Bersih-bersih Makam Tua, Warga Kulon Progo Temukan Batu-batu Mirip Gamelan

Kompas.com - 26/08/2021, 20:48 WIB
Warga menyebutnya sebagai batu gamelan karena batu-batu ini memiliki bentuk mirip gamelan. Temuan ini di pemakaman umum warga Pedukuhan Papak, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. KOMPAS.COM/DANI JULIUSWarga menyebutnya sebagai batu gamelan karena batu-batu ini memiliki bentuk mirip gamelan. Temuan ini di pemakaman umum warga Pedukuhan Papak, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

KULON PROGO, KOMPAS.com – Warga kerja bakti membersihkan sebuah makam tua malah menemukan batu-batu dengan bentuk tidak biasa di pemakaman umum Pedukuhan Papak, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Warga menyebutnya sebagai batu gamelan karena beberapa bagian batu itu mirip bagian-bagian dari gamelan.

Batu bentuk seragam, mayoritas kotak memanjang 40-an sentimeter, batu berbentuk papan, dan ada yang seperti sisi gamelan. Beberapa ada yang berornamen dan terpahat.

Batu diperkirakan memiliki nilai purbakala.

“Bentuknya seperti perangkat gambang dan bonang. Bahannya seperti batu candi. Batu seperti ini tidak ada di sekitar sini,” kata Jemangin, tokoh warga Papak di lokasi temuan, Kamis (26/8/2021).

Baca juga: Tolak Vaksin AstraZeneca, Badan Pengelola Islamic Center Samarinda Batal Gelar Vaksinasi Massal

Pemakaman tersebut berada di kaki sebuah bukit dan di pinggir sungai Papak. Kuburan tersebut konon sudah ada sejak zaman sebelum kemerdekaan. Pemakaman berhadapan dengan pekarangan milik Kadarno (59), warga setempat.

Warga Papak memiliki tradisi bersih-bersih makam pada bulan Suro. Mereka merapikan nisan, membersihkan dari rumput dan memperbaiki gundukan.

Salah satu makam yang diperbaiki adalah sebuah makam tanpa nisan, namun orang menyebutnya makam orang bernama Simplek.

Warga yang sudah sepuh di Papak mengenal nama Simplek sebagai pemain ledek atau ronggeng di masa lalu. Nama itu pun mereka dapat dari cerita orang tua terdahulu.

Saat membersihkan makam, mereka menemukan batu. Lantas, mereka menggali hingga kedalaman hampir satu meter. Mereka pun menemukan puluhan batu tidak biasa dari makam Simplek ini.

Batu dikumpulkan dan dibersihkan.

“Batu seperti batu (bahan untuk) candi,” kata Jemangin.

Kasdi (72) sesepuh warga. Dulunya juga penari di kesenian gambyong di Papak.

Ia mengungkapkan, bentuk batu ada yang mirip bagian dari gamelan, yakni seperti bonang, saron dan gambang. Bentuknya masih terlihat baik dengan ukiran sederhananya. Semua didapat dari kuburan Simplek.

Dulunya, kuburan itu juga ada semacam batu relief perempuan bersanggul duduk bersila. Hilang pada tahun 1991.

Ia mengaitkan, temuan batu gamelan itu dengan Simplek. Di kelompok kesenian gambyong yang diikutinya semasa muda, Simplek terkenal sebagai penari ronggeng atau ledek. Masyarakat sangat menggemari karena tidak ada kesenian lain.

Berselang lama sejak patung itu hilang, kini ditemukan batu-batu unik tersebut. Kasdi mengungkapkan, warga lantas mengangkatnya, memugar lokasi penemuan. Membuat pondasi mengeliling selebar 2x3 dan berencana menata kembali batu-batu itu di sana.

“Melestarikan makam ini,” kata Kasdi.

Kawasan temuan lingga

Penemuan ini menguak kembali penemuan-penemuan batu sebelumnya.

Terjadi sekitar 18 tahun lalu, ayah dari Kadarno menemukan lingga dan beberapa benda bersejarah lain di tanah pekarangan miliknya seluas 5.000 meter persegi di 2003. Di lahan itu tumbuh pohon mahoni, jati dan bambu.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kulon Progo saat itu menerima satu lingga, dua batu bulat semacam gandik atau batu penggiling, dan semacam batu nisan dari pekarangan Ahmad Sukadi, ayah dari Kadarno ini.

Semua dari batu andesit. Benda-benda itu kemudian dibawa dan disimpan di museum sebagai benda cagar budaya.

Karenanya, Kadarno tidak terkejut dengan temuan batu mirip gamelan itu. Pasalnya, di masa lalu memang sudah ada temuan di tanah pekarangan miliknya.

“Dulu sudah diambil Dinas Kebudayaan saat itu. Semacam lingga yoni seperti itu,” kata Kadarno.

Baca juga: Wali Kota Magelang Surati Presiden, Ingin Selesaikan Masalah Aset TNI yang Ditempati Pemkot

Bahkan, ayahnya juga pernah menemukan dua batu bentuk bulat dengan cekungan dalam di bagian tengah pada 1968. Ukuran batu ini lebih dari dua pelukan orang dewasa. Ia menyebutnya sebagai batu lumpang.

“Saya dan anak-anak mengangkat lagi batu ini baru satu minggu lalu,” kata Karno.

Kadarno menceritakan, batu lumping ini hanya menjadi mainan saat ia masih usia enam tahun. Batu lumpang tidak menarik minat pemerintah saat itu. Kemudian, batu tertanam oleh tanah seiring waktu.

“Ditemukan saat kecil enam tahun, bapak menemukan dua lumpang. Tidak tahu benda apa maka buat mainan. Setelah dewasa, (baru tahu) batu ini jadi benda purbakala,” kata Kadarno.

Kadarno mengharapkan, temuan-temuan itu nantinya bisa mengangkat citra Pedukuhan Papak dan Kalirejo pada umumnya. Dengan temuan itu, maka Kalirejo makin dikenal orang.

“Harapannya semakin dikenal,” kata Kadarno.

Kini, temuan batu yang tidak biasa kembali ditemukan.

Lurah Kalirejo, Lana mengungkapkan, pihaknya mendorong agar Papak terus melestarikan berbagai penemuan ini.

Dengan demikian, maka predikat sebagai desa budaya bisa terus bertahan.

“Harapannya, nanti ini jadi bagian dari sejarah dan peninggalan bagi desa. Kami menyinkronkan dengan penemuan-penemuan lainnya, yakni temuan yoni dan lingga sebelumnya,” kata Lana.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Kunjung Turunkan Harga Minyak Goreng, Toko Tradisional Disidak Pemerintah Mamasa

Tak Kunjung Turunkan Harga Minyak Goreng, Toko Tradisional Disidak Pemerintah Mamasa

Regional
Cekcok Masalah Uang, Tangan Pria Ini Putus Ditebas Parang

Cekcok Masalah Uang, Tangan Pria Ini Putus Ditebas Parang

Regional
Antisipasi Bentrok di Maluku Tengah Meluas, Kodam Pattimura Siagakan Pasukan

Antisipasi Bentrok di Maluku Tengah Meluas, Kodam Pattimura Siagakan Pasukan

Regional
PSU Pilkada Yalimo Diklaim Aman, 1.500 Anggota Brimob Dikerahkan

PSU Pilkada Yalimo Diklaim Aman, 1.500 Anggota Brimob Dikerahkan

Regional
2 Pos Keamanan Akan Dibangun Redam Bentrok Warga di Maluku Tengah

2 Pos Keamanan Akan Dibangun Redam Bentrok Warga di Maluku Tengah

Regional
43 Detonator dan 1 Bom Milik DPO Teroris MIT Poso Kembali Dimusnahkan

43 Detonator dan 1 Bom Milik DPO Teroris MIT Poso Kembali Dimusnahkan

Regional
Mabes Polri Kirim Tim Asistensi Selidiki Kasus Pembunuhan Ibu dan Bayi di Kupang

Mabes Polri Kirim Tim Asistensi Selidiki Kasus Pembunuhan Ibu dan Bayi di Kupang

Regional
Petik Daun Singkong di Kebun Belakang Rumah, IRT Tercebur di Sumur 12 Meter

Petik Daun Singkong di Kebun Belakang Rumah, IRT Tercebur di Sumur 12 Meter

Regional
Alasan Jokowi dan Menkeu Tolak Bayar Utang Rp 60 M ke Warga Padang

Alasan Jokowi dan Menkeu Tolak Bayar Utang Rp 60 M ke Warga Padang

Regional
Perkosa Keponakan Berulang Kali, Pria Ini Ditangkap Polisi

Perkosa Keponakan Berulang Kali, Pria Ini Ditangkap Polisi

Regional
Temui Kapolda Maluku, Perwakilan Warga Pulau Haruku Korban Bentrok Minta Jaminan Keamanan

Temui Kapolda Maluku, Perwakilan Warga Pulau Haruku Korban Bentrok Minta Jaminan Keamanan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 26 Januari 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 26 Januari 2022

Regional
Bayar Orang untuk Jadi Polisi, Pria di Pekanbaru Malah Ditipu Ibu Rumah Tangga hingga Rp 62 Juta

Bayar Orang untuk Jadi Polisi, Pria di Pekanbaru Malah Ditipu Ibu Rumah Tangga hingga Rp 62 Juta

Regional
Tiang Besi di Jembatan Siak IV Pekanbaru Hilang, Diduga Dicuri

Tiang Besi di Jembatan Siak IV Pekanbaru Hilang, Diduga Dicuri

Regional
Pemprov Maluku Akan Kirim Bantuan Tenda hingga Sembako ke Korban Bentrokan di Pulau Haruku

Pemprov Maluku Akan Kirim Bantuan Tenda hingga Sembako ke Korban Bentrokan di Pulau Haruku

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.