Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/10/2022, 13:24 WIB

PURWOREJO, KOMPAS.com- Keharaman permainan capit boneka atau claw machine yang telah dinyatakan oleh Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purworejo diperkuat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purworejo.

Setelah menggelar rapat internal di rumah makan ABK beberapa waktu yang lalu, Komisi Fatwa MUI Purworejo juga secara resmi juga menyatakan haram permainan yang mengandung unsur judi tersebut.

Baca juga: Permainan Capit Boneka Sudah Dinyatakan Haram oleh LBM PCNU, Ini Kata MUI Purworejo
Hal itu disampaikan Ketua Komisi Fatwa MUI Purworejo Yusuf Rosyadi pada Rabu (5/10/2022) saat ditemui dikediamanya di Jl Darut Tauhid, Kedungsari, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Yusuf menyebut, pihaknya telah mengakaji permainan tersebut dengan berbagai ormas yang ada di Kabupaten Purworejo.

Sehingga keputusan fatwa haram tersebut sudah memiliki kekuatan hukum dan legitimasi dari berbagai ormas Islam yang ada di Kabupaten Purworejo.

"Kita sudah membahas ini sudah sekitar satu minggu, akhirnya setelah kita telaah kembali dari berbagai unsur dan referensi yang mengarah kepada permainan itu dinyatakan bahwa permainan itu telah dinyatakan memenuhi syarat untuk dinyatakan haram," katanya.

Baca juga: LBM PCNU Purworejo Sebut Permainan Capit Boneka Haram karena Ada Unsur Judi, DPRD Minta Bupati Terbitkan SE

Yusuf menambahkan, permainan tersebut sudah memenuhi beberapa unsur judi di antaranya yakni ada penyerahan harta dan bersifat untung-untungan.

Keputusan haram oleh MUI Purworejo tersebut ditetapkan pada Selasa (4/9/2022) kemarin.

"Ya pasti ada perdebatan, sebelumnya di LBM PCNU juga sempat alot pembahasannya, tapi memang referensinya lebih kuat (yang mengharamkan)," katanya.

Diketahui sebelumnya,LBM PCNU Kabupaten Purworejo, menetapkan fatwa haram untuk permainan capit boneka berdasarkan hasil keputusan Bahtsul Masail LBM PCNU Kabupaten Purworejo dengan surat keputusan nomor 18/PC.LBMNU /VIII/2022.

Yusuf berharap, dengan keputusan resmi MUI tersebut dapat memberikan kepastian hukum kepada masyarakat khususnya ditingkat Kabupaten Purworejo.

"Surat keputusan ini, akan kita tembuskan ke Kemenag, ke Nahdlatul Ulama, ke pemerintah, dan ke Bupati," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus DBD di Sikka Bertambah Jadi 120 Kasus, Didominasi Anak Usia Sekolah

Kasus DBD di Sikka Bertambah Jadi 120 Kasus, Didominasi Anak Usia Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Hadiri Cap Go Meh Bogor, Ridwan Kamil Pamit ke Warga

BERITA FOTO: Hadiri Cap Go Meh Bogor, Ridwan Kamil Pamit ke Warga

Regional
PPKM Dicabut, Cap Go Meh di Purwokerto Tetap Berlangsung Sederhana

PPKM Dicabut, Cap Go Meh di Purwokerto Tetap Berlangsung Sederhana

Regional
PNS yang Pukul Pedagang Martabak di Lampung Bertugas di Dinkes Pesawaran, Terancam Sanksi Disiplin

PNS yang Pukul Pedagang Martabak di Lampung Bertugas di Dinkes Pesawaran, Terancam Sanksi Disiplin

Regional
6 Penumpang Perahu Terbalik di Mamberamo Raya Ditemukan Tewas, 2 Masih Dicari

6 Penumpang Perahu Terbalik di Mamberamo Raya Ditemukan Tewas, 2 Masih Dicari

Regional
'Oro Oro Kesongo' di Blora Meletus, Sempat Gegerkan Warga

"Oro Oro Kesongo" di Blora Meletus, Sempat Gegerkan Warga

Regional
Saat Jan Ethes Mengaku Tak Takut Barongsai: Tadi Juga Ngasih Angpau

Saat Jan Ethes Mengaku Tak Takut Barongsai: Tadi Juga Ngasih Angpau

Regional
Kemensos Dampingi Perempuan Difabel Korban Kekerasan Seksual di Lampung

Kemensos Dampingi Perempuan Difabel Korban Kekerasan Seksual di Lampung

Regional
Residivis di Bangka Belitung Ditangkap karena Bobol Rumah Warga, Sudah 8 Kali Keluar Masuk Penjara

Residivis di Bangka Belitung Ditangkap karena Bobol Rumah Warga, Sudah 8 Kali Keluar Masuk Penjara

Regional
Gudang Rongsokan di Kabupaten Semarang Terbakar, Sempat Terdengar Ledakan Saat Pemadaman Api

Gudang Rongsokan di Kabupaten Semarang Terbakar, Sempat Terdengar Ledakan Saat Pemadaman Api

Regional
Bocah 4 Tahun yang Jatuh dari Lantai 2 Masjid Al Jabbar Sudah Siuman

Bocah 4 Tahun yang Jatuh dari Lantai 2 Masjid Al Jabbar Sudah Siuman

Regional
Sedang Memancing, Pelajar di Aceh Utara Temukan Mayat di Pinggir Sungai

Sedang Memancing, Pelajar di Aceh Utara Temukan Mayat di Pinggir Sungai

Regional
[POPULER NUSANTARA] Balita Jatuh dari Lantai 2 Masjid Al Jabbar | Ibu Muda di Jambi Lecehkan 11 Anak di Bawah Umur

[POPULER NUSANTARA] Balita Jatuh dari Lantai 2 Masjid Al Jabbar | Ibu Muda di Jambi Lecehkan 11 Anak di Bawah Umur

Regional
3 Warga Aceh Tengah Diamuk Gajah Liar, Satu di Antaranya Tewas

3 Warga Aceh Tengah Diamuk Gajah Liar, Satu di Antaranya Tewas

Regional
Hadiri Perayaan Cap Go Meh Bogor Street Festival, Ridwan Kamil Pamit ke Warga

Hadiri Perayaan Cap Go Meh Bogor Street Festival, Ridwan Kamil Pamit ke Warga

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.