NEWS
Salin Artikel

Dengan Mata Berkaca-kaca, Sumarmi, Nenek Penjual Ubi yang Ditipu Pakai Uang Palsu Rp 100.000, Terima Bantuan dari Pembaca Kompas.com

Bagaimana tidak, Sumarmi yang hanya mengambil untung sedikit dari jualannya malah ditipu dengan uang palsu Rp 100.000, beberapa waktu lalu.

Sumarmi saat itu langsung lemas dan sempat tidak tampak berjualan setelah kejadian penipuan tersebut.

Mata berkaca-kaca terima bantuan

Tak sedikit dari warga yang bergerak membantu Sumarmi. Sebab, Sumarmi juga merupakan tulang punggung keluarganya.

Sumbangan tersebut termasuk berasal dari para pembaca Kompas.com, dengan jumlah donasi yang terkumpul mencapai Rp 1 juta.

Sumbangan dari pembaca Kompas.com telah diterima langsung oleh Sumarmi yang ditemui di lapak tempat berdagangnya di Pasar Mojo, Kamis (19/8/2021).

Sumarmi yang saat itu mengenakan baju hijau dipadu kerudung warna terang itu tampak terharu. Matanya berkaca-kaca saat menerima bantuan.

Dia lantas menyampaikan ungkapan syukur dan mendoakan orang-orang yang telah memperhatikannya.

"Terima kasih, semoga bapak ibu semua sehat selalu," ujar Sumarmi.

Sumbangan tersebut, kata Sumarmi, akan digunakan untuk menambah modal membeli umbi-umbian dagangannya.

Selain itu, nenek ini menambahkan, sebagian sumbangan juga akan dibagikannya kepada anak-anak yatim.

Sumarmi juga berharap, kejadian pahit yang dialaminya bisa menjadi pelajaran bagi para pedagang lainnya.

"Supaya lebih mawas diri," pesan Sumarmi.

Berharap keamanan pasar ditingkatkan

Enik, tetangga lapak Sumarmi, ikut mengimbau masyarakat terutama para pedagang agar lebih waspada terhadap peredaran uang palsu.

Dia juga berharap keamanan pasar bisa lebih ditingkatkan demi keamanan bersama.

"Semoga ke depannya lebih baik lagi," ujar Enik.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menyampaikan empatinya terhadap apa yang menimpa Sumarmi.

Tutik mengatakan, pengamanan lingkungan pasar sebenarnya sudah dilakukan oleh petugas pasar dan perkumpulan pedagang.

Namun, diakuinya, pengawasan terhadap peredaran uang palsu di area pasar memang cukup sulit dilakukan.

"Kalau toko-toko besar, mungkin punya lampu ultraviolet untuk mengecek keaslian uang. Tapi, untuk pedagang kecil atau lesehan, apalagi pedagangnya sepuh, cukup susah," kata Tutik dalam sambungan telepon, Kamis.

"Nanti biar secara rutin diingatkan melalui speaker yang ada," lanjutnya.

Selain itu, Tutik menambahkan, pihaknya juga akan mengupayakan adanya kamera pengawas untuk memperkuat keamanan pasar.

"Kalau yang di pasar induk sudah kita pasang kamera CCTV. Nah, ini kami mengupayakan semua pasar biar bisa merata," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Sumarmi nenek asal Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih itu tertipu uang palsu dari seorang pembeli pada Jumat (6/8/2021).

Ketika itu seorang perempuan paruh baya bersama anak kecil datang ke lapak Sumarmi.

Perempuan tersebut membeli 2 kilogram ubi dengan uang kertas nominal Rp 100.000. Pembeli tersebut kemudian pergi menggunakan sepeda motor.

Sumarmi yang curiga dengan tampilan uang tersebut, lalu memeriksakannya kepada para rekan sesama pedagang di sekitarnya. Dari situ uangnya diketahui palsu.

Saat itu Sumarmi langsung tertunduk lesu hingga matanya berkaca-kaca. Terlebih lagi, upayanya mengejar pembeli tadi juga tidak mendapatkan hasil.

Nilai kerugiannya juga cukup besar bagi Sumarmi yang hanya pedagang kecil.

Sebab, dari uang palsu Rp 100.000 yang diterimanya, dia menderita kerugian dobel, yakni 2 kilogram ubi senilai Rp 10.000 dan uang kembalian sebesar Rp 90.000.

Padahal, keuntungan yang didapatnya dari jualan umbi-umbian, seperti ketela, ubi, dan talas, hanya Rp 1.000 tiap kilogramnya. Itu pun sehari berjualan kadang Sumarmi hanya membawa pulang keuntungan Rp 6.000.

Donasi para pembaca ini berasal dari penggalangan melalui situs kitabisa.com.

Para pembaca juga bisa turut menebar kebaikan untuk membantu mereka yang membutuhkan dalam kisah serupa lainnya.

Pembaca dapat berpartisipasi dengan cara berdonasi dengan klik di sini.

https://regional.kompas.com/read/2021/08/19/140256878/dengan-mata-berkaca-kaca-sumarmi-nenek-penjual-ubi-yang-ditipu-pakai-uang

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.