Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Duduk Perkara Tabungan Honorer DPRD Buol Capai Rp 14,8 Triliun, Ternyata Pihak Bank Salah Cetak

Kompas.com - 29/09/2022, 06:16 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com - NNS, seorang honorer di Sekretariat DPRD Buol, Sulawesi Tengah kaget saat tahu saldo rekening tabungannya bertambah hingga menjadi Rp 14,8 triliun

Hal tersebut terungkap saat NNS akan mengurus pencairan Bantuan Subsidi Upah menggunakan rekening lamanya yang dibuat tahun 2018.

Karena menggunakan rekening lama, ia pun menyetorkan uang Rp 100.000 untuk aktivasi. Namun betapa kagetnya saat buku tabungannya dicetak, tertera rekeningnya mencapai Rp 14,8 triliun.

Setelah menerima buku tabungan, NNS kembali ke kantor DPRD Buol untuk kembali bekerja. Ia kemudian memperlihatkan rekeningnya ke Sekretaris Dewan, Ketua DPRD Buol dan rekan-rekannya.

Baca juga: Honorer DPRD Buol Kaget Saldo Rekeningnya Berubah Jadi Rp 14,8 Triliun

Saat dikonfirmasi, Ketua DPRD Buol, Srikandi Batalipu membenarkan telah melihan buku rekaning milik stafnya tersebut.

"Tadi diperlihatkan ke kami," kata Srikandi via telepon, Sabtu (24/9/2022). Srikandi pun meminta NNS melapor ke Polres Buol.

Selain kepada rekan-rekannya, NS pun menceritakan hal tersebut ke suaminya dan telah membuat laporan ke pihak kepolisian karena jumlah rekeningnya sangat besar dan tidak wajar.

Ia dan suami pun berencana konfirmasi ke bank pada Jumat (23/9/2022). Namun karena kesibukan masing-masing rencana tersebut tertunda.

Baca juga: Sempat Viral, Dana Rp 14 Triliun yang Masuk ke Nasabah BNI Ternyata Salah Cetak

Ternyata bank salah cetak

Sementara itu Sekertaris DPRD Kabupaten Buol, Munawir mengatakan, informasi uang Rp 14 triliun lebih yang masuk ke rekening NNS kini sudah diselesaikan dengan cara mediasi pada Senin (26/9/2022).

Menurutnya pihak bank telah mengakui jika ada kesalahan dan meminta maaf.

"Jadi permasalahan dana misterius yang masuk ke rekening NNS sudah diselesaikan dengan cara damai. Kami yang dari DPRD memediasi dengan pihak perbankan dan dari pihak perbankan mengakui jika jumlah dana tersebut tidak betul, terjadi kesalahan cetak dan meminta maaf atas kesalahan tersebut," ungkap Munawir, yang dikonfirmasi via telepon, pada Rabu (28/9/2022).

Saat mediasi, pihak bank sepakat untuk mencoret cetakan rekening yang salah. Selain itu pihak NSS juga telah mencabut laporannya ke polisi agar kasus tersebut tak dilanjutkan lagi.

Baca juga: Soal Video Viral Tak Bisa Buka Rekening karena Terdaftar di 21 Rekening Pinjaman, BNI: Data Terkoneksi ke Paylater

"Jadi proses mediasinya itu terjadi pada hari Senin (26/9/2022) bertempat di sebuah kantor bank BUMN Cabang Buol diterima oleh pimpinan bank dan mereka akui ada kesalahan cetak. Jadi ini murni kesalahan dari pihak bank dan itu mereka akui dihadapan korban," kata Munawir.

Dalam keterangan tertulis, pihak bank menjelaskan, kasus itu terjadi karena nominal yang tertera dalam rekening NNS adalah tidak benar.

Selain itu pihak bank juga membenarkan telah melakukan klarifikasi dan mediasi dengan pihak korban dan keluarganya. Menurutnya ada kesalahan teknis pada perangkat printer komputer saat mencetak buku rekening milik MMS.

Baca juga: Video Viral, Wanita Tak Bisa Buka Rekening karena Data Diduga Sudah Terdaftar di 21 Rekening Pinjaman, Ini Kata BNI

"Jadi bukan kesalahan sistem melainkan kesalahan teknis dalam perangkat printer komputer saat mencetak buku rekening atas kejadian tersebut kami meminta maaf kepada korban dan seluruh nasabah atas ketidak nayaman tersebut," begitu penjelasan pihak Bank.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Mansur | Editor : Robertus Belarminus)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kabur Selama 2 Bulan Usai Cabuli Remaja Putri, Residivis Kasus Pencurian Motor di NTT Ditangkap

Kabur Selama 2 Bulan Usai Cabuli Remaja Putri, Residivis Kasus Pencurian Motor di NTT Ditangkap

Regional
Berkenalan dengan Maya Dewi, Sosok Kartini Masa Kini dari Kota Semarang

Berkenalan dengan Maya Dewi, Sosok Kartini Masa Kini dari Kota Semarang

Regional
Cerita Ning, Gerakkan Ibu-ibu di Demak Sulap Sampah Jadi Rupiah

Cerita Ning, Gerakkan Ibu-ibu di Demak Sulap Sampah Jadi Rupiah

Regional
Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Minggu 21 April 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Minggu 21 April 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Regional
Video Viral Siswi SMA Tak Ikut Ujian karena Tak Bayar Uang Sekolah Rp 50.000

Video Viral Siswi SMA Tak Ikut Ujian karena Tak Bayar Uang Sekolah Rp 50.000

Regional
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Minggu 21 April 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Minggu 21 April 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Regional
Memanas Lagi, Epyardi Diduga Tak Undang Gubernur Sumbar saat HUT Ke-111 Kabupaten Solok

Memanas Lagi, Epyardi Diduga Tak Undang Gubernur Sumbar saat HUT Ke-111 Kabupaten Solok

Regional
Tawuran Antargeng Pelajar di Lhokseumawe, Massa Kejar Pelaku dan Pukul hingga Babak Belur

Tawuran Antargeng Pelajar di Lhokseumawe, Massa Kejar Pelaku dan Pukul hingga Babak Belur

Regional
PDI-P Pangkalpinang Buka Pendaftaran Calon Wali Kota dan Wakil, Kesiapan Finansial Jadi Pertimbangan

PDI-P Pangkalpinang Buka Pendaftaran Calon Wali Kota dan Wakil, Kesiapan Finansial Jadi Pertimbangan

Regional
Jembatan Gantung Putus Diterjang Banjir, Satu Desa di Aceh Utara Terisolasi

Jembatan Gantung Putus Diterjang Banjir, Satu Desa di Aceh Utara Terisolasi

Regional
Disebut Masuk Bursa Pilgub Jateng, Irjen Ahmad Luthfi: Saya Masih Dinas

Disebut Masuk Bursa Pilgub Jateng, Irjen Ahmad Luthfi: Saya Masih Dinas

Regional
Polisi Gagalkan Aksi Pemuda yang Hendak Bunuh Diri di Sumba Barat NTT

Polisi Gagalkan Aksi Pemuda yang Hendak Bunuh Diri di Sumba Barat NTT

Regional
Aktivitas Erupsi Gunung Ruang Menurun, Peringatan Tsunami Dicabut

Aktivitas Erupsi Gunung Ruang Menurun, Peringatan Tsunami Dicabut

Regional
300 Hektar Tanaman Padi Siap Panen Rusak Disapu Banjir di Lebong Bengkulu

300 Hektar Tanaman Padi Siap Panen Rusak Disapu Banjir di Lebong Bengkulu

Regional
Macet Horor Saat Mudik Lebaran di Pelabuhan Merak, Pakar: 'Buffer Zone' Harus segera Dibuat

Macet Horor Saat Mudik Lebaran di Pelabuhan Merak, Pakar: "Buffer Zone" Harus segera Dibuat

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com