Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 31/07/2022, 17:36 WIB

LUMAJANG, KOMPAS.com - Fenomena embun es yang terjadi di Ranupane, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi perhatian banyak orang.

Selain karena keindahannya, fenomena langka ini juga jadi pembicaraan.

Sebab, secara geografis, Indonesia berada di wilayah dengan iklim tropis.

Sehingga, tidak memungkinkan ada musim salju seperti di Eropa.

Baca juga: Ribuan Ikan di Ranu Klakah Lumajang Mabuk dan Mengapung, Warga Berebut Menangkap

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Badan meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Malang Ahmad Luthfi mengatakan, embun es merupakan fenomena berulang yang terjadi di daerah dengan elevasi (ketinggian suatu tempat terhadap daerah sekitarnya) tinggi.

Dia menuturkan, ada tiga faktor yang mempengaruhi adanya embun es. Pertama, monsun (pergantian arah angin dan musim) Australia.

Kedua, tidak ada tutupan awan pada malam hari sehingga pantulan panas terjadi tanpa penghalang.

Ketiga, terjadi di daerah dataran tinggi sehingga suhu udara bisa mendekati nol derajat celcius.

 

"Fenomena yang berulang saja, karena terjadi di daerah dengan elevasi tinggi sehingga terjadi embun beku," kata Agus, melalui pesan singkat, pada Minggu (31/7/2022).

Meski begitu, pihaknya belum bisa menyebutkan secara gamblang terkait efek yang ditimbulkan embun beku terhadap ekosistem di daerah terdampak.

Baca juga: Beredar Jadwal Acara Perayaan HUT RI di Lumajang, Sekda: Informasi Itu Tidak Benar

"Terkait dampak saya tidak bisa memberikan statement, bisa bertanya langsung dengan petani yang mengalami hal tersebut," pungkas dia.

Untuk diketahui, Fenomena embun es terjadi di Ranupane sejak seminggu terakhir.

Biasanya fenomena ini akan terus terjadi sampai bulan September tergantung cuaca.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Uang Rp 654 Juta di Rekening Milik Anggota DPRD Raib | Warga Tewas Terlilit Ular Piton

[POPULER NUSANTARA] Uang Rp 654 Juta di Rekening Milik Anggota DPRD Raib | Warga Tewas Terlilit Ular Piton

Regional
Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 4 Februari 2023: Siang hingga Malam Hujan

Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 4 Februari 2023: Siang hingga Malam Hujan

Regional
Perjuangan Ibu di Manggarai Timur Hidupi 4 Anaknya, Sang Suami Alami Gangguan Jiwa

Perjuangan Ibu di Manggarai Timur Hidupi 4 Anaknya, Sang Suami Alami Gangguan Jiwa

Regional
Menerka Keseriusan Kaesang Pangarep Terjun ke Dunia Politik...

Menerka Keseriusan Kaesang Pangarep Terjun ke Dunia Politik...

Regional
Cak Imin Usul Gubernur Dihapus, FX Rudy Beri Sindiran: Belum Pernah Jadi Gubernur Soalnya

Cak Imin Usul Gubernur Dihapus, FX Rudy Beri Sindiran: Belum Pernah Jadi Gubernur Soalnya

Regional
Gelapkan Dana Nasabah Rp 400 Juta, Mantan Karyawan Koperasi di TTU Jadi Tersangka

Gelapkan Dana Nasabah Rp 400 Juta, Mantan Karyawan Koperasi di TTU Jadi Tersangka

Regional
Curi Ponsel Warga yang Tertidur Usai Karaoke, Pria di Sumbawa Ditangkap Polisi

Curi Ponsel Warga yang Tertidur Usai Karaoke, Pria di Sumbawa Ditangkap Polisi

Regional
Viral Video Buruh Tidak Dibayar Uang Lembur, Ganjar Terjunkan Tim untuk Mediasi ke Grobogan

Viral Video Buruh Tidak Dibayar Uang Lembur, Ganjar Terjunkan Tim untuk Mediasi ke Grobogan

Regional
Peringati Hari BUMDesa, Mendes Halim Promosikan Produk Olahan Kepulauan Riau

Peringati Hari BUMDesa, Mendes Halim Promosikan Produk Olahan Kepulauan Riau

Regional
Buruh Pabrik di Grobogan dan Bosnya dari India Dimediasi, Begini Hasilnya

Buruh Pabrik di Grobogan dan Bosnya dari India Dimediasi, Begini Hasilnya

Regional
Logo TNI Kembali Terpasang di Kantor Pemkot, Wali Kota Magelang Berencana Temui Panglima TNI

Logo TNI Kembali Terpasang di Kantor Pemkot, Wali Kota Magelang Berencana Temui Panglima TNI

Regional
Warga Solo Bisa Ajukan Keringanan Pembayaran PBB, Begini Caranya

Warga Solo Bisa Ajukan Keringanan Pembayaran PBB, Begini Caranya

Regional
Pantai Tirtayasa di Bandar Lampung: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Aktivitas

Pantai Tirtayasa di Bandar Lampung: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Aktivitas

Regional
Banjir Bandang Terjang 2 Desa di Sumbawa, 2 Rumah Hanyut

Banjir Bandang Terjang 2 Desa di Sumbawa, 2 Rumah Hanyut

Regional
Pengiriman PMI ke Arab Saudi Dibuka Lagi, Disnakertrans NTB Ingatkan Warga Tak Tempuh Jalur Ilegal

Pengiriman PMI ke Arab Saudi Dibuka Lagi, Disnakertrans NTB Ingatkan Warga Tak Tempuh Jalur Ilegal

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.