Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puan dan FX Rudy Sebut Solo-Jateng Tetap Kandang Banteng

Kompas.com - 10/02/2024, 10:36 WIB
Fristin Intan Sulistyowati,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Puan Maharai ikut dalam Hajatan Rakyat Ganjar-Mahfud di Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (10/2/2024).

Hajatan Rakyat di Solo berawal dari Kirab Budaya dengan 21 Gerobok Sapi yang akan ditumpangi Ganjar-Mahfud dan rombongan. 

Rute kirab dari Ngarsopuro, ke Jalan Slamet Riyadi kemudian di Bunderan Gladak, ke arah Jalan Jenderal Sudirman, mengarah ke Balai Kota Solo. 

Baca juga: Butet Singgung Penculikan Wiji Thukul di Kampanye Akbar Ganjar-Mahfud: Yang Menculik Mencapreskan

Kemudian, berputar ke arah ke Jalan Jenderal Sudirman, mengarah ke Benteng Vasternburg.

"Dari Ngarsopuro-Benteng, kemudian kita berpindah ke Semarang. Insyaallah Jawa Tengah tetap kandang banteng," kata Puan Maharai saat ditemui di Ngarsopuro, Kota Solo pada Sabtu (10/2/2024).

Puan menjelasan, pemilihan Kota Solo ataupun Semarang jadi lokasi kampanye terakhir karena Jawa Tengah merupakan basis PDI-P. 

"Ya kebetulan kita mendapatkan zona Jawa Tengah dengan Solo karena memang salah satu basis PDI Perjuangan adalah Kota Solo," katanya.

Hal senada juga diungkapkan, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) FX Hadi Rudyatmo atau FX Rudy.

"Mudah-mudahan semua berjalan lancar tanpa ada ganguan apapun. Yang penting Solo tetap kandang banteng," kata FX Rudy saat ditemui di Ngarsopuro, Kota Solo.

Mantan Wali Kota Solo ini juga menekankan bahwa Hajatan Rakyat merupan pesta rakyat dari Kota Solo. 

Baca juga: Ganjar-Mahfud Terima Wayang Wisangeni dan Semar di Depan Balai Kota Solo saat Hajatan Rakyat

"Yang jelas menyampaikan kepada masyarakat bahwa keserakahan, kerakusan itu akan tumpang dengan kebenaran. Penutupan terakhir, tuanku adalah rakyat, jabatan adalah mandat," tegasnya.

Ia pun berkomentar terkait rute Kirab Budaya Hajatan Rakyat yang melalui Balai Kota Solo atau kantor Wali Kota Solo di mana tempat tugas calon wakil presiden (cawapres) Gibran Rakabuming Raka.

Rudy mengatakan tidak ada hubungannya dengan status Gibran karena balai kota merupakan simbol rumah rakyat Kota Solo.

"Balaikota kan adalah rumah rakyat," jelasnya. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Didorong Maju Pilkada, Rumah Petani di Brebes Digeruduk Ribuan Warga

Didorong Maju Pilkada, Rumah Petani di Brebes Digeruduk Ribuan Warga

Regional
Kaget Ada Motor yang Melintas, Truk di Semarang Tabrak Jembatan Penyeberangan Orang

Kaget Ada Motor yang Melintas, Truk di Semarang Tabrak Jembatan Penyeberangan Orang

Regional
Tawuran Pelajar SMK di Jalan Raya Bogor, Satu Tewas akibat Luka Tusukan

Tawuran Pelajar SMK di Jalan Raya Bogor, Satu Tewas akibat Luka Tusukan

Regional
Kunjungi Banyuwangi, Menhub Siap Dukung Pembangunan Sky Bridge

Kunjungi Banyuwangi, Menhub Siap Dukung Pembangunan Sky Bridge

Regional
Berlayar Ilegal ke Australia, 6 Warga China Ditangkap di NTT

Berlayar Ilegal ke Australia, 6 Warga China Ditangkap di NTT

Regional
Video Viral Diduga Preman Acak-acak Salon di Serang Banten, Pelaku Marah Tak Diberi Uang

Video Viral Diduga Preman Acak-acak Salon di Serang Banten, Pelaku Marah Tak Diberi Uang

Regional
Tawuran 2 Kampung di Magelang, Pelaku Kabur, Polisi Amankan 5 Motor

Tawuran 2 Kampung di Magelang, Pelaku Kabur, Polisi Amankan 5 Motor

Regional
Dua Dekade Diterjang Banjir Rob, Demak Rugi Rp 30 Triliun

Dua Dekade Diterjang Banjir Rob, Demak Rugi Rp 30 Triliun

Regional
Rektor Universitas Riau Cabut Laporan Polisi Mahasiwa yang Kritik UKT

Rektor Universitas Riau Cabut Laporan Polisi Mahasiwa yang Kritik UKT

Regional
Pembuang Bayi di Semarang Tinggalkan Surat di Ember Laundry, Diduga Kenali Saksi

Pembuang Bayi di Semarang Tinggalkan Surat di Ember Laundry, Diduga Kenali Saksi

Regional
Pencuri Kain Tenun Adat di NTT Ditembak Polisi Usai 3 Bulan Buron

Pencuri Kain Tenun Adat di NTT Ditembak Polisi Usai 3 Bulan Buron

Regional
Duel Maut 2 Residivis di Temanggung, Korban Tewas Kena Tusuk

Duel Maut 2 Residivis di Temanggung, Korban Tewas Kena Tusuk

Regional
Tungku Peleburan di Pabrik Logam Lampung Meledak, 3 Pekerja Alami Luka Bakar Serius

Tungku Peleburan di Pabrik Logam Lampung Meledak, 3 Pekerja Alami Luka Bakar Serius

Regional
Pria Misterius Ditemukan Penuh Lumpur dan Tangan Terikat di Sungai Babon Semarang

Pria Misterius Ditemukan Penuh Lumpur dan Tangan Terikat di Sungai Babon Semarang

Regional
Wali Kota Semarang Minta PPKL Bantu Jaga Kebersihan Kawasan Kuliner di Stadion Diponegoro

Wali Kota Semarang Minta PPKL Bantu Jaga Kebersihan Kawasan Kuliner di Stadion Diponegoro

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com