Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Penyandang Disabilitas Jadi Caleg Modal Pas-pasan, Apa yang Diperjuangkan?

Kompas.com - 25/01/2024, 14:24 WIB
Suwandi,
David Oliver Purba

Tim Redaksi

JAMBI, KOMPAS.com - Dua besi penyangga selebar dua jari menopang kaki sebelah kiri Detty Herawati. 

Meski kesulitan berjalan, perempuan paruh baya ini mencoba untuk berkeliling dari rumah ke rumah untuk menyosialisasikan programnya.

Baca juga: Cerita PRT, Sopir Angkot, Penjual Sabun dan Tukang Mi Ayam Maju Jadi Caleg: Kampanye dari Mengosek WC (1)

Detty kini tercatat sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kota Jambi daerah pemilihan (Dapil) 5 dengan wilayah Jambi Selatan dan Pal Merah, Kota Jambi.

Baca juga: Cerita PRT, Sopir Angkot, Penjual Sabun, dan Tukang Mi Ayam Maju Jadi Caleg: Pinjam Uang Dagangan Ibu (2)

Untuk itu, beberapa bulan terakhir, dia gencar berkampanye dari pintu ke pintu.

Baca juga: Cerita PRT, Sopir Angkot, Penjual Sabun dan Tukang Mi Ayam Maju Jadi Caleg: Total Uang Keluar Rp 1,5 Juta (3)

Sebelum terjun ke dunia politik, Detty merupakan aktivis disabilitas di Kota Jambi.

Sudah bertahun-tahun dia berjuang agar kelompok disabilitas di Jambi yang mencapai belasan ribu orang, mendapatkan hak pekerjaan, pendidikan, dan kesehatan.

"Saya sekarang masih ketua organisasi kelompok disabilitas. Tapi karena sedang mencalonkan diri, untuk sementara non-aktif," kata Detty saat ditemui Kompas.com di Rumah Kito Jambi, Rabu (24/1/2024).

Ia mengatakan, sebagai seorang disabilitas, dirinya harus melewati banyak perjuangan untuk akhirnya menyandang status caleg.

Langkah awalnya, Detty harus bergulat dengan batinnya dan berdamai. Baru kemudian dia harus meyakinkan orang partai agar mau menerima dirinya menjadi salah satu caleg mereka.

"Beruntung partai PDI-P mau mengusung seorang disabilitas. Saya bisa berjuang untuk masuk dalam sistem dan meneruskan aspirasi kawan-kawan disabilitas," kata Detty.

Jalan politik yang Detty tempuh sekarang karena dia telah lelah bersuara melalui parlemen "jalanan".

Punya modal apa?

Detty menyadari hanya bermodal sosial. Dia juga mengakui minim modal finansial untuk maju menjadi caleg.

Untuk itu, agar dikenal, dia harus berkeliling dari rumah ke rumah.

Total modal Detty untuk mencalonkan diri tidak sampai Rp 3 juta. Modal itu pun kebanyakan dari bantuan saudara.

"Saya tidak bisa membuat rata-rata pendapatan. Cukuplah untuk biaya sehari-hari. Selalu ada rezeki dari jalan tak disangka-sangka," kata Detty.

Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

KPU Karawang Polisikan Pembuat SK Palsu Caleg Terpilih

KPU Karawang Polisikan Pembuat SK Palsu Caleg Terpilih

Regional
Diduga Lecehkan Santri, Ponpes di Sekotong Lombok Dirusak Warga

Diduga Lecehkan Santri, Ponpes di Sekotong Lombok Dirusak Warga

Regional
Didorong Maju Pilkada, Rumah Petani di Brebes Digeruduk Ribuan Warga

Didorong Maju Pilkada, Rumah Petani di Brebes Digeruduk Ribuan Warga

Regional
Kaget Ada Motor yang Melintas, Truk di Semarang Tabrak Jembatan Penyeberangan Orang

Kaget Ada Motor yang Melintas, Truk di Semarang Tabrak Jembatan Penyeberangan Orang

Regional
Tawuran Pelajar SMK di Jalan Raya Bogor, Satu Tewas akibat Luka Tusukan

Tawuran Pelajar SMK di Jalan Raya Bogor, Satu Tewas akibat Luka Tusukan

Regional
Kunjungi Banyuwangi, Menhub Siap Dukung Pembangunan Sky Bridge

Kunjungi Banyuwangi, Menhub Siap Dukung Pembangunan Sky Bridge

Regional
Berlayar Ilegal ke Australia, 6 Warga China Ditangkap di NTT

Berlayar Ilegal ke Australia, 6 Warga China Ditangkap di NTT

Regional
Video Viral Diduga Preman Acak-acak Salon di Serang Banten, Pelaku Marah Tak Diberi Uang

Video Viral Diduga Preman Acak-acak Salon di Serang Banten, Pelaku Marah Tak Diberi Uang

Regional
Tawuran 2 Kampung di Magelang, Pelaku Kabur, Polisi Amankan 5 Motor

Tawuran 2 Kampung di Magelang, Pelaku Kabur, Polisi Amankan 5 Motor

Regional
Dua Dekade Diterjang Banjir Rob, Demak Rugi Rp 30 Triliun

Dua Dekade Diterjang Banjir Rob, Demak Rugi Rp 30 Triliun

Regional
Rektor Universitas Riau Cabut Laporan Polisi Mahasiwa yang Kritik UKT

Rektor Universitas Riau Cabut Laporan Polisi Mahasiwa yang Kritik UKT

Regional
Pembuang Bayi di Semarang Tinggalkan Surat di Ember Laundry, Diduga Kenali Saksi

Pembuang Bayi di Semarang Tinggalkan Surat di Ember Laundry, Diduga Kenali Saksi

Regional
Pencuri Kain Tenun Adat di NTT Ditembak Polisi Usai 3 Bulan Buron

Pencuri Kain Tenun Adat di NTT Ditembak Polisi Usai 3 Bulan Buron

Regional
Duel Maut 2 Residivis di Temanggung, Korban Tewas Kena Tusuk

Duel Maut 2 Residivis di Temanggung, Korban Tewas Kena Tusuk

Regional
Tungku Peleburan di Pabrik Logam Lampung Meledak, 3 Pekerja Alami Luka Bakar Serius

Tungku Peleburan di Pabrik Logam Lampung Meledak, 3 Pekerja Alami Luka Bakar Serius

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com