Kompas.com - 21/09/2021, 22:16 WIB
Bupati Purbalingga, Jawa Tengah, Dyah Hayuning Pratiwi dalam video yang diunggah di akun instagram pribadinya, Minggu (13/12/2020) pukul 17 30 WIB. KOMPAS.COM/Tangkapan LayarBupati Purbalingga, Jawa Tengah, Dyah Hayuning Pratiwi dalam video yang diunggah di akun instagram pribadinya, Minggu (13/12/2020) pukul 17 30 WIB.

PURBALINGGA, KOMPAS.com - Sebanyak 90 siswa SMP Negeri 4 Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menjalani isolasi terpusat di gedung sekolahnya mulai Selasa (21/9/2021).

Isolasi terpusat dilakukan menyusul puluhan siswa terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test antigen massal yang digelar Puskesmas Kecamatan Mrebet.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan, siswa yang terpapar Covid-19 merupakan orang tanpa gejala.

“Tes antigen kemarin dilakukan untuk 300 lebih warga sekolah dan ditemukan 90 siswa positif, hampir semuanya OTG,” katanya kepada wartawan, Selasa.

Baca juga: 61 Siswa SMPN 3 Mrebet Purbalingga Terpapar Covid-19

Setelah semua siswa menjalani isolasi terpusat, petugas medis akan mulai mengambil sampel usap untuk tes PCR.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasil PCR itu, kata Dyah, akan menjadi dasar apakah siswa terserbut wajib melanjutkan isolasi terpusat atau isolasi mandiri di rumah.

Dyah meminta kepada seluruh wali murid untuk memercayakan putra-putri mereka kepada tim Satgas Covid-19 di SMPN 4 Mrebet Purbalingga.

Dia menjamin semua logistik dan kebutuhan untuk menunjang kesehatan siswa akan dipenuhi oleh petugas medis di lokasi isolasi.

“Tidak perlu khawatir, anak-anaknya mendapat pemantauan yang ketat dari petugas medis. Jadi untuk sementara tidak boleh dijenguk sampai betul-betul sehat,” pungkasnya.

Baca juga: 90 Siswa SMPN 4 Mrebet Purbalingga Positif Covid-19

Dari pantauan Kompas.com, Satgas Covid-19 Kabupaten Purbalingga mendatangkan langsung fasilitas seperti kasur, disinfektan. Selain itu, tenaga kesehatan juga disiagakan.

90 siswa yang positif Covid-19 dari tes antigen tersebut ditempatkan dalam 10 ruang isolasi.

Sementara satu ruangan dipersiapkan bagi nakes yang bertugas merawat dan memantau para siswa tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kantor PSS Sleman Dibakar OTK, Ini Kata Polisi

Kantor PSS Sleman Dibakar OTK, Ini Kata Polisi

Regional
Kantornya Dibakar, Dirut PSS Sleman: Kalau Ada Kekecewaan Kita Maklum

Kantornya Dibakar, Dirut PSS Sleman: Kalau Ada Kekecewaan Kita Maklum

Regional
2 Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, Pelaku Pakai Topeng, Bawa Sajam, Bom Molotov hingga Pistol Rakitan

2 Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, Pelaku Pakai Topeng, Bawa Sajam, Bom Molotov hingga Pistol Rakitan

Regional
Dirut Liga Indonesia Baru Kecam Pembakaran 'Omah PSS' Sleman: Itu Bukan Suporter, tapi Perusuh...

Dirut Liga Indonesia Baru Kecam Pembakaran "Omah PSS" Sleman: Itu Bukan Suporter, tapi Perusuh...

Regional
Cerita Saksi Lihat Pemotor di Depannya Tewas Tergencet Avanza, 'Mobilnya Tiba-tiba Oleng, Tabrak Motor Saya hingga Jatuh ke Parit...'

Cerita Saksi Lihat Pemotor di Depannya Tewas Tergencet Avanza, "Mobilnya Tiba-tiba Oleng, Tabrak Motor Saya hingga Jatuh ke Parit..."

Regional
Kantor Manajemen PSS Sleman Dibakar Orang Tak Dikenal

Kantor Manajemen PSS Sleman Dibakar Orang Tak Dikenal

Regional
Sederet Fakta Istri Disiram Air Keras hingga Tewas, Suami Dihasut agar Cemburu, hingga Terancam Hukuman Mati

Sederet Fakta Istri Disiram Air Keras hingga Tewas, Suami Dihasut agar Cemburu, hingga Terancam Hukuman Mati

Regional
Pria yang Tertangkap Basah Curi Motor lalu Diamuk Warga, Diikat dan Ditelanjangi Ternyata Residivis

Pria yang Tertangkap Basah Curi Motor lalu Diamuk Warga, Diikat dan Ditelanjangi Ternyata Residivis

Regional
Beberapa Hari Diguyur Hujan, 7 Kecamatan di HST Kalsel Terendam Luapan Sungai Barabai

Beberapa Hari Diguyur Hujan, 7 Kecamatan di HST Kalsel Terendam Luapan Sungai Barabai

Regional
Wagub Jabar Sebut Banjir Bandang Garut karena Hutan Jadi Lahan Pertanian

Wagub Jabar Sebut Banjir Bandang Garut karena Hutan Jadi Lahan Pertanian

Regional
Warga Kembali Gelar Aksi 1.000 Lilin, Tuntut Kasus Mayat Ibu dan Bayi dalam Kantong Plastik Dituntaskan

Warga Kembali Gelar Aksi 1.000 Lilin, Tuntut Kasus Mayat Ibu dan Bayi dalam Kantong Plastik Dituntaskan

Regional
Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, 1 Orang Luka Parah

Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, 1 Orang Luka Parah

Regional
Banjir di Kota Bima NTB Meluas hingga 14 Kelurahan, 1.059 KK Terdampak

Banjir di Kota Bima NTB Meluas hingga 14 Kelurahan, 1.059 KK Terdampak

Regional
Tersambar Petir di Gubuk Tempatnya Berteduh, ODGJ Ini Ditemukan Tewas Terduduk

Tersambar Petir di Gubuk Tempatnya Berteduh, ODGJ Ini Ditemukan Tewas Terduduk

Regional
Sumur Bor Milik Warga di Tuban Keluarkan Gas Mudah Terbakar

Sumur Bor Milik Warga di Tuban Keluarkan Gas Mudah Terbakar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.