Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pelajar Ketahuan Bawa Senjata Tajam, Polresta Magelang Tutup Peluang "Restorative Justice"

Kompas.com - 29/02/2024, 22:37 WIB
Egadia Birru,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

MAGELANG, KOMPAS.com – Setiap pelajar yang ketahuan membawa senjata tajam untuk keperluan tawuran dipastikan akan diproses hukum. Polisi tidak akan memberi peluang untuk menyelesaikan perkara melalui peradilan restoratif atau restorative justice.

Hal demikian disampaikan Kepala Polresta Magelang, Kombes Mustofa dalam keterangannya, Kamis (29/2/2024).

“Kami menutup peluang untuk melaksanakan RJ (restorative justice). Ini (senjata) sengaja dibawa untuk tawuran, bukan untuk melindungi diri. Kami akan sesuai dengan aturan,” tegasnya.

Baca juga: Terlibat Aksi Tawuran, 6 Pemuda di Solo Diamankan

Perilaku membawa senjata tajam tersebut menimbulkan keresahan masyarakat. Para pelajar, misalnya, membawa celurit atau parang sambil membonceng atau mengendarai sepeda motor. Kemudian, mereka menggesekkan senjatanya ke jalanan.

Sekalipun tidak ada korban jiwa, Mustofa menilai, tindakan itu membuat banyak orang merasa cemas dan takut.

Para pelajar juga mempersiapkan senjata dengan memesan atau bahkan membuat sendiri. Kasus terakhir, seorang pelajar membuat senjata berupa cakram sepeda.

Menurut Mustofa, dengan memesan atau membuat senjata sendiri, berarti pelajar sudah berniat untuk melukai atau membunuh orang lain.

“100 persen tawuran antarpelajar di Kabupaten Magelang mengundang lewat Instagram. Dan, rata-rata terjadi larut malam atau dini hari, di mana anak-anak seharusnya istirahat,” bebernya.

Menurutnya, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan seharusnya tak ragu untuk memberikan sanksi tegas. Seperti mengeluarkan pelajar pembawa senjata tajam dari sekolah. Selain itu juga tidak memberi akses bagi pelajar terkait untuk bersekolah di wilayah Kabupaten Magelang.

Di Kabupaten Magelang, selama dua bulan terakhir, telah terjadi lima kali tawuran yang memakan dua korban jiwa dan belasan orang mengalami luka.

Kebanyakan tawuran dilakukan oleh pelajar. Banyak pelaku membawa senjata tajam dan beberapa orang di antaranya melakukan tawuran dalam kondisi mabuk.

Terkini, 18 dan 24 Februari lalu, Polresta Magelang menangkap lima pelaku pembawa senjata tajam dari dua lokasi di Kecamatan Mertoyudan. Semua pelaku masih berusia 15-16 tahun. Mereka hendak melakukan tawuran.

Kelima anak tersebut disangkakan Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Zamzin mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh SMP untuk memantau pelajar tiga kali dalam sehari.

Selain pagi hari di kelas, sekolah harus memastikan keberadaan anak-anak pada siang hari. Selain itu juga memastikan semua anak sudah berada di rumah pada pukul 21.00 WIB.

"Kami juga melaksanakan pembelajaran P5 (Program Pengembangan Profil Pelajar Pancasila). Di dalamnya ada kegiatan pengembangan minat dan bakat. Harapannya dengan menyalurkan bakat, akan mengurangi hal-hal yang tidak kita inginkan," imbuh Zamzin.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Viral di Medsos, Pengunjung Masjid Al Jabbar Jadi Korban 'Getok' Harga Parkir, Ini Respons Pemprov

Viral di Medsos, Pengunjung Masjid Al Jabbar Jadi Korban 'Getok' Harga Parkir, Ini Respons Pemprov

Regional
Longsor Hantam Permukiman Warga di Tana Toraja, 1 Orang Tewas

Longsor Hantam Permukiman Warga di Tana Toraja, 1 Orang Tewas

Regional
Menyoal Tren Kecelakaan Bus Saat Mudik dan Cerita Pengemudi Bus di Perjalanan

Menyoal Tren Kecelakaan Bus Saat Mudik dan Cerita Pengemudi Bus di Perjalanan

Regional
Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah

Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah

Regional
[POPULER NUSANTARA] Balon Udara Berisi Petasan Meledak di Magelang | Komentar Hasto Soal Pilkada di Sumutz

[POPULER NUSANTARA] Balon Udara Berisi Petasan Meledak di Magelang | Komentar Hasto Soal Pilkada di Sumutz

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Regional
Hendak Silaturahmi, Kakek dan Cucu Tewas Usai Pikap yang Dinaiki Kecelakaan

Hendak Silaturahmi, Kakek dan Cucu Tewas Usai Pikap yang Dinaiki Kecelakaan

Regional
Ingat, One Way dari Tol Kalikangkung-Cikampek Mulai Diterapkan 13 hingga 16 April

Ingat, One Way dari Tol Kalikangkung-Cikampek Mulai Diterapkan 13 hingga 16 April

Regional
Lambaian Tangan, Hiburan bagi Pemudik yang Terjebak Macet di Tol

Lambaian Tangan, Hiburan bagi Pemudik yang Terjebak Macet di Tol

Regional
Suasana Malam di Pelabuhan Bakauheni, Kantong Parkir Dermaga Penuh

Suasana Malam di Pelabuhan Bakauheni, Kantong Parkir Dermaga Penuh

Regional
Sistem One Way Diterapkan selama Arus Balik, PJ Gubernur Jateng: Terus Kami Pantau

Sistem One Way Diterapkan selama Arus Balik, PJ Gubernur Jateng: Terus Kami Pantau

Regional
Kembang Langit Park di Batang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Kembang Langit Park di Batang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Regional
Jenazah Danramil Aradide yang Ditembak OPM Sudah di Nabire, Besok Dimakamkan

Jenazah Danramil Aradide yang Ditembak OPM Sudah di Nabire, Besok Dimakamkan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com