Dengan Mata Berkaca-kaca, Sumarmi, Nenek Penjual Ubi yang Ditipu Pakai Uang Palsu Rp 100.000, Terima Bantuan dari Pembaca Kompas.com

Kompas.com - 19/08/2021, 14:02 WIB
Sumarmi saat menerima bantuan dari pembaca Kompas.com, Kamis (19/8/2021). KOMPAS.com/M.AGUS FAUZUL HAKIMSumarmi saat menerima bantuan dari pembaca Kompas.com, Kamis (19/8/2021).

KEDIRI, KOMPAS.com - Banyak kalangan yang merasa tersentuh atas peristiwa yang menimpa Sumarmi, nenek penjual ubi di Pasar Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Bagaimana tidak, Sumarmi yang hanya mengambil untung sedikit dari jualannya malah ditipu dengan uang palsu Rp 100.000, beberapa waktu lalu.

Sumarmi saat itu langsung lemas dan sempat tidak tampak berjualan setelah kejadian penipuan tersebut.

Baca juga: Sumarmi, Nenek Penjual Ubi yang Tertipu Uang Palsu Rp 100.000, Tidak Terlihat Berjualan

Mata berkaca-kaca terima bantuan

Tak sedikit dari warga yang bergerak membantu Sumarmi. Sebab, Sumarmi juga merupakan tulang punggung keluarganya.

Sumbangan tersebut termasuk berasal dari para pembaca Kompas.com, dengan jumlah donasi yang terkumpul mencapai Rp 1 juta.

Sumbangan dari pembaca Kompas.com telah diterima langsung oleh Sumarmi yang ditemui di lapak tempat berdagangnya di Pasar Mojo, Kamis (19/8/2021).

Sumarmi yang saat itu mengenakan baju hijau dipadu kerudung warna terang itu tampak terharu. Matanya berkaca-kaca saat menerima bantuan.

Dia lantas menyampaikan ungkapan syukur dan mendoakan orang-orang yang telah memperhatikannya.

"Terima kasih, semoga bapak ibu semua sehat selalu," ujar Sumarmi.

Baca juga: Kisah Pilu Nenek Penjual Ubi Tertipu Uang Palsu Rp 100.000, Sempat Lari Cari Pelaku hingga Tak Bisa Jualan

Sumarmi saat menjajakan dagangannya di Pasar Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (8/8/2021).Dok. Enik Endiati Sumarmi saat menjajakan dagangannya di Pasar Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (8/8/2021).
Gunakan untuk tambah modal berdagang

Sumbangan tersebut, kata Sumarmi, akan digunakan untuk menambah modal membeli umbi-umbian dagangannya.

Selain itu, nenek ini menambahkan, sebagian sumbangan juga akan dibagikannya kepada anak-anak yatim.

Sumarmi juga berharap, kejadian pahit yang dialaminya bisa menjadi pelajaran bagi para pedagang lainnya.

"Supaya lebih mawas diri," pesan Sumarmi.

Baca juga: Tak Jualan Setelah Ditipu Pembeli dengan Uang Palsu Rp 100.000, Sumarmi: Saya Istirahat

Berharap keamanan pasar ditingkatkan

Enik, tetangga lapak Sumarmi, ikut mengimbau masyarakat terutama para pedagang agar lebih waspada terhadap peredaran uang palsu.

Dia juga berharap keamanan pasar bisa lebih ditingkatkan demi keamanan bersama.

"Semoga ke depannya lebih baik lagi," ujar Enik.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menyampaikan empatinya terhadap apa yang menimpa Sumarmi.

Tutik mengatakan, pengamanan lingkungan pasar sebenarnya sudah dilakukan oleh petugas pasar dan perkumpulan pedagang.

Namun, diakuinya, pengawasan terhadap peredaran uang palsu di area pasar memang cukup sulit dilakukan.

"Kalau toko-toko besar, mungkin punya lampu ultraviolet untuk mengecek keaslian uang. Tapi, untuk pedagang kecil atau lesehan, apalagi pedagangnya sepuh, cukup susah," kata Tutik dalam sambungan telepon, Kamis.

Baca juga: Kisah Mbah Mardi, Dapat Amplop Berisi Rp 2 Juta dari Orang Tak Dikenal, Bermula Tertipu Uang Palsu Rp 400.000

Uang palsu yang diterima oleh Sumarmi.Kiriman Enik Endiati Uang palsu yang diterima oleh Sumarmi.
Tutik berjanji akan memperkuat keamanan dengan secara rutin memberi imbauan kewaspadaan kepada para pedagang melalui pengeras suara.

"Nanti biar secara rutin diingatkan melalui speaker yang ada," lanjutnya.

Selain itu, Tutik menambahkan, pihaknya juga akan mengupayakan adanya kamera pengawas untuk memperkuat keamanan pasar.

"Kalau yang di pasar induk sudah kita pasang kamera CCTV. Nah, ini kami mengupayakan semua pasar biar bisa merata," pungkasnya.

Baca juga: Pengakuan Mbah Mardi, Lansia Penjual Bebek yang Ditipu dengan Uang Palsu Rp 400.000: Gusti Allah yang Mengganti

Sebelumnya diberitakan, Sumarmi nenek asal Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih itu tertipu uang palsu dari seorang pembeli pada Jumat (6/8/2021).

Ketika itu seorang perempuan paruh baya bersama anak kecil datang ke lapak Sumarmi.

Perempuan tersebut membeli 2 kilogram ubi dengan uang kertas nominal Rp 100.000. Pembeli tersebut kemudian pergi menggunakan sepeda motor.

Sumarmi yang curiga dengan tampilan uang tersebut, lalu memeriksakannya kepada para rekan sesama pedagang di sekitarnya. Dari situ uangnya diketahui palsu.

Saat itu Sumarmi langsung tertunduk lesu hingga matanya berkaca-kaca. Terlebih lagi, upayanya mengejar pembeli tadi juga tidak mendapatkan hasil.

Nilai kerugiannya juga cukup besar bagi Sumarmi yang hanya pedagang kecil.

Sebab, dari uang palsu Rp 100.000 yang diterimanya, dia menderita kerugian dobel, yakni 2 kilogram ubi senilai Rp 10.000 dan uang kembalian sebesar Rp 90.000.

Padahal, keuntungan yang didapatnya dari jualan umbi-umbian, seperti ketela, ubi, dan talas, hanya Rp 1.000 tiap kilogramnya. Itu pun sehari berjualan kadang Sumarmi hanya membawa pulang keuntungan Rp 6.000.

 

Donasi para pembaca ini berasal dari penggalangan melalui situs kitabisa.com.

Para pembaca juga bisa turut menebar kebaikan untuk membantu mereka yang membutuhkan dalam kisah serupa lainnya.

Pembaca dapat berpartisipasi dengan cara berdonasi dengan klik di sini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kecelakaan Kapal di Manggarai Barat, 2 Korban Tewas, 4 Selamat

Kecelakaan Kapal di Manggarai Barat, 2 Korban Tewas, 4 Selamat

Regional
Kronologi 172 Warga Lebak Banten Keracunan, Bermula Santap Nasi Syukuran

Kronologi 172 Warga Lebak Banten Keracunan, Bermula Santap Nasi Syukuran

Regional
Maling Motor di Masjid, Muka Pelaku Terekam Jelas CCTV

Maling Motor di Masjid, Muka Pelaku Terekam Jelas CCTV

Regional
[POPULER NUSANTARA] “Bola Panas” di Polrestabes Medan | Sopir Angkot Ceritakan Detik-detik Kecelakaan Maut Balikpapan

[POPULER NUSANTARA] “Bola Panas” di Polrestabes Medan | Sopir Angkot Ceritakan Detik-detik Kecelakaan Maut Balikpapan

Regional
Omicron Masuk NTB Jelang Gelaran MotoGP, Ini Langkah Pemprov

Omicron Masuk NTB Jelang Gelaran MotoGP, Ini Langkah Pemprov

Regional
Mengikuti Jejak S Sudjojono Lewat Workshop Sketsa 'Sketch Like Sudjojono' di Tumurun Private Museum

Mengikuti Jejak S Sudjojono Lewat Workshop Sketsa "Sketch Like Sudjojono" di Tumurun Private Museum

Regional
Korban Keracunan Makanan di Lebak Bertambah Jadi 172 Orang, 3 di Antaranya Dirujuk ke RS

Korban Keracunan Makanan di Lebak Bertambah Jadi 172 Orang, 3 di Antaranya Dirujuk ke RS

Regional
Biografi Singkat Raden Saleh dan Makna Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro

Biografi Singkat Raden Saleh dan Makna Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 23 Januari 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 23 Januari 2022

Regional
Sejumlah Warga di Bogor Deklarasi Dukung Ridwan Kamil Maju di Pilpres 2024

Sejumlah Warga di Bogor Deklarasi Dukung Ridwan Kamil Maju di Pilpres 2024

Regional
Sejarah Vaksin di Indonesia, dari Pandemi Cacar hingga Covid-19

Sejarah Vaksin di Indonesia, dari Pandemi Cacar hingga Covid-19

Regional
5 Fakta E-KTP Digital, dari Syarat dan Cara Pembuatan hingga Dilengkapi QR Code

5 Fakta E-KTP Digital, dari Syarat dan Cara Pembuatan hingga Dilengkapi QR Code

Regional
Detik-detik Ambulans Polisi di NTT Terbalik Saat Antar Pelayat, Seorang Bocah Tewas di Lokasi

Detik-detik Ambulans Polisi di NTT Terbalik Saat Antar Pelayat, Seorang Bocah Tewas di Lokasi

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 23 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 23 Januari 2022

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 23 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 23 Januari 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.