Kompas.com - 28/04/2022, 20:54 WIB

PURWOREJO, KOMPAS.com - Proses pembayaran uang ganti rugi (UGR) lahan tambang quarry Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah, dilaksanakan dan diawasi langsung Bupati Agus Bastian.

Hal itu dilakukan untuk memastikan pembayaran berjalan UGR dilakukan dengan tertib.

Agus hadir didampingi Kabag Prokopim Rita Purnama, dan disambut Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Purworejo, Andri Kristanto, beberapa pejabat BBWS-SO, dan Forkopimcam Bener.

Baca juga: Pemerintah Gelontorkan Rp 335 Miliar untuk 233 Warga Terdampak Tambang Andesit di Wadas

Penyerahan UGR lahan quarry Desa Wadas yang dipusatkan di Balai Desa Cacaban Kidul ini dilakukan selama 2 hari, yakni pada Rabu-Kamis (27-28/4/2022).

Agus Bastian mengimbau pada warga yang menerima UGR agar memanfaatkan uang tersebut dengan sebaik-baiknya.

"Ya saya berharap warga mampu mengelola uangnya dengan bijak. Jangan sampai digunakan untuk hal-hal yang tidak penting sehingga akan menyesal di belakang. Gunakan untuk misalnya mencari lahan baru, membangun tempat tinggal, atau pun memulai usaha untuk masa depanya," katanya lewat rilis, Kamis (28/4/2022)

Mengenai adanya sejumlah warga yang masih belum menyetujui quarry, Bupati Agus Bastian berharap agar pihak tersebut bisa menyadari bahwa proyek ini untuk kepentingan masyarakat luas yang lebih besar.

Masyarakat yang menolak juga dapat menyusul warga yang sudah menyetujui adanya tambang quarry.

Agus mencontohkan pada Kamis ini, uang ganti rugi yang dibayarkan kepada warga di Wadas berjumlah Rp 6.329.069.351 atau Rp 6,3 miliar, dengan luas lahan 3.836 meter persegi. Si pemilik diketahui bernama Maeka Zuliana.

Baca juga: 233 Pemilik Lahan di Desa Wadas Terima Rp 335 Miliar Uang Ganti Rugi

"Kami dari pemerintah daerah terus memantau ini, dan kami juga berterima kasih kepada pemerintah pusat maupun semua pihak yang telah membantu atas lancarnya pengadaan lahan PSN ini," jelasnya.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS-SO) Dwi Purwantoro mengatakan, total pemerintah menggelontorkan dana Rp 355 miliar untuk membayar tanah warga yang akan diambil batu andesitnya.

Dwi menjelaskan, terdapat 296 bidang yang akan dibayarkan dengan luas lahan 46,6 hektar.

"Pembayaran dibagi menjadi 2 hari, hari pertama membayar 162 bidang milik 129 orang. Sedangkan hari kedua membayar 134 bidang milik 102 warga terdampak quarry.

Menurut Dwi, Jumlah tanah terdampak quarry yang belum dilakukan pengukuran kurang lebih 300 bidang. Hingga saat ini proses pembebasan tanah untuk bendungan Bener telah mencapai 83 persen, termasuk pembebasan lahan quarry di Desa Wada

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klarifikasi BEM Untirta soal Mahasiswa Baru Dijemur Berjam-jam hingga Pingsan

Klarifikasi BEM Untirta soal Mahasiswa Baru Dijemur Berjam-jam hingga Pingsan

Regional
Kompol CB, Perwira Polres Sorong Kota yang Terlibat Narkoba Terancam Dipecat

Kompol CB, Perwira Polres Sorong Kota yang Terlibat Narkoba Terancam Dipecat

Regional
Pria di Pontianak Tunjukkan Kemaluan dan Cabuli Gadis Remaja 14 Tahun

Pria di Pontianak Tunjukkan Kemaluan dan Cabuli Gadis Remaja 14 Tahun

Regional
 Prajurit Perbatasan Indonesia-Malaysia Tangkap 3 Penyelundup Narkoba, Sempat Terjadi Kontak Tembak

Prajurit Perbatasan Indonesia-Malaysia Tangkap 3 Penyelundup Narkoba, Sempat Terjadi Kontak Tembak

Regional
Kelebihan Kelapa Genjah yang Ditanam Presiden Jokowi di Boyolali, Bisa Berbuah hingga 180 Biji Per Pohon

Kelebihan Kelapa Genjah yang Ditanam Presiden Jokowi di Boyolali, Bisa Berbuah hingga 180 Biji Per Pohon

Regional
5 Alat Musik Tradisional dari Sulawesi Selatan dan Cara Memainkannya

5 Alat Musik Tradisional dari Sulawesi Selatan dan Cara Memainkannya

Regional
Ungkap Perilaku Bharada E Semasa Sekolah, Kepala Sekolah SMAN 10 Manado: Kami Kaget

Ungkap Perilaku Bharada E Semasa Sekolah, Kepala Sekolah SMAN 10 Manado: Kami Kaget

Regional
Resmikan OPOP Kalsel Expo di Banjarbaru, Wapres Harapkan Pesantren Jadi Pelopor Ekonomi Rakyat

Resmikan OPOP Kalsel Expo di Banjarbaru, Wapres Harapkan Pesantren Jadi Pelopor Ekonomi Rakyat

Regional
Dosen Unri yang Diduga Cabuli Mahasiswa Divonis Bebas, Pengacara: Sekarang Jelas Pak Syafri Harto Tidak Bersalah

Dosen Unri yang Diduga Cabuli Mahasiswa Divonis Bebas, Pengacara: Sekarang Jelas Pak Syafri Harto Tidak Bersalah

Regional
Viral, Video 2 Pria Selamatkan Wanita yang Hendak Lompat dari Jembatan Gantung di Kupang

Viral, Video 2 Pria Selamatkan Wanita yang Hendak Lompat dari Jembatan Gantung di Kupang

Regional
Diduga Terimpit Ekonomi, IRT di Sumsel Ditemukan Tewas Gantung Diri oleh Anaknya

Diduga Terimpit Ekonomi, IRT di Sumsel Ditemukan Tewas Gantung Diri oleh Anaknya

Regional
Kades di Muba Sumsel Jadi Korban Penembakan, Ditemukan Terkapar di Pinggir Jalan

Kades di Muba Sumsel Jadi Korban Penembakan, Ditemukan Terkapar di Pinggir Jalan

Regional
Presiden Jokowi Sebut Pemerintah Siapkan Industrialisasi Kelapa Genjah

Presiden Jokowi Sebut Pemerintah Siapkan Industrialisasi Kelapa Genjah

Regional
Bupati Harapkan Penanaman Kelapa Genjah Dukung Agrowisata di Boyolali

Bupati Harapkan Penanaman Kelapa Genjah Dukung Agrowisata di Boyolali

Regional
Pintu Maaf Keluarga Brigadir J untuk Ferdy Sambo dan Bharada E, Samuel: Tetapi Hukum Terus Berjalan

Pintu Maaf Keluarga Brigadir J untuk Ferdy Sambo dan Bharada E, Samuel: Tetapi Hukum Terus Berjalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.