Kompas.com - 26/10/2021, 17:09 WIB
Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

SOLO, KOMPAS.com - Polisi masih menunggu hasil otopsi jenazah Gilang Endi Saputra (21) dari RSUD Dr Moewardi Solo untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Mahasiswa D4 Prodi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Sekolah Vokasi UNS Solo meninggal dunia saat mengikuti Diklatsar Pra Gladi Patria XXXVI Menwa, Minggu (24/10/2021) malam.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, proses otopsi jenazah Gilang telah dilaksanakan di RSUD Dr Moewardi Solo, Senin (25/10/2021).

"Hasil otopsi sedang kita tunggu. otopsi sudah kita lakukan pada hari Senin (25/10/2021) pukul 12.45 WIB sampai pukul 14.15 WIB," kata dia di Solo, Jawa Tengah, Selasa (26/10/2021).

Baca juga: Sosok Mahasiswa UNS Solo yang Tewas Saat Diklatsar Menwa di Mata Teman Kampus

Sampai dengan saat ini, jelas Ade, sebanyak 18 orang saksi telah diperiksa. Mereka terdiri dari peserta diklasar, dosen, dan panitia kegiatan diklatsar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk saksi-saksi yang sudah kita periksa sampai hari ini ada 18 orang. Masing-masing adalah satu dosen, delapan saksi peserta diksar menwa dan sembilan orang dari saksi panitia pelaksanaan kegiatan," kata Ade.

Selain itu, polisi juga menyita barang bukti di lokasi, seperti pakaian korban, senjata replika yang digunakan selama pelaksanaan diklatsar, dan helm yang digunakan korban.

"Termasuk barang bukti lainnya, yakni elektronik untuk dianalisa dan akan diajukan ke laboratorium forensik Polda Jateng. Ini semua untuk mendukung rangakaian penyidikan yang dilakukan oleh tim penyidik Satreskrim Polresta Solo untuk mengungkap kasus dugaan yang diduga terjadi," terang dia.

Baca juga: Paman Ungkap Kondisi Terakhir Mahasiswa UNS yang Tewas Saat Diklatsar Menwa: Mukanya Lebam

Ade mengungkapkan, polisi telah melakukan gelar perkara terkait dengan penentuan status lidik menjadi sidik pada Senin (25/10/2021) pukul 09.00 WIB.

Pihaknya juga telah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Solo terkait kasus tewas mahasiswa UNS tersebut.

"Untuk gelar perkara penentuan tersangka belum kita lakukan. Kita masih terus mengumpulkan alat bukti yang ada terkait kasus dugaan kekerasan yang mengakibatkan meninggal dunia," jelas Ade.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Prabowo Digugat Eks Kader Gerindra Rp 501 Miliar | Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas

[POPULER NUSANTARA] Prabowo Digugat Eks Kader Gerindra Rp 501 Miliar | Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas

Regional
Ingatkan Pengendara agar Tak Terobos Perlintasan Saat KA Akan Lewat, Petugas Justru Dikeroyok

Ingatkan Pengendara agar Tak Terobos Perlintasan Saat KA Akan Lewat, Petugas Justru Dikeroyok

Regional
Kakek Muslim di Minahasa Selatan Sulut Hibahkan Tanahnya ke Gereja

Kakek Muslim di Minahasa Selatan Sulut Hibahkan Tanahnya ke Gereja

Regional
Pemeran Video Porno di Bandara YIA Terungkap dan Telah Ditangkap, Ini Fakta-faktanya

Pemeran Video Porno di Bandara YIA Terungkap dan Telah Ditangkap, Ini Fakta-faktanya

Regional
Dampak Letusan Gunung Semeru, Puluhan Orang Luka Bakar, Rumah dan Jembatan Ambruk

Dampak Letusan Gunung Semeru, Puluhan Orang Luka Bakar, Rumah dan Jembatan Ambruk

Regional
Polisi Pacar Mahasiswi yang Meninggal di Pusara Ayahnya Ditahan, Dijerat Pasal Aborsi

Polisi Pacar Mahasiswi yang Meninggal di Pusara Ayahnya Ditahan, Dijerat Pasal Aborsi

Regional
Korban Terdampak Erupsi Gunung Semeru Dapat 22.184 Paket Bantuan dari Pemprov Jatim

Korban Terdampak Erupsi Gunung Semeru Dapat 22.184 Paket Bantuan dari Pemprov Jatim

Regional
Erupsi Gunung Semeru, 8 Penambang Pasir Diduga Terjebak di Kantor, Disebut Sempat Kirim Video Minta Tolong

Erupsi Gunung Semeru, 8 Penambang Pasir Diduga Terjebak di Kantor, Disebut Sempat Kirim Video Minta Tolong

Regional
Kesetrum, Penjaga Sekolah di Ambon Tewas Terjatuh dari Plafon Sekolah

Kesetrum, Penjaga Sekolah di Ambon Tewas Terjatuh dari Plafon Sekolah

Regional
Dibantu Alat Berat dan Anjing Pelacak, Pencarian Pengemudi Truk Terseret Banjir Lahar Merapi Belum Berhasil

Dibantu Alat Berat dan Anjing Pelacak, Pencarian Pengemudi Truk Terseret Banjir Lahar Merapi Belum Berhasil

Regional
Dua Mahasiswi Unsri Dipanggil Rektorat, Pelaku Pelecehan Seksual Tak Dihadirkan

Dua Mahasiswi Unsri Dipanggil Rektorat, Pelaku Pelecehan Seksual Tak Dihadirkan

Regional
Erupsi Gunung Semeru, 30 Rumah di Sekitar Jalur Aliran Lahar Ambruk

Erupsi Gunung Semeru, 30 Rumah di Sekitar Jalur Aliran Lahar Ambruk

Regional
Erupsi Semeru, Dinkes Jatim Perkirakan Ada Warga Tertimbun Sulit Dievakuasi, 45 Korban Luka Bakar

Erupsi Semeru, Dinkes Jatim Perkirakan Ada Warga Tertimbun Sulit Dievakuasi, 45 Korban Luka Bakar

Regional
Ahli Sebut Potensi Gunung Semeru yang Paling Berbahaya adalah Awan Panas Guguran

Ahli Sebut Potensi Gunung Semeru yang Paling Berbahaya adalah Awan Panas Guguran

Regional
37 Warga Alami Luka Bakar Dampak Awan Panas Gunung Semeru Dilarikan ke Puskesmas dan RS

37 Warga Alami Luka Bakar Dampak Awan Panas Gunung Semeru Dilarikan ke Puskesmas dan RS

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.