Rais Aam PBNU: Kalau Muktamar Maju Positif, kalau Mundur Negatif

Kompas.com - 18/11/2021, 21:37 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Rais Aam Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Akhyar mendukung agenda Muktamar NU ke-34 dimajukan.

Miftahul tak menjelaskan secara rinci alasan dari pernyataan itu.

"Kalau dimajukan positif, kalau mundur negatif," kata Miftahul di Surabaya, Kamis (18/11/2021).

Ia meminta agenda Muktamar NU yang akan digelar di Lampung tidak bertabrakan dengan kebijakan pemberlakuan pemabtasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 yang dijadwalkan pemerintah.

"Yang penting tidak bertabrakan dengan kebijakan PPKM pemerintah," jelas Pengasuh Pesantren Miftahussunnah Surabaya ini.

Baca juga: PBNU Pastikan Ikut Aturan Pemerintah Terkait Jadwal Muktamar yang Bentrok dengan PPKM Level 3

Sebelumnya, Ketua Steering Committe (SC) Muktamar NU ke-34 Muhammad Nuh mengatakan, penundaan itu terkait dengan kebijakan pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 selama libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, yakni pada 24 Desember sampai 2 Januari 2022.

Muhammad Nuh membantah, penundaan muktamar karena intervensi politik dari pihak yang akan mencalonkan diri sebagai ketua PBNU.

"Murni karena alasan pandemi, pemerintah akan menerapkan PPKM untuk mencegah penularan Covid-19 di libur akhir tahun," kata Muhammad Nuh saat dikonfirmasi, Kamis.

Penundaan muktamar telah sesuai dengan hasil musyawarah nasional (munas) dan konferensi besar (konbes) NU yang telah digelar sebelumnya.

"Dalam forum tersebut memutuskan jadwal pelaksanaan Muktamar, juga ada klausul pelaksanaan Muktamar dengan persetujuan pemerintah dengan mempertimbangkan urusan pandemi Covid-19," jelasnya.

Baca juga: Penundaan Muktamar NU ke-34 Murni karena Alasan Pandemi

Hasil Munas dan Konbes juga menyebut agenda Muktamar selanjutnya diserahkan kepada PBNU.

Keputusan selanjutnya akan dibahas oleh Ketua Umum dan Sekjen, Rais Aam dan Katib Aam PBNU. "Insya Allah dalam waktu dekat akan dibahas," terangnya.

Terdapat dua kandidat calon ketua umum PBNU yang bertarung di muktamar, mereka adalah KH Said Aqil Siradj selaku petahana dan KH Yahya Kholil Staquf (Gus Yahya).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar: Komentari Musibah yang Viral di Medsos, Utamakan Empati dan Simpati

Pakar: Komentari Musibah yang Viral di Medsos, Utamakan Empati dan Simpati

Regional
Adik Jokowi dan Ketua MK Menikah, Sejumlah Hotel di Kota Solo Penuh

Adik Jokowi dan Ketua MK Menikah, Sejumlah Hotel di Kota Solo Penuh

Regional
Kisah Lifter Nurul Akmal, Raih Perak di SEA Games, tapi Tak Satu Pun Ucapan Selamat dari Pemkab Aceh Utara

Kisah Lifter Nurul Akmal, Raih Perak di SEA Games, tapi Tak Satu Pun Ucapan Selamat dari Pemkab Aceh Utara

Regional
Empat Daerah di Kota Semarang Ini Masih Terendam Rob

Empat Daerah di Kota Semarang Ini Masih Terendam Rob

Regional
Curhat Korban Arisan Bodong di Jatim, Rugi Rp 623 Juta, Lapor Polisi Tahun Lalu Belum Ada Perkembangan

Curhat Korban Arisan Bodong di Jatim, Rugi Rp 623 Juta, Lapor Polisi Tahun Lalu Belum Ada Perkembangan

Regional
Cabuli Remaja Putri 14 Tahun, Kakek dan Cucu di Sanggau Kalbar Ditangkap

Cabuli Remaja Putri 14 Tahun, Kakek dan Cucu di Sanggau Kalbar Ditangkap

Regional
Situ Patenggang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Situ Patenggang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Ribuan Karung Pasir Digunakan untuk Tutup Tanggul Jebol di Pelabuhan Semarang

Ribuan Karung Pasir Digunakan untuk Tutup Tanggul Jebol di Pelabuhan Semarang

Regional
Dikeruk Perusahaan Tambang, Jalan Provinsi Bengkulu yang Rusak Belum Bisa Diperbaiki

Dikeruk Perusahaan Tambang, Jalan Provinsi Bengkulu yang Rusak Belum Bisa Diperbaiki

Regional
Akibat Percikan Api, Tempat Perakitan Bus Karoseri Laksana Terbakar

Akibat Percikan Api, Tempat Perakitan Bus Karoseri Laksana Terbakar

Regional
Tak Kunjung Dapat Pesangon, Puluhan Mantan Karyawan Hotel Sandjaja Palembang Datangi Polda Sumsel

Tak Kunjung Dapat Pesangon, Puluhan Mantan Karyawan Hotel Sandjaja Palembang Datangi Polda Sumsel

Regional
Napi Sering Upload Status di Medsos, Kalapas Nunukan Bangun Wartelsuspas

Napi Sering Upload Status di Medsos, Kalapas Nunukan Bangun Wartelsuspas

Regional
Tak Terima Ditilang karena Melaju Lambat di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai dan Videonya Viral, Sopir Truk: Bos Saya Juga Polisi

Tak Terima Ditilang karena Melaju Lambat di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai dan Videonya Viral, Sopir Truk: Bos Saya Juga Polisi

Regional
Napi di Tanjungpinang Kendalikan Peredaran Narkoba dari Dalam Lapas Pakai Ponsel Pribadi

Napi di Tanjungpinang Kendalikan Peredaran Narkoba dari Dalam Lapas Pakai Ponsel Pribadi

Regional
Ambrol sejak 2021, Atap SD di Kebumen Tak Kunjung Diperbaiki

Ambrol sejak 2021, Atap SD di Kebumen Tak Kunjung Diperbaiki

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.