Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

WN Jepang Tewas Kecelakaan di Tol Solo-Ngawi, Mobil Hantam "Guardrail"

Kompas.com - 14/03/2024, 15:16 WIB
Reza Kurnia Darmawan

Editor

KOMPAS.com - Seorang warga negara (WN) Jepang meninggal dalam kecelakaan maut di Tol Solo-Ngawi Km 529.800 jalur A, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (13/3/2024) siang.

Korban tewas bernama Endo Daisuke (47).

Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Sragen Iptu R. Muhammad Titan Firmansyah Putra mengatakan, insiden yang dialami WN Jepang itu merupakan kecelakaan tunggal.

Titan menuturkan, Endo tewas di lokasi kejadian. Ia meninggal karena terkena guardrail atau pagar pengaman jalan tol, yang masuk ke dalam mobil.

Baca juga: Habib Haedar Alwi Jalani Operasi Usai Kecelakaan di Tol Batang

Sewaktu kejadian tersebut, korban menaiki mobil Toyota Innova berwarna hitam bernomor polisi L 1410 ADH.

Selain Endo, di mobil itu juga terdapat satu WN Jepang lain bernama Ayama Simiji (48). Adapun mobil dikemudikan oleh Agus (52).

Di mobil tersebut, Endo duduk di bagian kursi tengah.

Baca juga: Puasa Hari Pertama, 2 Kecelakaan di Sidoarjo Tewaskan 2 Pengendara Motor


Sebelum kecelakaan itu, mobil yang ditumpangi korban melaju dari arah Solo, Jawa Tengah, menuju Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Titan belum mengetahui mobil tersebut hendak menuju ke daerah mana.

"Didapat dari rekaman CCTV, didapati pengendara Innova melamun atau tertidur," ujarnya, Rabu, dikutip dari Tribun Solo.

Menurut Titan, saat kecelakaan, mobil itu keluar dari lajurnya, lalu menghantam guardrail.

Mengenai korban lainnya, sopir mobil Innova mengalami luka lecet. Sedangkan, seorang penumpang lain selamat.

Baca juga: Meninggal Saat Kecelakaan Pesawat Pilatus Smart Air, Deni Sobali Tinggalkan Istri dan 2 Anak di Pangandaran

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul WNA Jepang Tewas Kecelakaan Tol Solo-Ngawi, Pagar Pengaman Tembus Innova

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Pegi Terduga Pembunuh Vina Cirebon Ditangkap | Akhir Kasus Norma Risma

[POPULER NUSANTARA] Pegi Terduga Pembunuh Vina Cirebon Ditangkap | Akhir Kasus Norma Risma

Regional
8 Alat Musik Tradisional Sumatera Barat dan Cara Memainkannya

8 Alat Musik Tradisional Sumatera Barat dan Cara Memainkannya

Regional
Trauma, Gadis Pemohon KTP Korban Pelecehan Seksual di Nunukan Menangis Saat Diperiksa

Trauma, Gadis Pemohon KTP Korban Pelecehan Seksual di Nunukan Menangis Saat Diperiksa

Regional
PKB-Gerindra Jajaki Koalisi untuk Pilkada Jateng, Gus Yusuf: Cinta Lama Bersemi Kembali

PKB-Gerindra Jajaki Koalisi untuk Pilkada Jateng, Gus Yusuf: Cinta Lama Bersemi Kembali

Regional
Sempat Jadi Bupati Karanganyar Selama 26 Hari, Rober Christanto Maju Lagi di Pilkada

Sempat Jadi Bupati Karanganyar Selama 26 Hari, Rober Christanto Maju Lagi di Pilkada

Regional
Antisipasi Banjir, Mbak Ita Instruksikan Pembersihan dan Pembongkaran PJM Tanpa Izin di Wolter Monginsidi

Antisipasi Banjir, Mbak Ita Instruksikan Pembersihan dan Pembongkaran PJM Tanpa Izin di Wolter Monginsidi

Regional
Soal Wacana DPA Dihidupkan Kembali, Mahfud MD Sebut Berlebihan

Soal Wacana DPA Dihidupkan Kembali, Mahfud MD Sebut Berlebihan

Regional
Baliho Bakal Cawalkot Solo Mulai Bermunculan, Bawaslu: Belum Melanggar

Baliho Bakal Cawalkot Solo Mulai Bermunculan, Bawaslu: Belum Melanggar

Regional
Ayah di Mataram Lecehkan Anak Kandung 12 Tahun, Berdalih Mabuk sehingga Tak Sadar

Ayah di Mataram Lecehkan Anak Kandung 12 Tahun, Berdalih Mabuk sehingga Tak Sadar

Regional
Jembatan Penghubung Desa di Kepulauan Meranti Ambruk

Jembatan Penghubung Desa di Kepulauan Meranti Ambruk

Regional
Universitas Andalas Buka Seleksi Mandiri, Bisa lewat Jalur Tahfiz atau Difabel

Universitas Andalas Buka Seleksi Mandiri, Bisa lewat Jalur Tahfiz atau Difabel

Regional
Pemkab Bandung Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut dari BPK RI

Pemkab Bandung Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut dari BPK RI

Regional
Berikan Pelayanan Publik Prima, Pemkab HST Terima Apresiasi dari Gubernur Kalsel

Berikan Pelayanan Publik Prima, Pemkab HST Terima Apresiasi dari Gubernur Kalsel

Regional
Penculik Balita di Bima Ditangkap di Dompu, Korban dalam Kondisi Selamat

Penculik Balita di Bima Ditangkap di Dompu, Korban dalam Kondisi Selamat

Regional
Candi Ngawen di Magelang: Arsitektur, Relief, dan Wisata

Candi Ngawen di Magelang: Arsitektur, Relief, dan Wisata

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com