Polisi Gerebek Judi Sabung Ayam, 2 PNS dan Seorang Nelayan di Sumba Timur Jadi Tersangka

Kompas.com - 01/11/2021, 14:26 WIB
Para pelaku dan saksi (posisi duduk) saat diamankan oleh Tim Unit Buser Satreskrim Polres Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). KOMPAS.com/DOKUMEN POLRES SUMBA TIMURPara pelaku dan saksi (posisi duduk) saat diamankan oleh Tim Unit Buser Satreskrim Polres Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

WAINGAPU, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menetapkan tiga pria berinsial A (46), FRE (54), dan NO (34) sebagai tersangka kasus dugaan perjudian sabung ayam.

Hal itu berdasarkan laporan polisi dengan nomor LP/A/1/X/2021/Res. 1.24/SPKT/Polres Sumba Timur/Polda NTT tanggal 31 Oktober 2021.

Kapolres Sumba Timur AKBP Handrio Wicaksono menjelaskan, pelaku A dan FRE merupakan pegawai negeri sipil (PNS). Sementara, NO berprofesi sebagai nelayan.

Baca juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, Walhi NTT Minta Pemda Buat Sistem Peringatan Dini

"Para pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan mulai hari ini," kata Handrio kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Senin (1/11/2021) siang.

Ketiganya digerebek saat melakukan kegiatan perjudian sabung ayam di Wangga Karipi, Kelurahan Wangga, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, NTT pada Minggu (31/10/2021) sekitar pukul 15.12 Wita.

Polisi sudah menyita barang bukti berupa sebuah ring sabung ayam, sebuah karpet ring sabung ayam, dan dua ternak ayam jantan yang digunakan untuk berjudi.

Selain itu, ada uang tunai senilai Rp 900.000 dengan rincian sepuluh lembar pecahan Rp 50.000 dan empat lembar pecahan Rp 100.000.

Penangkapan ini bermula ketika pada Minggu siang, pukul 13.30 Wita, tim Buser Polres Sumba Timur menemukan adanya tempat perjudian sabung ayam di wilayah hukum Polres Sumba Timur.

Baca juga: 9 Tahun di NTT, Pengungsi Afganistan Minta Pindah ke Negara Ketiga: Kami Ingin Hidup Normal...

Sekitar pukul 15.12 Wita, Tim Unit Buser Satreskrim Polres Sumba Timur dengan diawasi oleh Paminal menggerebek perjudian sabung ayam di Wangga Karipi, Kelurahan Wangga, Kecamatan Kambera, Sumba Timur.

Kemudian, para pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Mapolres setempat untuk diperiksa lebih lanjut.

Adapun, saksi dalam kasus tersebut adalah AT (38) dan MT (35).

Saat ini, para pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di ruang tahanan Polres Sumba Timur.

Handrio mengungkapkan, para pelaku dikenakan Pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman penjara lebih dari 5 tahun.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyesalan Warga Kampung Miliarder Tuban Usai Jual Tanah ke Pertamina, Tak Ada Penghasilan hingga Jual Sapi

Penyesalan Warga Kampung Miliarder Tuban Usai Jual Tanah ke Pertamina, Tak Ada Penghasilan hingga Jual Sapi

Regional
Video Emak-emak Murka Kejar Pria Bermasturbasi Viral di Medsos

Video Emak-emak Murka Kejar Pria Bermasturbasi Viral di Medsos

Regional
Kakek Bunuh Istri gara-gara Sering Main HP, Jasad Dibuang ke Sungai dan Buat Laporan Palsu

Kakek Bunuh Istri gara-gara Sering Main HP, Jasad Dibuang ke Sungai dan Buat Laporan Palsu

Regional
KPK Dalami Potensi TPPU Dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur di Buru Selatan

KPK Dalami Potensi TPPU Dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur di Buru Selatan

Regional
Terungkap Motif Narapidana Bakar Mobil Pejabat Lapas Pekanbaru

Terungkap Motif Narapidana Bakar Mobil Pejabat Lapas Pekanbaru

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Januari 2022

Regional
Satu Rumah Terbakar di Permukiman Padat, Pemiliknya Sedang Menjemput Anaknya di Sekolah

Satu Rumah Terbakar di Permukiman Padat, Pemiliknya Sedang Menjemput Anaknya di Sekolah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Januari 2022

Regional
Pamit ke Kebun Sawit, Pria Ini Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Musi Rawas

Pamit ke Kebun Sawit, Pria Ini Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Musi Rawas

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Januari 2022

Regional
Kesal Korban Sibuk Main Handphone, Suami di Aceh Timur Bunuh Istri

Kesal Korban Sibuk Main Handphone, Suami di Aceh Timur Bunuh Istri

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 Januari 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 Januari 2022

Regional
Video Jemaah Shalat Subuh Berhamburan Saat Gempa Lombok, Ini Penjelasannya

Video Jemaah Shalat Subuh Berhamburan Saat Gempa Lombok, Ini Penjelasannya

Regional
Sejarah Indische Partij: Pendiri, Latar Belakang, Tujuan, dan Alasan Pembubaran

Sejarah Indische Partij: Pendiri, Latar Belakang, Tujuan, dan Alasan Pembubaran

Regional
Ratusan Korban Keracunan Makanan di Lebak Mulai Membaik, Tersisa 2 Orang

Ratusan Korban Keracunan Makanan di Lebak Mulai Membaik, Tersisa 2 Orang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.