Kemenkumham Terima Aduan 1.700 Dugaan Pelanggaran HAM dalam Setahun, Paling Banyak soal Tanah

Kompas.com - 30/03/2022, 15:17 WIB

TEGAL, KOMPAS.com- Direktur Jenderal ‎Hak Asasi Manusia (Dirjen HAM) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Mualimin Abdi mengaku masih menerima banyak aduan dari masyarakat.

Dalam setahun, dia menyebutkan ada lebih dari 1.000 dugaan pelanggaran HAM yang dilaporkan.

"Di Ditjen HAM satu tahun bisa 1.600-1.700 aduan‎. Kemudian di kanwil-kanwil, di UPT-UPT (unit pelayanan teknis) seperti di sini (lapas), mungkin kalau dikolab banyak sekali,‎" kata Mualimin saat mengunjungi Lapas Klas IIB Tegal, Selasa (29/3/2022) sore.

Baca juga: Kontras Desak Kejagung Libatkan Penyidik Sipil Usut Pelanggaran HAM Berat Paniai

Mualimin menyebut mayoritas aduan yang masuk adalah masalah pertanahan.

Tidak hanya itu, terdapat pula aduan terkait penetapan tersangka yang dinilai tidak melalui prosedur, hingga terkait layanan kesehatan.

Dijelaskan Mualimin, setiap aduan yang masuk akan ditindaklanjuti dengan penelitian berkas terlebih dahulu.

Selanjutnya, jika diperlukan, pihak-pihak terkait termasuk yang mengadukan akan dipanggil untuk dimintai klarifikasi.

"Setelah itu kita keluarkan rekomendasi. Jika tidak dilakukan saya ulang, jika tidak dilakukan, saya lapor presiden, karena itu amanat undang-undang," kata Mualimin.

Baca juga: Komnas HAM Temukan Dugaan Pelanggaran HAM Kasus Prajurit TNI yang Tewaskan Seorang Anak di Sinak Papua

Sementara kedatangan Mualimin ke Lapas Tegal, untuk memastikan pelayanan kepada pengunjung dan hak-hak warga binaan diberikan dengan baik.

Awalnya Mualimin meninjau ruang Sistem Layanan Terpadu yang menempati ruangan khusus di bagian depan bangunan Lapas.

Diketahui di tempat pelayanan tersebut disediakan sejumlah fasilitas untuk pengunjung yang akan menjenguk keluarga yang menjalani hukuman.

"Layanan satu pintu ini tujuannya adalah untuk memudahkan agar para pengunjung juga diberi layanan sesuai dengan nilai-nilai hak asasi manusianya. Maka di sini ada tempat laktasi, toiletnya ramah untuk lansia maupun difabel," kata Mualimin.

Mualimin menyebut masyarakat juga bisa menyampaikan aduan di tempat pelayanan satu pintu tersebut. Untuk keperluan itu, disediakan pos pengaduan implementasi HAM.

"Jadi di Lapas Tegal juga menerima pengaduan. Bukan pengaduan yang terkait di dalam lapas. Melainkan, misalnya ada anak kecil atau orang tua yang dia tidak dilayani manakala mendaftar atau berobat ke rumah sakit, maka orang tersebut bisa melakukan aduan ke Lapas Tegal," kata Mualimin.

Ditambahkan Mualimin, kedatangannya juga untuk memastikan lapas memberikan layanan HAM kepada warga binaan dengan baik.

Baca juga: Kunjungi Kerangkeng di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, Komnas HAM: Ada Dugaan Pelanggaran HAM

Meski sedang menjalani hukuman, hak-hak dasar warga binaan wajib dipenuhi. Di antaranya hak untuk mendapat makanan, beribadah, memperoleh kesehatan maupun hak lainnya.

"Jadi sungguh pemerintah melalui Kemenkumham berupaya dan berusaha agar tentunya masyarakat, baik yang di dalam lapas maupun yang di luar dilayani hak-hak asasinya dengan baik," pungkas Mualimin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Pembunuhan Murid SD di Ruang Kelas Diringkus Polisi, Motif Diduga karena Dendam

Pelaku Pembunuhan Murid SD di Ruang Kelas Diringkus Polisi, Motif Diduga karena Dendam

Regional
Tak Langsung Menepi Saat Hujan Deras, Buruh Tani Tewas Tersambar Petir di Probolinggo

Tak Langsung Menepi Saat Hujan Deras, Buruh Tani Tewas Tersambar Petir di Probolinggo

Regional
Jelang Tahun Politik, KPU Jabar Lakukan Sosialisasi Kepemiluan untuk Para Pelajar

Jelang Tahun Politik, KPU Jabar Lakukan Sosialisasi Kepemiluan untuk Para Pelajar

Regional
Rem Blong, Fuso Masuk Jurang Sedalam 20 Meter di Bengkulu, Evakuasi Korban Terkendala Medan

Rem Blong, Fuso Masuk Jurang Sedalam 20 Meter di Bengkulu, Evakuasi Korban Terkendala Medan

Regional
Tangkap Ikan Pakai Bom Rakitan, 4 Warga Sumba Barat Daya Ditangkap Anggota TNI

Tangkap Ikan Pakai Bom Rakitan, 4 Warga Sumba Barat Daya Ditangkap Anggota TNI

Regional
Cerita Warga di Mamuju Tandu Jenazah 13 Km karena Puskesmas Tolak Pinjami Ambulans

Cerita Warga di Mamuju Tandu Jenazah 13 Km karena Puskesmas Tolak Pinjami Ambulans

Regional
Seorang Pria di Kendal Ditemukan Tewas dengan Luka Sabetan, Warga Dengar Teriakan Minta Tolong

Seorang Pria di Kendal Ditemukan Tewas dengan Luka Sabetan, Warga Dengar Teriakan Minta Tolong

Regional
Tak Konsentrasi, Pemotor di Sukabumi Tewas Tabrak Pikap, Sopir Mobil Kabur

Tak Konsentrasi, Pemotor di Sukabumi Tewas Tabrak Pikap, Sopir Mobil Kabur

Regional
4 Tingkatan Pramuka Berdasar Usia

4 Tingkatan Pramuka Berdasar Usia

Regional
Nakhoda 'Tugboat' Hilang di Laut Jawa, Tim SAR Lakukan Pencarian

Nakhoda "Tugboat" Hilang di Laut Jawa, Tim SAR Lakukan Pencarian

Regional
Pria ODGJ Berkeliaran di Pusat Kota Lhokseumawe, Kejar Warga Pakai Kayu

Pria ODGJ Berkeliaran di Pusat Kota Lhokseumawe, Kejar Warga Pakai Kayu

Regional
Lompat ke Laut Kejar Perahu yang Hanyut, Nelayan di Maluku Tengah Ditemukan Tewas

Lompat ke Laut Kejar Perahu yang Hanyut, Nelayan di Maluku Tengah Ditemukan Tewas

Regional
Sambut HUT RI, Warga Cilacap Gelar 'Kroya Fashion Week'

Sambut HUT RI, Warga Cilacap Gelar "Kroya Fashion Week"

Regional
Mengenal Serabi Ngampin, Makanan Ritual Syaban untuk Permudah Cari Jodoh

Mengenal Serabi Ngampin, Makanan Ritual Syaban untuk Permudah Cari Jodoh

Regional
Raih Medali Emas di World Pencak Silat Championship Malaysia, Serda Jeni: Terima Kasih

Raih Medali Emas di World Pencak Silat Championship Malaysia, Serda Jeni: Terima Kasih

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.