Kompas.com - 22/04/2022, 05:45 WIB
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Tepat setahun lalu, kapal selam KRI Nanggala-402 dilaporkan hilang kontak di Perairan Bali pada Rabu, 21 April 2021

Setelah melakukan pencarian selama tiga hari atau 72 jam, kapal selam buatan Jerman 1978 itu dinyatakan tenggelam pada 24 April 2021.

Sebanyak 53 kru kapal dinyatakan gugur. Nanggala akhirnya tenggelam ‘on eternal patrol’ atau dalam patroli keabadian.

Baca juga: Rumah Ahli Waris Prajurit KRI Nanggala-402 di Sidoarjo Hampir Rampung, Akhir Tahun Sudah Bisa Ditempati

Menyelam untuk persiapan tembakan torpedo

Peristiwa Nanggala berawal saat kapal serang bermotor diesel-listrik tipe U-209 itu memulai latihan perang di Perairan Bali pada pukul 02.30 Wita.

Sekitar pukul 03.00 Wita, Nanggala dizinkan untuk menyelam di kedalaman 13 meter untuk persiapan latihan perang menembakkan torpedo.

Sebagai syarat prosedur latihan, sea rider penjejak yang di dalamnya terdapat Komando Pasukan Katak (Kopaska) telah bersiap mendampingi kapal selam.

Baca juga: Panglima TNI Serahkan 53 Rumah pada Ahli Waris Pahlawan KRI Nanggala-402

Jika torpedo meluncur, sea rider akan mengikuti.

Ketika itu, geladak haluan dan conning tower masih terlihat oleh tim penjejak dalam jarak 50 meter.

Pukul 03.00 Wita, kru kapal meminta izin menyelam di kedalaman 13 meter untuk bersiap menembak torpedo. Namun, sekitar 16 menit kemudian kejanggalan terjadi.

Sea rider memonitor periskop dan lampu pengenal dari KRI Nanggala-402 yang perlahan mulai menyelam dan tak terlihat.

Baca juga: Pemkot Surabaya Beri Bantuan Modal Usaha pada 11 Istri Patriot KRI Nanggala 402 yang Gugur

Kapal berjuluk monster laut itu seharusnya meminta otorisasi penembakan, tetapi saat dipanggil, tak ada respons apa pun.

Nanggala dinyatakan hilang kontak pada pukul 03.46 waktu setempat.

Pemerintah melalui TNI AL mengerahkan tiga KRI untuk mencari Nanggala yakni KRI Raden Eddy Martadinata-313, KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan KRI Diponegoro-365.

Lalu sekitar pukul 07.00 ditemukan tumpahan solar di lokasi penyelaman kapal Nanggala.

 

Hanya bisa bertahan 72 jam dalam kondisi black out

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meletakkan karangan bunga di Monumen KRI Nanggala 402 di Markas Komando Utama TNI Angkatan Laut Koarmada II, Surabaya, Kamis (31/3/2022) pagi.Dokumentasi/BPMI Setwapres Wakil Presiden Ma'ruf Amin meletakkan karangan bunga di Monumen KRI Nanggala 402 di Markas Komando Utama TNI Angkatan Laut Koarmada II, Surabaya, Kamis (31/3/2022) pagi.
Kala itu, Nanggala diduga berada di palung dengan kedalaman 700 meter di laut Bali. Padahal kapal tersebut kedalaman maksimal adalah 500 meter.

Piahk TNI AL juga mendeteksi adanya kemagnetan tinggi pada kedalaman antara 50 meter hingga 100 meter di salah satu titik pencarian Nanggala.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo kala itu menyebutkan jika cadangan oksigen Nanggala hanya bisa bertahan 72 jam dalam kondisi black out.

Sebelum 72 jam sejak dinyatakan hilang kontak, bantuan dari pihak luar negeri berdatangan untuk membantu Nanggala. Seperti dari China, Malaysia, Singapura, Australia dan Amerika Serikat.

Baca juga: Pemkot Surabaya Beri Bantuan Modal Usaha pada 11 Istri Patriot KRI Nanggala 402 yang Gugur

Namun setelah 72 jam pencarian, pada Sabtu, 24 April 2021, KRI Nanggala-402 dinyatakan tengelam.

"Pagi dini hari tadi merupakan batas akhir live support berupa ketersediaan oksigen di KRI Nanggala selama 72 jam. Unsur-unsur TNI AL telah menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang menjadi bukti otentik menuju fase tenggelamnya KRTI Nanggala," ujar Panglima TNI Hadi Tjahjanto dalam konferensi pers, Sabtu (24/4/2021).

Beberapa barang yang ditemukan di Perairan Bali adalah pelurus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin dan botol oranye pelumas periskop kapal selama.

Selaian itu ditemukan alat shallat milik ABK Nanggala serta spons untuk menahan panas.

"Dengan adanya bukti otentik Nanggala, maka pada saat ini kita isyaratkan dari submiss menjadi subsunk," ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono.

Baca juga: Eks Komandan KRI Nanggala-402 Kenang Soliditas Dunia Bantu Cari Sang “Monster Bawah Laut”

Berada di kealaman 838 meter

Warga membawa bunga dan berdoa untuk seluruh awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang di perairan utara Pulau Bali saat aksi simpatik di Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/4/2021). Aksi simpatik tersebut sebagai dukungan moril dan harapan agar seluruh awak kapal selam KRI Nanggala-402 dapat segera dievakuasi. ANTARA FOTO/Maulana Surya/aww.ANTARA FOTO/Maulana Surya Warga membawa bunga dan berdoa untuk seluruh awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang di perairan utara Pulau Bali saat aksi simpatik di Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/4/2021). Aksi simpatik tersebut sebagai dukungan moril dan harapan agar seluruh awak kapal selam KRI Nanggala-402 dapat segera dievakuasi. ANTARA FOTO/Maulana Surya/aww.
Selama operasi pengangkatan KRI Nanggala-402, petugas gabungan melakukan penyelaman sebanyak 20 kali.

Penyelaman ini mengandung risiko besar mengingat bangkai kapal tenggelam di kedalaman 838 meter.

Namun, upaya tersebut tetap membuahkan hasil.

Upaya operasi pengangkatan itu berhasil mengidentifikasi sejumlah bagian kapal selam dan mengangkat puluhan benda.

Seluruh benda dari KRI Nanggala-402 yang ditemukan di dasar laut itu, termasuk dua sekoci (liferaft) yang masing-masing berbobot sekitar 700 kilogram, sudah diserahkan ke TNI AL.

Baca juga: Mengenang Kritisnya Komandan KRI Nanggala-402, Jangan Sekadar “Asal Bapak Senang

Misi ini juga berhasil mengangkat material-material penting.

Operasi pengangkatan didasari hasil citra temuan KRI Rigel-933 yang kemudian diobservasi kapal Singapura, MW Swift Rescue.

Dari 13 kali operasi bawah laut bersama pihak China, tim mendapatkan gambar dan video bagian kapal lebih lengkap.

Diketahui jika bagian KRI Nanggala-402 terbelah tiga. Yang sudah teridentifikasi dan diketahui posisinya adalah haluan (bow section), anjungan (sail section), dan buritan (stern section).

Namun, letak bagian-bagian kapal selam itu terpantau berjarak.

Baca juga: Serahkan 53 Rumah Ahli Waris Prajurit Nanggala-402, Panglima TNI: Semoga Bermanfaat

Monumen KRI Nanggala-402 yang berlokasi di sekitar Markas Komando Armada (Koarmada) II, Surabaya, Jawa Timur.Dispenal Monumen KRI Nanggala-402 yang berlokasi di sekitar Markas Komando Armada (Koarmada) II, Surabaya, Jawa Timur.
Haluan dan anjungan terpantau berjarak 107 meter, sedangkan buritan dan anjungan terpisah 36 meter.

Lokasi haluan kapal selam dan titik acuan perkiraan kedaruratan (datum) sekitar 47 meter.

Dasar perairan lokasi Nanggala digambarkan berlumpur dan sejumlah barang dan bagian kapal selam ditemukan dalam kondisi tertimbun lumpur.

Hasil observasi bawah laut juga menemukan adanya area yang belum teridentifikasi dan diperkirakan sebagai kawah (crater) di dasar perairan dengan diameter 36 meter dan kedalamannya diperkirakan 10-15 meter.

Baca juga: Petani yang Lecehkan Istri Awak KRI Nanggala-402 Dituntut 1 Tahun Penjara

Berakhirnya operasi ini menjadi puncak upaya seluruh petugas menyelamatkan sisa-sisa dari peristiwa KRI Nanggala-402.

Kini, bangkai KRI Nanggala-402 bersemayam dengan seluruh kru Hiu Kencana di samudera keabadian.

Untuk mengenang gugurnya 53 kru KRI Nanggala di Perairan Bali, TNI AL membangun monumen kapal selam di Koarmada II Surabaya.

Peletakan batu pertama pembangunan dilakukan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono pada Kamis (3/5/2021).

Baca juga: Kenang Kru KRI Nanggala-402, KSAL Bangun Monumen Kapal Selam di Surabaya

Ukuran monumen dibangun sama persis dengan ukuran bentuk KRI Nanggala. Di dalamnya berisi berbagai kenangan dari Nanggala.

"Besarnya satu banding satu, di dalamnya berisi sejarah pembangunan dan juga para syuhada atau pahlawan yang gugur bersama KRI Nanggala 21 April lalu," kata dia, di Koarmada II Surabaya, Kamis.

Selain itu monumen tersebut dibangun untuk mengingat bahwa on eternal patrol masih ada dengan adanya monumen itu.

"Jadi, seperti mereka tetap beroperasi di laut tanpa batas," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesaksian Ayah dan Anak Selamat dari Kecelakaan Maut di Cianjur: Orang-orang Histeris

Kesaksian Ayah dan Anak Selamat dari Kecelakaan Maut di Cianjur: Orang-orang Histeris

Regional
Garut Berstatus Merah, Daerah dengan Angka Stunting Tertinggi di Jabar

Garut Berstatus Merah, Daerah dengan Angka Stunting Tertinggi di Jabar

Regional
6 Lokasi Api Abadi di Indonesia, dari Pulau Jawa hingga Kalimantan

6 Lokasi Api Abadi di Indonesia, dari Pulau Jawa hingga Kalimantan

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 14 Agustus 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 14 Agustus 2022

Regional
Detik-detik Angin Kencang Porak-poranda 40 Rumah Warga di Bangkalan dalam Waktu 10 Menit

Detik-detik Angin Kencang Porak-poranda 40 Rumah Warga di Bangkalan dalam Waktu 10 Menit

Regional
Kecelakaan Truk di Tol Semarang-Solo, Dua Korban Dinyatakan Tewas

Kecelakaan Truk di Tol Semarang-Solo, Dua Korban Dinyatakan Tewas

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 14 Agustus 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 14 Agustus 2022

Regional
Dokter di Surabaya Dapat Tagihan Rp 80 Juta dari PLN, Ini Penyebabnya

Dokter di Surabaya Dapat Tagihan Rp 80 Juta dari PLN, Ini Penyebabnya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 14 Agustus 2022

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 14 Agustus 2022

Regional
Truk Tabrak Truk Mogok di Tol Semarang-Solo, 2 Orang Meninggal

Truk Tabrak Truk Mogok di Tol Semarang-Solo, 2 Orang Meninggal

Regional
Pelaku Pembunuhan Murid SD di Ruang Kelas Diringkus Polisi, Motif Diduga karena Dendam

Pelaku Pembunuhan Murid SD di Ruang Kelas Diringkus Polisi, Motif Diduga karena Dendam

Regional
Tak Langsung Menepi Saat Hujan Deras, Buruh Tani Tewas Tersambar Petir di Probolinggo

Tak Langsung Menepi Saat Hujan Deras, Buruh Tani Tewas Tersambar Petir di Probolinggo

Regional
Jelang Tahun Politik, KPU Jabar Lakukan Sosialisasi Kepemiluan untuk Para Pelajar

Jelang Tahun Politik, KPU Jabar Lakukan Sosialisasi Kepemiluan untuk Para Pelajar

Regional
Rem Blong, Fuso Masuk Jurang Sedalam 20 Meter di Bengkulu, Evakuasi Korban Terkendala Medan

Rem Blong, Fuso Masuk Jurang Sedalam 20 Meter di Bengkulu, Evakuasi Korban Terkendala Medan

Regional
Tangkap Ikan Pakai Bom Rakitan, 4 Warga Sumba Barat Daya Ditangkap Anggota TNI

Tangkap Ikan Pakai Bom Rakitan, 4 Warga Sumba Barat Daya Ditangkap Anggota TNI

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.