Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sakit Hati Sering Diejek, Pemuda di Lampung Bunuh Temannya, 4 Pelaku Ditangkap

Kompas.com - 30/11/2021, 20:14 WIB
Tri Purna Jaya,
I Kadek Wira Aditya

Tim Redaksi

LAMPUNG, KOMPAS.com – Seorang pemuda mengajak tiga anak di bawah umur membunuh soerang perempuan di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung.

Pembunuhan itu dilakukan karena pelaku utama merasa dendam sering diejek oleh korban.

Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Edi Qorinas mengatakan, keempat pelaku ditangkap satu hari setelah jasad korban ditemukan.

Baca juga: Berawal Cari Alamat Rumah, Preman di Tasikmalaya Tewas Dikeroyok Warga

Jasad M (30) sendiri ditemukan di area persawahan Dusun 2, Kampung Dono Arum, Seputih Agung pada Minggu (28/11/2021) sekitar pukul 06.30 WIB.

"Pelaku kita tangkap pada Senin (29/11/2021) sekira pukul 15.00 WIB di kediaman masing-masing," kata Edi saat dihubungi, Selasa (30/11/2021) sore.

Baca juga: Sakit Hati, Pria di Riau Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil

Adapun pelaku utama, kata Edi, berinisial SJ (20) mengajak tiga pelaku lainnya berinisial AA (15), RM (13), dan MF (14), warga Kampung Fajar Asri, Kecamatan Seputih Agung yang masih berstatus pelajar SMP.

“Tiga pelaku yang diajak oleh SJ ini masih berusia di bawah umur,” kata Edi.

Dendam sering diejek korban

Edi menjelaskan, dari pemeriksaan sementara terhadap pelaku SJ, motif pembunuhan itu dilatarbelakangi oleh rasa sakit hati dan dendam kepada M, yang merupakan teman dekat pelaku.

SJ dendam akibat korban sering mengejeknya dengan sebutan "anak haram" dalam bahasa Lampung.

"Motif pelaku menghabisi nyawa korban karena dendam sering diolok–olok oleh korban," kata Edi.

Lebih lanjut, Edi mengatakan, karena sudah menjadi teman dekat, pelaku SJ mengajak korban pergi jalan-jalan menggunakan sepeda motor pada Sabtu (27/11/2021) sore.

Dalam perjalanan, pelaku yang sudah dendam berniat membunuh koban.

SJ pun menghubungi tiga pelaku yang masih bocah itu untuk menunggu di lokasi.

Begitu sampai di lokasi, mereka lalu membantu SJ melakukan pembunuhan terhadap M.

Jasad korban kemudian dibuang di areal persawahan.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sederet Fakta Terbaru Kasus Kecelakaan Bus 'Study Tour' di Subang

Sederet Fakta Terbaru Kasus Kecelakaan Bus "Study Tour" di Subang

Regional
Mantan Ajudan Ganjar Kembalikan Formulir Cawagub Tegal ke PDI-P, Ingin Perjuangkan Tanah Kelahiran

Mantan Ajudan Ganjar Kembalikan Formulir Cawagub Tegal ke PDI-P, Ingin Perjuangkan Tanah Kelahiran

Regional
Ini Tips Menghindari Penipuan Modus QRIS Palsu

Ini Tips Menghindari Penipuan Modus QRIS Palsu

Regional
Dinilai Membahayakan, Satu Bangunan di Padang Dibongkar

Dinilai Membahayakan, Satu Bangunan di Padang Dibongkar

Regional
Kronologi Santriwati di Inhil Dianiaya Pengemudi Kapal Pompong

Kronologi Santriwati di Inhil Dianiaya Pengemudi Kapal Pompong

Regional
Sakit Saat di Bandara Hasanuddin, Keberangkatan Satu Calon Jemaah Haji Asal Polman Ditunda

Sakit Saat di Bandara Hasanuddin, Keberangkatan Satu Calon Jemaah Haji Asal Polman Ditunda

Regional
Ijtima Ulama di Bangka, Wapres Tekankan 4 Manhaj Atasi Masalah Bangsa

Ijtima Ulama di Bangka, Wapres Tekankan 4 Manhaj Atasi Masalah Bangsa

Regional
Mengintip 'Solo Investment And Public Service Expo 2024', Urus Dokumen Sambil Belanja di Mal Paragon

Mengintip "Solo Investment And Public Service Expo 2024", Urus Dokumen Sambil Belanja di Mal Paragon

Regional
Diduga Selewengkan Dana Bantuan Parpol Rp 89 Juta, Ini Kata PSI Solo

Diduga Selewengkan Dana Bantuan Parpol Rp 89 Juta, Ini Kata PSI Solo

Regional
Kakek di Kalsel Cabuli Cucunya, Tepergok Ibu Korban dan Langsung Diusir

Kakek di Kalsel Cabuli Cucunya, Tepergok Ibu Korban dan Langsung Diusir

Regional
Pj Gubernur Sulsel Paparkan Strategi Tingkatkan Ketahanan Pangan dan Peran Penting TNI di Dalamnya

Pj Gubernur Sulsel Paparkan Strategi Tingkatkan Ketahanan Pangan dan Peran Penting TNI di Dalamnya

Kilas Daerah
Pria di Maluku Tengah Perkosa Anak Kandung hingga Hamil

Pria di Maluku Tengah Perkosa Anak Kandung hingga Hamil

Regional
Solihin Warga Garut Mengaku Tak Bisa Tidur Selama 4 Tahun, Tabungan dan Sawah Habis untuk Berobat

Solihin Warga Garut Mengaku Tak Bisa Tidur Selama 4 Tahun, Tabungan dan Sawah Habis untuk Berobat

Regional
Demokrat Resmi Usung Bos PSIS Maju di Pilkada Semarang 2024

Demokrat Resmi Usung Bos PSIS Maju di Pilkada Semarang 2024

Regional
Ditemukan Tergantung, Pegawai Koperasi di Lombok Ternyata Dibunuh Pimpinan

Ditemukan Tergantung, Pegawai Koperasi di Lombok Ternyata Dibunuh Pimpinan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com