Siram Rumah Adiknya Pakai Kotoran Manusia, Kakak di Samarinda Dilaporkan ke Polisi

Kompas.com - 05/10/2021, 05:55 WIB
Ilustrasi Polisi KOMPAS.com/NURWAHIDAHIlustrasi Polisi

KOMPAS.com - Seorang laki-laki berinisial JS dilaporkan ke polisi gara-gara meneror adik perempuannya, SL.

Pada Selasa (28/9/2021) sekitar pukul 01.30 Wita, sang adik memergoki kakaknya menyiramkan satu ember berisi kotoran manusia ke rumahnya.

"Rupanya malam itu datang kakaknya siram kotoran manusia satu ember. Dia langsung buka pintu pergokin. Karena tepergok, dia dikejar mau dipukul adiknya, adiknya lari naik ke loteng rumah," ujar Arsina Yahya dari Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC-PPA) Kalimantan Timur yang mendampingi korban SL, Minggu (3/10/2021).

Baca juga: Gara-gara Warisan, Kakak di Samarinda Teror Adik Pakai Kotoran Manusia

Usai mendapat teror itu, SL didampingi TRC-PPA Kalimantan Timur melapor ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda, Rabu (29/9/2021).

"Sebenarnya konflik kakak beradik ini sering kali dimediasi pihak kelurahan sampai Bhabinkhamtibmas, tapi enggak pernah selesai. Puncaknya tepergok itu, disarankan proses hukum saja. Setelah semua saudaranya setuju baru kami dampingi bikin laporan polisi," ucapnya.

Kepala Unit Kejahatan dan Kekerasan Satuan Reserse Kriminal Polresta Samarinda Ipda Dovie Eudey mengatakan, ada laporan soal kasus teror tersebut.

"Sudah ada laporan masuk soal kasus itu. Tapi belum disposisi unit mana yang tangani kasus itu, nanti kalau sudah ada kami laporkan update-nya," tuturnya.

Baca juga: Polisi Sudah Periksa 4 Saksi Teror Bom Molotov di LBH Yogyakarta

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Peringati Waisak, Vihara Tanah Putih Semarang Hadirkan Pertemuan Tokoh Lintas Agama

Usai Peringati Waisak, Vihara Tanah Putih Semarang Hadirkan Pertemuan Tokoh Lintas Agama

Regional
Owabong Waterpark: Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tarik

Owabong Waterpark: Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tarik

Regional
Gempa Bumi M 5 Guncang Pegunungan Arfak Papua Barat, Terasa hingga Manokwari

Gempa Bumi M 5 Guncang Pegunungan Arfak Papua Barat, Terasa hingga Manokwari

Regional
8 SMA Terbaik di Kalimantan Selatan Versi LTMPT untuk PPDB 2022

8 SMA Terbaik di Kalimantan Selatan Versi LTMPT untuk PPDB 2022

Regional
Gempa Tektonik Magnitudo 4.9 Guncang Gorontalo, Warga Diminta Tenang

Gempa Tektonik Magnitudo 4.9 Guncang Gorontalo, Warga Diminta Tenang

Regional
9 SMA Terbaik di Kalimantan Barat Versi LTMPT untuk PPDB 2022

9 SMA Terbaik di Kalimantan Barat Versi LTMPT untuk PPDB 2022

Regional
Cekcok karena Rebutan Biduan, Seorang Remaja di Sumsel Tewas dan Satu Kritis

Cekcok karena Rebutan Biduan, Seorang Remaja di Sumsel Tewas dan Satu Kritis

Regional
20 SMA Terbaik di DIY Versi LTMPT untuk Referensi PPDB 2022

20 SMA Terbaik di DIY Versi LTMPT untuk Referensi PPDB 2022

Regional
Toleransi di Thekelan Semarang, Seluruh Warga Ucapkan Selamat Waisak

Toleransi di Thekelan Semarang, Seluruh Warga Ucapkan Selamat Waisak

Regional
Kronologi Lengkap Kecelakaan Bus di Tol Sumo hingga Sebabkan 14 Penumpang Meninggal

Kronologi Lengkap Kecelakaan Bus di Tol Sumo hingga Sebabkan 14 Penumpang Meninggal

Regional
Konflik Berakhir, Polisi Tetap Amankan dengan Ketat Perayaan Waisak di Desa Mareje Lombok Barat

Konflik Berakhir, Polisi Tetap Amankan dengan Ketat Perayaan Waisak di Desa Mareje Lombok Barat

Regional
Kecelakaan Maut di Karawang dan Tol Sumo, Pengamat Usulkan Pengelola Armada Diperiksa: Jangan Cuma Sopirnya

Kecelakaan Maut di Karawang dan Tol Sumo, Pengamat Usulkan Pengelola Armada Diperiksa: Jangan Cuma Sopirnya

Regional
Jalan Rusak, Ibu Hamil di NTT Ditandu 8 Km Saat Mau Melahirkan, Sempat Pendarahan

Jalan Rusak, Ibu Hamil di NTT Ditandu 8 Km Saat Mau Melahirkan, Sempat Pendarahan

Regional
Hutan Pinus Limpakuwus: Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tarik

Hutan Pinus Limpakuwus: Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tarik

Regional
Tarif Tes PCR Rp 600.000, Laboratorium Swasta di PLBN Entikong Ditutup Sementara

Tarif Tes PCR Rp 600.000, Laboratorium Swasta di PLBN Entikong Ditutup Sementara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.