Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Duduk Perkara Kisruh Saat Pengambilan Stiker Kendaraan Pribadi Penonton MotoGP, ITDC Sebut Ada Kesalahpahaman

Kompas.com - 19/03/2022, 01:00 WIB
Pythag Kurniati

Editor

LOMBOK, KOMPAS.com- Kekisruhan terjadi saat para penonton MotoGP hendak mengambil stiker kendaraan pribadi sebagai akses menuju Parkiran Barat dan Parkiran Timur di kawasan Sirkuit Mandalika, Jumat (18/3/2022).

Puluhan warga kesal lantaran ternyata mereka tidak mendapatkan stiker kendaraan pribadi sesampainya di lokasi penukaran, eks Embarkasi Haji, Praya, Lombok Tengah.

Pihak ITDC pun meminta maaf dan memberikan penjelasan atas insiden ini.

Baca juga: Penukaran Stiker Kendaraan di Mandalika Kisruh, Warga: Di Informasi Bisa, Pas Sampai Sini Enggak Ada

Stiker hanya untuk tiket premier dan deluxe class

Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Ari Prasetyo memohon maaf atas ketidaknyamanan masyarakat dan menjelaskan duduk perkara persoalan tersebut.

Dia membenarkan adanya informasi mengenai penukaran stiker kendaraan yang diunggah di akun Instagram ITDC.

Namun, dia menyebutkan, banyak masyarakat yang salah paham dengan unggahan tersebut.

Dia menjelaskan, stiker kendaraan pribadi hanya diberikan untuk penonton yang memiliki tiket premier class dan deluxe class.

"Untuk stiker kendaraan hanya diberikan yang memesan deluxe class atau premier. Selain itu tidak ada stiker," kata dia.

Baca juga: ITDC Minta Maaf atas Kisruh Pengambilan Stiker Kendaraan Penonton MotoGP

Namun, banyak yang salah paham sehingga mereka yang memiliki tiket selain deluxe dan premier class pun ikut berdatangan hendak mengambil stiker kendaraan.

Ari menyarankan, selain pemilik dua jenis tiket itu, bisa menaiki shuttle bus yang ada di pintu masuk Pulau Lombok.

"Selain daripada itu (dua tiket) kan sudah ada shuttle bus gratis untuk mengangkut mereka," katanya.

Baca juga: Tak Bisa Beli Tiket, Warga Tonton MotoGP dari Atas Bukit Kuburan

 

seorang Ibu protes karena tidak dapat stiker sesuai informasi yang diberikan di Infografis ITDCKOMPAS.COM/IDHAM KHALID seorang Ibu protes karena tidak dapat stiker sesuai informasi yang diberikan di Infografis ITDC
Warga mengeluh tak dapat tiket hingga antre lama

Sejumlah warga sebelumnya memadati eks Embarkasi Haji untuk menukarkan stiker kendaraan pribadi di hari pertama gelaran MotoGP, Jumat (18/3/2022).

Salah satu warga Dhidit Setiawan mengaku kesal karena sesampainya di lokasi dirinya tidak mendapatkan stiker kendaraan.

Dirinya mengaku mengantongi tiket grand stand.

Baca juga: Trofi MotoGP Ternyata Lambangkan Kebangkitan Indonesia yang Berawal dari Mandalika

Dhidit mendatangi tempat tersebut setelah membaca unggahan resmi akun ITDC soal penukaran stiker kendaraan.

"Saya ke sini mau ambil stiker untuk kendaraan pribadi, tapi petugasnya menyebutkan tidak ada untuk jenis tiket saya grand stand," kata dia, Jumat (18/3/2022).

Dia meminta pihak ITDC mengganti atau menghapus informasi yang ambigu di unggahan media sosial mereka.

"Silakan sebelum banyak orang yang tersesat informasi, silakan postingan di Instagram tersebut dihapus saja," ujar dia.

Baca juga: Tak Bisa Beli Tiket, Warga Tonton MotoGP dari Atas Bukit Kuburan

Tak hanya Setiawan, Budi pun mengalami hal yang sama.

"Iya tidak dapat stiker, padahal informasinya bisa ngambil stiker di sini," keluh warga Yogyakarta tersebut.

Warga lain bernama Dewi mengeluhkan antrean yang lama meski dia sudah memiliki tiket Deluxe Class.

Dewi mengaku harus mengantre hingga lima jam.

"Saya dari jam 6 pagi nukar tiket di Mataram, terus harus ngambil stiker premier di sini, agak ribet karena tempat ngambil tiket sama stiker beda," keluhnya.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Lombok, Idham Khalid | Editor: Andi Hartik, Pythag Kurniati)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com