Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jaya Suprana
Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan

Penulis adalah pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan.

Menghormati Pengunduran Diri

Kompas.com - 21/09/2022, 08:23 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

TERBERITAKAN bahwa Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Anang Ahmad Syaifudin, memilih mundur dari jabatannya, setelah videonya yang memperlihatkan dia tidak hafal teks Pancasila viral di media sosial.

Keputusan pengunduran diri sebagai Ketua DPRD Lumajang dibacakan saat rapat paripurna pembahasan perubahan rencana anggaran pendapatan dan belanja daerah, di gedung DPRD Kabupaten Lumajang, Senin 12 September 2022.

Sebelumnya, video asli yang berdurasi lebih dari lima menit merekam Anang beberapa kali salah melafalkan teks Pancasila di hadapan puluhan mahasiswa beberapa waktu lalu. Ketika itu para mahasiswa berdemo untuk menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Baca juga: Detik-detik Ketua DPRD Lumajang Salah Ucap Pancasila, 5 Hari Setelahnya Anang Mengundurkan Diri

Dalam surat pengunduran dirinya, Anang Ahmad Syaifudin menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat Lumajang, atas kesalahannya dalam membacakan teks Pancasila.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lumajang itu, menyampaikan bahwa keputusannya mundur dari Ketua DPRD Lumajang, untuk menjaga marwah DPDR Lumajang dan sebagai pembelajaran.

“Keputusan ini murni muncul dari dirinya sendiri tanpa tekanan dari pihak manapun,” ujar Anang.

Sementara itu, keputusan Anang Ahmad Syaifudin mundur dari jabatan Ketua DPRD Lumajang ini sontak membuat sejumlah pimpinan DPRD Kabupaten Lumajang terkejut. Namun, pengunduran diri seorang Ketua DPRD harus melalui mekanisme panjang dan sesuai aturan perundang-undangan.

Saya tidak tahu sejauh mana kebenaran pemberitaan tersebut. Jika ternyata hoaks maka sebaiknya Anda berhenti membaca naskah ini sampai di sini saja, ketimbang bersama saya terkecoh berita abal-abal kreasi omong kosong.

Namun jika berita itu benar adanya maka saya memberikan penghormatan kepada Anang Ahmad Syaifudin, sama halnya dahulu saya memberikan penghormatan kepada DR Yudi Latif ketika mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Pembina Ideologi Pancasia (BPIP) , Yenny Wahid mengundurkan diri dari jabatan komisaris Garuda, serta Gus Mus menolak jabatan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai ormas terbesar di planet Bumi ini, maupun Sophan Sophiaan mengundurkan diri dari kursi empuk DPR RI.

Sikap eling dan waspada

Menurut pendapat saya, Mas Anang, Mas Yudi, Mbak Yenny, Gus Mus, Mas Sophan merupakan para putera-puteri terbaik Indonesia yang senantiasa eling lan waspada bahwa jabatan kelembagaan pada hakikatnya merupakan beban tanggung jawab besar dan berat terhadap negara, bangsa dan rakyat.

Baca juga: Mundur dari Posisi Ketua DPRD Lumajang adalah Obat untuk Menyudahi Kegaduhan

Tatkala diri merasa tidak sanggup mengemban apalagi mengejawantahkan tugas jabatan yang tidak sesuai suara nurani, memang ambeg para amarta beserta belaka dan legawa secara kesatria mengundurkan diri jauh lebih bijak ketimbang gigih bersikeras maju tak gentar memaksakan diri lanjut bertengger di atas takhta kekuasaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Kamis 29 Februari 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Kamis 29 Februari 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Regional
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Kamis 29 Februari 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Kamis 29 Februari 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Regional
Antrean Panjang Warga Maluku Barat Daya demi Dapatkan BBM

Antrean Panjang Warga Maluku Barat Daya demi Dapatkan BBM

Regional
Saat Pj Wali Kota Pontianak Serahkan Lukisan Ampas Kopi ke Jokowi

Saat Pj Wali Kota Pontianak Serahkan Lukisan Ampas Kopi ke Jokowi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Dosen Naik Kuda Gara-gara BBM Naik | Kasus Jual Aset Asrama di Yogyakarta

[POPULER NUSANTARA] Dosen Naik Kuda Gara-gara BBM Naik | Kasus Jual Aset Asrama di Yogyakarta

Regional
Harga Beras di Sumbawa Barat 19.000 Per Kilogram, Pemda Bakal Gelar Operasi PasarĀ 

Harga Beras di Sumbawa Barat 19.000 Per Kilogram, Pemda Bakal Gelar Operasi PasarĀ 

Regional
Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Kamis 29 Februari 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Kamis 29 Februari 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Regional
Bocah 3 Tahun Jatuh dari KM Sabuk Nusantara Saat Orangtua Diduga Tertidur

Bocah 3 Tahun Jatuh dari KM Sabuk Nusantara Saat Orangtua Diduga Tertidur

Regional
Bawaslu Serang Temukan Dugaan Penggelembungan Suara Caleg di 7 TPS

Bawaslu Serang Temukan Dugaan Penggelembungan Suara Caleg di 7 TPS

Regional
Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Kamis 29 Februari 2024, dan Besok: Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Kamis 29 Februari 2024, dan Besok: Berawan Sepanjang Hari

Regional
Hidup Tertatih di Tengah Abrasi Pesisir Utara Semarang

Hidup Tertatih di Tengah Abrasi Pesisir Utara Semarang

Regional
Pertemuan Satgas Cartenz dengan Pihak Selandia Baru dan Perkembangan Pembebasan Philip

Pertemuan Satgas Cartenz dengan Pihak Selandia Baru dan Perkembangan Pembebasan Philip

Regional
Pemprov Jateng Bakal Gelar 100 Pasar Murah hingga Lebaran

Pemprov Jateng Bakal Gelar 100 Pasar Murah hingga Lebaran

Regional
Cerita Mbah Tamsilah soal Banjir Demak, Tahun 2024 yang Paling Parah

Cerita Mbah Tamsilah soal Banjir Demak, Tahun 2024 yang Paling Parah

Regional
'Sedih, Rasanya sampai Mau Menangis, Semua Harga Barang Naik'

"Sedih, Rasanya sampai Mau Menangis, Semua Harga Barang Naik"

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com