kegiatan rutin dilakukan dengan melibatkan 30 relawan Tagana lainnya. Untuk pengembangan diri menambah pengetahuan dan keterampilan tentang kebencanaan terus diperkaya," ujarnya.

Baca juga: Cerita Sisdohiri, Tagana yang Dapat Kiriman Air Minum dari Allah

Dua tahun berlalu, kata Hans, dia bersama seorang teman masuk dalam tim Tagana Provinsi NTT dan mengikuti kegiatan Jambore Tagana Nasional di Bumi Perkemahan Cibubur-Jakarta tahun 2010.

"Di sana kami dilatih dan diajarkan bagaimana menyelamatkan korban di air atau water rescue, bagaimana melakukan evakuasi korban di darat, serta bagaimana keterampilan membangun shelter," tutur Hans.

Baca juga: Kisah Relawan Tagana Sumbawa, 14 Tahun Berada di Garda Depan Bencana Tanpa Asuransi

Pengalaman 

Saat ini di Kabupaten Manggarai Barat, Hans terlibat sebagai salah satu anggota divisi dalam Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Manggarai Barat yang dibentuk dan diakui keberadaannya oleh pemerintah daerah setempat.

Hans mengungkap tahapan yang dilakukan oleh relawan Tagana.

"Sebelum bencana melakukan mitigasi, mengidentifikasi peta lokasi daerah bencana. Yang konkret lagi pernah melakukan kegiatan aksi penanaman pohon di puncak Bukit Waso yang rawan longsor di atas kota Ruteng," tuturnya.

Tidak hanya itu, Hans juga pernah terlibat dalam penanganan korban bencana angin puting beliung di Cancar, Kecamatan Ruteng.

"Setelah bertugas di Ruteng, kemudian saya pindah ke Labuan Bajo, Manggarai Barat dan tetap terdaftar sebagai anggota Tagana pada Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak hingga saat ini,” jelasnya.

Baca juga: Tagana Tasikmalaya Siagakan Tenda di Daerah Terdampak Gempa Garut

Selama bertugas di Manggarai Barat, lanjut Hans Bataona, ia pernah membantu penanganan korban bencana longsor di Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling. Kemudian menangani korban banjir di Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo.

Halaman:


Terkini Lainnya

Gunung Gandang Dewata, Puncak Tertinggi di Sulawesi Barat

Gunung Gandang Dewata, Puncak Tertinggi di Sulawesi Barat

Regional
Dampak Cuaca Buruk, Petambak Udang di Kebumen Panen Lebih Awal

Dampak Cuaca Buruk, Petambak Udang di Kebumen Panen Lebih Awal

Regional
Terungkap Motif Pria Bacok Pacar Anaknya hingga Tewas, Sakit Hati Putrinya Dilecehkan

Terungkap Motif Pria Bacok Pacar Anaknya hingga Tewas, Sakit Hati Putrinya Dilecehkan

Regional
Malam Ini Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Lagi, Semburkan Abu Tebal 900 Meter

Malam Ini Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Lagi, Semburkan Abu Tebal 900 Meter

Regional
Sejarah Kabupaten Semarang

Sejarah Kabupaten Semarang

Regional
Sudah Berkeluarga, Oknum Guru di Bengkulu Tega Cabuli Siswinya Sendiri

Sudah Berkeluarga, Oknum Guru di Bengkulu Tega Cabuli Siswinya Sendiri

Regional
Lewat Inovasi Penanganan Stunting, Pemkot Semarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari PBB

Lewat Inovasi Penanganan Stunting, Pemkot Semarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari PBB

Kilas Daerah
6 Venue Event Populer di Kota Tangerang, Cocok untuk Segala Acara

6 Venue Event Populer di Kota Tangerang, Cocok untuk Segala Acara

Regional
Bayi Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Depan Kapel Ende

Bayi Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Depan Kapel Ende

Regional
Status Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Diperpanjang

Status Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Diperpanjang

Regional
Ramai soal Judi Online, Kapolda Jateng: Apabila Ada Jajaran yang Terlibat Saya Copot

Ramai soal Judi Online, Kapolda Jateng: Apabila Ada Jajaran yang Terlibat Saya Copot

Regional
Polisi Buru Pria Penghuni Kontrakan Tempat Terapis Ditemukan Tewas Dilakban dan Diikat

Polisi Buru Pria Penghuni Kontrakan Tempat Terapis Ditemukan Tewas Dilakban dan Diikat

Regional
Ribuan Aduan Masuk ke Posko PPDB Jateng, Apa yang Menjadi Keluhan?

Ribuan Aduan Masuk ke Posko PPDB Jateng, Apa yang Menjadi Keluhan?

Regional
Aksi Istri Gunduli Diduga Pelakor di OKI Sumsel, Dilaporkan Korban ke Polisi

Aksi Istri Gunduli Diduga Pelakor di OKI Sumsel, Dilaporkan Korban ke Polisi

Regional
Kaesang Beri Surat Tugas ke Sekar Tandjung untuk Maju ke Pilkada Solo

Kaesang Beri Surat Tugas ke Sekar Tandjung untuk Maju ke Pilkada Solo

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com