Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Malaysia Kembali Deportasi 198 PMI Asal NTT, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 02/09/2021, 08:16 WIB
Sigiranus Marutho Bere,
Pythag Kurniati

Tim Redaksi

KUPANG, KOMPAS.com - Sebanyak 198 warga Nusa Tenggara Timur (NTT), yang selama ini bekerja di Malaysia dideportasi.

Kepala UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kupang Siwa mengatakan, ratusan warga NTT itu dipulangkan karena bermasalah dan bekerja tanpa memiliki dokumen lengkap.

"Mereka sudah dipulangkan melalui jalur laut sejak 31 Agustus 2021 kemarin," ujar Siwa, kepada Kompas.com, Kamis (2/9/2021) pagi.

Baca juga: WN Rusia yang Sempat Kabur dan Melawan Satpol PP Segera Dideportasi

Siwa menyebutkan, 198 orang dipulangkan melalui Nunukan, Kalimantan Utara, menggunakan KM Bukit Siguntang.

"Mereka ini bermasalah di Malaysia, dipulangkan dari Nunukan ke NTT," kata Siwa.

Rencananya kata Siwa, para PMI tersebut tiba di NTT pada 3 September 2021.

Asal daerah para PMI

Siwa mengatakan, dari 198 orang tersebut, 166 di antaranya berasal dari Pulau Flores dan sekitarnya.

Mereka akan turun di Maumere, Kabupaten Sikka dan Larantuka, Kabupaten Flores Timur pada 3 September.

Sedangkan, 31 orang berasal dari Pulau Timor dan sekitarnya akan turun di Kota Kupang, 4 September.

Siwa memerinci, dari 198 orang, paling banyak berasal dari Kabupaten Flores Timur yakni 127 orang, disusul, Kabupaten Lembata 22 orang, Kabupaten Alor 17 orang.

Kemudian, Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kabupaten Sikka, masing-masing 12 orang.

Kabupaten Ende tiga orang dan Kabupaten Belu dan Kabupaten Nagekeo, masing-masing dua orang.

Baca juga: Menaker Sebut Ada 4 Langkah Perlindungan PMI Selama Pandemi Covid-19

Saat ini, kata Siwa, petugas BP2MI telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, untuk menjemput mereka.

Termasuk juga, kata Siwa, dengan tim gugus tugas penanganan Covid-19 di kabupaten masing-masing.

Sebelumnya, pada pertengahan Agustus 2021, otoritas Malaysia mendeportasi 118 warga NTT, karena tak memiliki dokumen kerja yang lengkap. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Gunung Gandang Dewata, Puncak Tertinggi di Sulawesi Barat

Gunung Gandang Dewata, Puncak Tertinggi di Sulawesi Barat

Regional
Dampak Cuaca Buruk, Petambak Udang di Kebumen Panen Lebih Awal

Dampak Cuaca Buruk, Petambak Udang di Kebumen Panen Lebih Awal

Regional
Terungkap Motif Pria Bacok Pacar Anaknya hingga Tewas, Sakit Hati Putrinya Dilecehkan

Terungkap Motif Pria Bacok Pacar Anaknya hingga Tewas, Sakit Hati Putrinya Dilecehkan

Regional
Malam Ini Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Lagi, Semburkan Abu Tebal 900 Meter

Malam Ini Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Lagi, Semburkan Abu Tebal 900 Meter

Regional
Sejarah Kabupaten Semarang

Sejarah Kabupaten Semarang

Regional
Sudah Berkeluarga, Oknum Guru di Bengkulu Tega Cabuli Siswinya Sendiri

Sudah Berkeluarga, Oknum Guru di Bengkulu Tega Cabuli Siswinya Sendiri

Regional
Lewat Inovasi Penanganan Stunting, Pemkot Semarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari PBB

Lewat Inovasi Penanganan Stunting, Pemkot Semarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari PBB

Kilas Daerah
6 Venue Event Populer di Kota Tangerang, Cocok untuk Segala Acara

6 Venue Event Populer di Kota Tangerang, Cocok untuk Segala Acara

Regional
Bayi Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Depan Kapel Ende

Bayi Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Depan Kapel Ende

Regional
Status Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Diperpanjang

Status Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Diperpanjang

Regional
Ramai soal Judi Online, Kapolda Jateng: Apabila Ada Jajaran yang Terlibat Saya Copot

Ramai soal Judi Online, Kapolda Jateng: Apabila Ada Jajaran yang Terlibat Saya Copot

Regional
Polisi Buru Pria Penghuni Kontrakan Tempat Terapis Ditemukan Tewas Dilakban dan Diikat

Polisi Buru Pria Penghuni Kontrakan Tempat Terapis Ditemukan Tewas Dilakban dan Diikat

Regional
Ribuan Aduan Masuk ke Posko PPDB Jateng, Apa yang Menjadi Keluhan?

Ribuan Aduan Masuk ke Posko PPDB Jateng, Apa yang Menjadi Keluhan?

Regional
Aksi Istri Gunduli Diduga Pelakor di OKI Sumsel, Dilaporkan Korban ke Polisi

Aksi Istri Gunduli Diduga Pelakor di OKI Sumsel, Dilaporkan Korban ke Polisi

Regional
Kaesang Beri Surat Tugas ke Sekar Tandjung untuk Maju ke Pilkada Solo

Kaesang Beri Surat Tugas ke Sekar Tandjung untuk Maju ke Pilkada Solo

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com