Kompas.com - 01/05/2022, 17:47 WIB

LOMBOK TENGAH, KOMPAS.com- Bandara Internasional Lombok (BIL), Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali melayani penerbangan internasional Kuala Lumpur, Malaysia-Lombok dan sebaliknya, setelah sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.

Pada Minggu, (1/5/2022) pukul 11.57 WITA, Pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ-462 dari Kuala Lumpur, kembali mendarat di Bandara Lombok. 

Tercatat sebanyak 137 penumpang yang dibawa pesawat jenis Airbus A320 tersebut. Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali dari Malaysia. 

"Pembukaan kembali rute internasional ini merupakan momentum bagi kebangkitan pariwisata Lombok dan NTB. Diharapkan hal ini menjadi pembuka bagi masuknya rute-rute internasional dari bandara lain menuju Lombok," kata General Manager (GM) Bandara Lombok Rahmat, Adil Indrawan dalam keterangan tertulisnya. 

Baca juga: Penerbangan Internasional Bandara Kualanamu Kembali Dibuka, 150 Penumpang dari Malaysia Tiba di Indonesia

Dia memastikan bahwa Bandara Lombok siap melayani dengan sebaik-baiknya siapapun yang akan datang ke wilayah tersebut. 

Menurutnya, pengalaman perhelatan World Superbike dan MotoGP merupakan bentuk komitmen Bandara Lombok untuk menyambut kedatangan penumpang dari belahan dunia manapun.

"Berkaca dari pengalaman kami menyambut para tamu event WSBK 2021 dan MotoGP Maret 2022 lalu, tentunya kami siap menyambut kedatangan wisatawan internasional. Termasuk juga para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang merupakan pahlawan devisa negara kita,” ujar Adil.

Diterangkan Adil, maskapai AirAsia akan melayani penerbangan Kuala Lumpur-Lombok maupun sebaliknya setiap hari.

AirAsia QZ-462 dari Kuala Lumpur akan berangkat pukul 08.25 waktu setempat dan tiba di Lombok pukul 11.30 WITA. Sedangkan AirAsia QZ-463 akan berangkat dari Lombok pukul 10.30 WITA dan dijadwalkan tiba di Kuala Lumpur pukul 13.30 waktu setempat.

“Kami berharap ke depan akan makin banyak maskapai yang memanfaatkan penerbangan internasional di Bandara Lombok, sehingga akan membawa dampak positif bagi industri pariwisata di Lombok dan NTB. Dengan demikian akan tercipta multiplier effect bagi kemajuan perekonomian daerah maupun nasional,” kata Adil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puan Maharani Dicurhati Petani soal 2 Hal Ini Saat Berkunjung ke Brebes

Puan Maharani Dicurhati Petani soal 2 Hal Ini Saat Berkunjung ke Brebes

Regional
Anggota TNI Pelaku Penusukan Kepala Rumah Sakit LB Moerdani Merauke Akan Dipecat

Anggota TNI Pelaku Penusukan Kepala Rumah Sakit LB Moerdani Merauke Akan Dipecat

Regional
Longsor di Kawasan Tambang Ilegal Maluku, 2 Bocah Kembar dan Ayahnya Hilang

Longsor di Kawasan Tambang Ilegal Maluku, 2 Bocah Kembar dan Ayahnya Hilang

Regional
Saat Dampingi Jokowi di Semarang, Ganjar Diteriaki Warga 'Ganteng Seperti Arjuna'

Saat Dampingi Jokowi di Semarang, Ganjar Diteriaki Warga "Ganteng Seperti Arjuna"

Regional
Kronologi Penemuan 43 Paket Kokain Misterius di Anambas, Ternyata Ditemukan Warga Saat Cari Barang Bekas

Kronologi Penemuan 43 Paket Kokain Misterius di Anambas, Ternyata Ditemukan Warga Saat Cari Barang Bekas

Regional
12 Puskesmas di Bantul Kini Menggunakan Jamu untuk Pengobatan Pasien

12 Puskesmas di Bantul Kini Menggunakan Jamu untuk Pengobatan Pasien

Regional
Bus Perintis Angkutan Pedesaan di Soloraya Terus Menurun, Ini Penyebabnya

Bus Perintis Angkutan Pedesaan di Soloraya Terus Menurun, Ini Penyebabnya

Regional
Unjuk Rasa Tolak Tambang Pasir Besi Ilegal di Seluma, Gubernur Bengkulu: Saya Dukung

Unjuk Rasa Tolak Tambang Pasir Besi Ilegal di Seluma, Gubernur Bengkulu: Saya Dukung

Regional
Pelabuhan Paotere: Sejarah Singkat, Daya Tarik, dan Harga Tiket

Pelabuhan Paotere: Sejarah Singkat, Daya Tarik, dan Harga Tiket

Regional
Poster 'My Pertamina Apakah Solusi?' Sambut Kedatangan Erick Thohir di Unsoed

Poster "My Pertamina Apakah Solusi?" Sambut Kedatangan Erick Thohir di Unsoed

Regional
Gudang Logistik Perusahan di Pulau Seram Terbakar, Kerugian Diperkirakan Rp 4 Miliar

Gudang Logistik Perusahan di Pulau Seram Terbakar, Kerugian Diperkirakan Rp 4 Miliar

Regional
Mandiri Energi dari Desa Banyumas: Sudah Ada Pembangkit Tenaga Hidro, Warga Tolak Listrik PLN

Mandiri Energi dari Desa Banyumas: Sudah Ada Pembangkit Tenaga Hidro, Warga Tolak Listrik PLN

Regional
Hendi Senang, Kedatangan Presiden Jokowi dan Megawati Membuat Hotel-hotel di Semarang Penuh

Hendi Senang, Kedatangan Presiden Jokowi dan Megawati Membuat Hotel-hotel di Semarang Penuh

Regional
Selamatkan Alat Pancing yang Terjatuh, Pemuda di Bitung Malah Hanyut di Pantai

Selamatkan Alat Pancing yang Terjatuh, Pemuda di Bitung Malah Hanyut di Pantai

Regional
Perahu Terbalik Saat Cari Ikan di Laut, Kakek Ditemukan Tewas, Cucu 4 Tahun Hilang

Perahu Terbalik Saat Cari Ikan di Laut, Kakek Ditemukan Tewas, Cucu 4 Tahun Hilang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.