Kompas.com - 22/09/2021, 09:02 WIB
Ilustrasi tersangka ditahan. SHUTTERSTOCKIlustrasi tersangka ditahan.

KULON PROGO, KOMPAS.com – Polisi menangkap pelaku pemerasan bernama Endra (29), Kalurahan Sogan, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Endra memeras Edi (19) asal Wirobrajan dengan modus akan melaporkan perbuatan korbannya yang pernah menggunakan obat-obatan terlarang di masa lalu.

Ancaman itu membuat Edi menyerahkan uang Rp 500.000 pada pelaku.

“Memanfaatkan korban yang mengaku pernah menggunakan obat-obatan terlarang. Pelaku menyampaikan kepada korban bahwa (kasus ini) sudah diketahui pihak berwajib,” kata Kasubag Humas Polres Kulon Progo, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widyana melalui keterangan singkatnya, Selasa (21/9/2021).

Baca juga: Catut Nama Mantan Wali Kota Rudy, Residivis Ini Peras Mantan Ajudan Jokowi dan Kepala Dinas

Edi warga Kalurahan Giripeni, Wates, bertemu Endra di Dermaga Tanjung Adikarto pada Agustus 2021.

Saat itu ada dua temannya yang lain dalam pertemuan itu. Mereka semua sudah saling kenal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sana, Endra menyatakan kalau kasus obat-obatannya sudah diketahui polisi.

Ia juga mengaku bisa membantu menyelesaikan kasus Edi dan tidak melaporkannya ke siapa pun.

Endra meminta Edi menyerahkan uang Rp 3.500.000 untuk mengurus penyelesaian kasus ini dan supaya perbuatan korban tidak berlanjut di polisi.

Baca juga: Diburu Polisi Usai Aniaya WNI dan Peras Rp 200 Juta, WN Nigeria Ternyata Tak Terdaftar di Imigrasi

Pelaku juga mengancam akan memberitahukan perbuatan itu kepada orang tua Edi.

“Pelaku menunjukkan gambar logo Satuan Narkoba dengan menyampaikan kalau korban sudah diawasi oleh polisi,” kata Jeffry.

Edi merasa terancam dan menyanggupi permintaan pelaku agar menyerahkan uang Rp 3.500.000 dengan batas waktu 2 bulan.

Ia memberikan Rp 500.000 di pertemuan itu. Ia berjanji akan mencicil sisanya dalam dua bulan.

Tagih sisa uang, Endra menghubungi Edi melalui handphone satu bulan kemudian. Kali ini, Edi curiga kalau Endra sebenarnya berbuat jahat.

Edi melaporkan kasus ini ke polisi. Mereka mendatangi pelaku di rumah kost yang berada di Pedukuhan Bendungan Kidul, Kalurahan Bendungan, Kapanewon Wates.

Baca juga: Diduga Aniaya Mantan Pacar dan Peras Rp 200 Juta, WN Nigeria di Bali Diburu Polisi

Endra mengaku perbuatannya. Tak hanya itu, ia juga mengakui ini bukan kasus pertama pemerasan yang dilakukannya. Polisi lantas menggiring Endra ke Polsek.

“Pelaku mengakui telah melakukan pemerasan sebanyak delapan kali di beberapa tempat di Kabupaten Kulon Progo,” kata Jeffry.

Polisi memasang jerat pidana pemerasan dan ancaman atau penipuan sebagaimana diatur dalam pasal 368 ayat (1) KUHP atau 378 KUHP.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nani Pengirim Sate Sianida Mohon Diringankan Hukuman, Curhat Ingin Berkeluarga

Nani Pengirim Sate Sianida Mohon Diringankan Hukuman, Curhat Ingin Berkeluarga

Regional
Korban Banjir Bandang Garut Dievakuasi, Dapur Umum Dibangun

Korban Banjir Bandang Garut Dievakuasi, Dapur Umum Dibangun

Regional
Hendak Selundupkan Ribuan Kayu Ilegal ke Malaysia, 4 Warga Riau Ditangkap Polisi

Hendak Selundupkan Ribuan Kayu Ilegal ke Malaysia, 4 Warga Riau Ditangkap Polisi

Regional
Banjir Rendam 7 Kecamatan di HST Kalsel, 2.208 Jiwa Mengungsi

Banjir Rendam 7 Kecamatan di HST Kalsel, 2.208 Jiwa Mengungsi

Regional
Muncul Varian Omicron, Koster Minta Pelaku Pariwisata di Bali Bersabar Sambut Kedatangan Wisman

Muncul Varian Omicron, Koster Minta Pelaku Pariwisata di Bali Bersabar Sambut Kedatangan Wisman

Regional
Gunung Api Ile Werung di Lembata Meletus, Air Laut Sempat Naik Sekitar 1 Meter

Gunung Api Ile Werung di Lembata Meletus, Air Laut Sempat Naik Sekitar 1 Meter

Regional
4 Daerah di Jambi Tanpa Kasus Aktif Covid-19

4 Daerah di Jambi Tanpa Kasus Aktif Covid-19

Regional
Kapolres Duga Pelaku Percobaan Pembakaran Omah PSS Sleman 4 Orang, Satu Siramkan Bensin

Kapolres Duga Pelaku Percobaan Pembakaran Omah PSS Sleman 4 Orang, Satu Siramkan Bensin

Regional
DPRD Padang Panjang Anggarkan Rp 800 Juta untuk Tablet Anggota Dewan

DPRD Padang Panjang Anggarkan Rp 800 Juta untuk Tablet Anggota Dewan

Regional
Hujan dan Angin Kencang Landa Nusa Penida Bali, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Hujan dan Angin Kencang Landa Nusa Penida Bali, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Regional
Gambar Bendera Merah Putih di Baliho HUT Kopri Terbalik, Sekda Mimika: Kami Mohon Maaf

Gambar Bendera Merah Putih di Baliho HUT Kopri Terbalik, Sekda Mimika: Kami Mohon Maaf

Regional
Ratusan Siswa Terpapar Covid-19, AIS Pekanbaru Tutup 14 Hari

Ratusan Siswa Terpapar Covid-19, AIS Pekanbaru Tutup 14 Hari

Regional
Ini Detik-detik Kantor PSS Sleman Dibakar Orang Tak Dikenal

Ini Detik-detik Kantor PSS Sleman Dibakar Orang Tak Dikenal

Regional
Sumur Bor di Tuban Keluarkan Lumpur dan Gas Mudah Terbakar, Kades Sebut Bukan Kejadian Pertama

Sumur Bor di Tuban Keluarkan Lumpur dan Gas Mudah Terbakar, Kades Sebut Bukan Kejadian Pertama

Regional
Pemkab Karawang Akan Evaluasi Ormas yang Terlibat Kerusuhan

Pemkab Karawang Akan Evaluasi Ormas yang Terlibat Kerusuhan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.