Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bea Cukai Tanjungpinang Amankan Kapal Anonim Bermuatan Perabot

Kompas.com - 21/02/2022, 14:00 WIB
Elhadif Putra,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

TANJUNGPINANG, KOMPAS.com - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mengamankan sebuah kapal kayu pada Jumat (18/2/2022).

Kapal kayu tanpa nama tersebut mengangkut barang campuran berupa perabot dari kawasan bebas Kota Batam.

Muatan dibongkar setelah kapal digiring petugas ke dermaga Pelabuhan Internasional Sri Bentan Pura, Kota Tanjungpinang.

Baca juga: Eks Pejabat Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Jadi Tersangka Pemerasan

Sejumlah pekerja tampak mengangkut barang dari dalam pelabuhan menggunakan gerobak.

Selanjutnya, barang-barang itu dinaikkan ke atas truk.

Barang pertama yang dikeluarkan adalah puluhan kasur.

Di beberapa spring bed tertulis Bintang Cahaya F. Kasur-kasur itu kemudian dimuat ke atas dua truk.

Kemudian petugas membongkar kardus-kardus bertuliskan protecting clothing for fire fighting Hongyie Suzhou Import and Export. Di beberapa kardus tertempel kertas putih bertuliskan Box 33 (KALTIM) DO# 00083.

Baca juga: Soal Pelanggaran Oknum Pegawai, Ditjen Bea Cukai Serahkan Bukti ke Kejati Banten

Barang-barang yang selanjutnya diturunkan dari kapal adalah televisi, mebel, bantal, sendal, ban mobil, paralon, dan sejumlah barang lain.

Aktivitas penurunan barang dari kapal hingga dinaikkan ke atas truk diawasi beberapa pegawai KPPBC Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang. Kegiatan tersebut berlangsung hingga pukul 00.30 WIB.

Pejabat Fungsional Pemeriksa Bea Cukai di Bagian Humas Kurniawan mengatakan, penegahan dilakukan oleh kapal patroli laut BC 15003 di wilayah perairan Lobam, Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Jumat (18/2/2022).

"Kapal kayu tanpa nama melaju dari arah Batam menuju perairan Lobam. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap kapal. Didapatkan hasil bahwa di atas kapal kayu tanpa nama merupakan sarana pengangkut yang membawa barang campuran asal kawasan bebas Batam tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan," kata Kurniawan yang ditemui di kantornya, Senin (21/2/2021).

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

7 Pria Perkosa Anak di Bawah Umur di Bangka, 5 Pelaku Masih Buron

7 Pria Perkosa Anak di Bawah Umur di Bangka, 5 Pelaku Masih Buron

Regional
Ibu dan Anak di Ende Tertimpa Material Longsor, 1 Tewas

Ibu dan Anak di Ende Tertimpa Material Longsor, 1 Tewas

Regional
Diduga Dipukuli Anak Kandung Pakai Kursi, Ibu di Palembang: Lama-lama Saya Bisa Mati karena Dia

Diduga Dipukuli Anak Kandung Pakai Kursi, Ibu di Palembang: Lama-lama Saya Bisa Mati karena Dia

Regional
Marliah Kaget Tiba-tiba Jadi WNA Malaysia, Padahal Tak Pernah ke Luar Negeri

Marliah Kaget Tiba-tiba Jadi WNA Malaysia, Padahal Tak Pernah ke Luar Negeri

Regional
Marliah Kaget Tiba-tiba Jadi WNA Malaysia, Padahal Tak Pernah ke Luar Negeri

Marliah Kaget Tiba-tiba Jadi WNA Malaysia, Padahal Tak Pernah ke Luar Negeri

Regional
Sebelum Mutilasi Istrinya, Tarsum Sempat Titipkan Anak dan Ingin Merantau ke Kalimantan

Sebelum Mutilasi Istrinya, Tarsum Sempat Titipkan Anak dan Ingin Merantau ke Kalimantan

Regional
Banjir di Sulsel Tewaskan Belasan Orang, Mitigasi Risiko Dipertanyakan

Banjir di Sulsel Tewaskan Belasan Orang, Mitigasi Risiko Dipertanyakan

Regional
Viral, Video Polisi Razia Kosmetik di Sekolah, Polda Lampung Sebut Misinformasi

Viral, Video Polisi Razia Kosmetik di Sekolah, Polda Lampung Sebut Misinformasi

Regional
Seorang Pria Hilang Diterkam Buaya di Sungai Bele NTT, Tim SAR Lakukan Pencarian

Seorang Pria Hilang Diterkam Buaya di Sungai Bele NTT, Tim SAR Lakukan Pencarian

Regional
Terdampak Kasus Timah, 2 Pabrik Sawit di Babel Berhenti Operasional

Terdampak Kasus Timah, 2 Pabrik Sawit di Babel Berhenti Operasional

Regional
Warga Aceh Utara Diduga Tewas Dianiaya Polisi, Wakapolres: Tidak Ada Pemukulan

Warga Aceh Utara Diduga Tewas Dianiaya Polisi, Wakapolres: Tidak Ada Pemukulan

Regional
Kasus Pembunuhan di Sukabumi, Pelaku Mengaku Membela Diri karena Dipaksa Berhubungan Badan

Kasus Pembunuhan di Sukabumi, Pelaku Mengaku Membela Diri karena Dipaksa Berhubungan Badan

Regional
Bandara Sam Ratulangi Kembali Dibuka, 25 Pesawat Dijadwalkan Terbang Hari Ini

Bandara Sam Ratulangi Kembali Dibuka, 25 Pesawat Dijadwalkan Terbang Hari Ini

Regional
Tertimpa Tembok Roboh, Kakak Beradik di Ende Tewas

Tertimpa Tembok Roboh, Kakak Beradik di Ende Tewas

Regional
Hadir dengan Tema Niscala, Semarang Night Carnival 2024 Tampilkan 4 Unsur Budaya

Hadir dengan Tema Niscala, Semarang Night Carnival 2024 Tampilkan 4 Unsur Budaya

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com