Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Modus Baru Peredaran Narkoba di Banjarmasin, Pelaku Selipkan Sabu di Kipas Angin

Kompas.com - 16/06/2022, 14:13 WIB
Andi Muhammad Haswar,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Modus baru peredaran narkoba di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil digagalkan aparat Polresta Banjarmasin.

Petugas berhasil menangkap pelaku EM (33) yang kedapatan menyelipkan narkoba jenis sabu ke kipas angin saat bertransaksi. Dalam kipas angin tersebut ditemukan 1 paket sabu siap edar.

"Ini modus baru yang dilakukan EM setiap transaksi menyelipkan narkoba pada barang elektronik yang diserahkan kepada kurir ataupun pembeli," ujar Kapolresta Banjarmasin, Kombes Sabana Atmojo dalam keterangan yang diterima, Kamis (16/6/2022).

Baca juga: Usut Penyebab Kematian Tahanan Narkoba, Propam Polda Kalsel Periksa Sejumlah Anggota Polresta Banjarmasin

Tak hanya itu, petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Banjarmasin juga menemukan 19 paket lainnya dari hasil pengembangan.

"Keseluruhan barang bukti yang berhasil kami amankan sebanyak 20 paket sabu-sabu berbagai ukuran dengan berat netto 180,56 Gram," jelasnya.

EM kata Sabana mengedarkan sabu menggunakan barang elektronik untuk mengelabui petugas.

Tak hanya sekali, EM diduga sering menggunakan modus ini dalam mengedarkan sabu kepada pembelinya. Namun, berkat laporan masyarakat, modus baru peredaran narkoba jenis sabu ini akhirnya bisa terungkap.

"Terima kasih kepada masyarakat. Saya juga mohon doa agar kami diberikan kekuatan dan keberhasilan dalam setiap pelaksanaan tugas," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pleno Tingkat Kecamatan, Perolehan PDI-P di Solo Turun Jadi 20 Kursi

Pleno Tingkat Kecamatan, Perolehan PDI-P di Solo Turun Jadi 20 Kursi

Regional
Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Jumat 1 Maret 2024, dan Besok: Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Jumat 1 Maret 2024, dan Besok: Tengah Malam ini Hujan Ringan

Regional
Hindari Jalan Berlubang, Warga di Demak Tewas Terlindas Truk

Hindari Jalan Berlubang, Warga di Demak Tewas Terlindas Truk

Regional
Tak Terima Ditilang, Pengendara di Bima Berdoa di Tengah Jalan agar Polisi Dapat Hidayah

Tak Terima Ditilang, Pengendara di Bima Berdoa di Tengah Jalan agar Polisi Dapat Hidayah

Regional
Petugas Panwaslu di Mimika Hilang 17 Hari, Tubuh Penuh Luka Goresan Saat Ditemukan

Petugas Panwaslu di Mimika Hilang 17 Hari, Tubuh Penuh Luka Goresan Saat Ditemukan

Regional
Kapolda Maluku Copot Kapolsek Manipa karena Malas Berkantor

Kapolda Maluku Copot Kapolsek Manipa karena Malas Berkantor

Regional
Sidang Lanjutan Wanprestasi, Pihak Gibran Tegaskan Tak Ada Perjanjian dengan Almas

Sidang Lanjutan Wanprestasi, Pihak Gibran Tegaskan Tak Ada Perjanjian dengan Almas

Regional
Dua Kecamatan Jadi Sorotan, Ratusan Polisi-TNI Amankan Rekapitulasi KPU Lombok Barat

Dua Kecamatan Jadi Sorotan, Ratusan Polisi-TNI Amankan Rekapitulasi KPU Lombok Barat

Regional
Prabowo-Gibran Unggul di Pilpres, Gerindra Blora Klaim Suaranya Bertambah

Prabowo-Gibran Unggul di Pilpres, Gerindra Blora Klaim Suaranya Bertambah

Regional
Cerita Parjianto, Jual Durian dengan Harga Rp 15.000, Sehari Laku 700 Buah

Cerita Parjianto, Jual Durian dengan Harga Rp 15.000, Sehari Laku 700 Buah

Regional
Jaksa Tuntut Kades Terjaring OTT di Sumbawa Barat 7 Tahun Penjara

Jaksa Tuntut Kades Terjaring OTT di Sumbawa Barat 7 Tahun Penjara

Regional
Pelajar Ketahuan Bawa Senjata Tajam, Polresta Magelang Tutup Peluang 'Restorative Justice'

Pelajar Ketahuan Bawa Senjata Tajam, Polresta Magelang Tutup Peluang "Restorative Justice"

Regional
Suara PDI-P di Salatiga Tetap Unggul, tapi Jumlahnya Menurun

Suara PDI-P di Salatiga Tetap Unggul, tapi Jumlahnya Menurun

Regional
Anak Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu Kandung di Aceh Besar

Anak Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu Kandung di Aceh Besar

Regional
'Memang Jatahnya Lahirnya Tanggal Segitu, Masa Mau Ditahan, Mau Kembali ke Rahim”

"Memang Jatahnya Lahirnya Tanggal Segitu, Masa Mau Ditahan, Mau Kembali ke Rahim”

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com