Kompas.com - 31/07/2021, 06:00 WIB
Ilustrasi Vaksin Sinovac SHUTTERSTOCK/Shan_shan Ilustrasi Vaksin Sinovac

SERANG, KOMPAS.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, keterlambatan vaksin dosis kedua tak akan berpengaruh terhadap pembentukan antibodi.

Mantan Direktur RSUD Kota Tangerang menyebut, keterlambatan vaksinasi kedua juga tidak akan membuat vaksinasi pertama menjadi sia-sia.

Namun, dia meminta kepada masyarakat agar tetap melakukan vaksinasi dosis kedua sesuai dengan jadwal.

“Untuk keterlambatan pemberian vaksin dosis kedua sebenarnya range itu 28 hari dari dosis pertama. Jika ada keterlambatan, tidak sia-sia juga dosis pertama yang disuntikan,” jelas Ati, kepada wartawan dii gedung DPRD Banten, Jumat (30/7/2021).

5.610 dosis vaksin Sinovac

Ati menjelaskan, Pemerintah Provinsi Banten kembali mendapatkan kuota vaksin Sinovac berjumlah 5.610 dosis dari pemerintah pusat.

Kuota vaksin itu akan diprioritaskan untuk vaksinasi dosis kedua.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Dugaan Pungli, Pria Ini Dimintai Uang Rp 2,5 Juta untuk Makamkan Ibunya yang Meninggal karena Covid-19

“Kemarin pemerintah pusat telah men-drop kepada Provinsi Banten sebanyak 5.610. Itu (vaksin) prioritasnya untuk dosis yang kedua, tidak boleh untuk dosis pertama,” kata Ati.

Baca juga: Sudah Menunggu dari Subuh dan Berdesak-desakan, tapi Warga Tak Kunjung Dapat Vaksin

Ati mengatakan, Provinsi Banten menargetkan 9.229.383 orang divaksin hingga Februari 2022.

Target itu terdiri dari 45.586 tenaga kesehatan, 456.149 petugas publik, 643.607 lansia, 6.877.059 masyarakat rentan dan umum, serta 1.207.002 remaja atau usia 12-7 tahun.

Capaian vaksinasi

Per tanggal 29 Juli 2021, capaian vaksinasi dosis pertama untuk tenaga kesehatan di Banten 126 persen dari target sasaran atau 57.489 orang.

Sedangkan dosis kedua 110 persen atau sudah 50.393 orang.

Untuk kategori petugas publik, dosis pertama capaiannya sudah 174 persen atau  796.641 orang. Sedangkan dosis kedua 401.167 orang atau 87 persen.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Remaja 14 Tahun Tewas di Tangan Kekasihnya, Mengaku Hamil, Dibujuk Minum Jamu Beracun oleh Pelaku

Kisah Remaja 14 Tahun Tewas di Tangan Kekasihnya, Mengaku Hamil, Dibujuk Minum Jamu Beracun oleh Pelaku

Regional
Kantor Bank Sinarmas Pontianak Ditembaki OTK, Polisi Pastikan Bukan dari Senpi

Kantor Bank Sinarmas Pontianak Ditembaki OTK, Polisi Pastikan Bukan dari Senpi

Regional
Puluhan Prajurit Kodam Pattimura Latihan Bersama Militer AS, Pangdam: Jaga Nama Baik TNI AD

Puluhan Prajurit Kodam Pattimura Latihan Bersama Militer AS, Pangdam: Jaga Nama Baik TNI AD

Regional
Menahan Tangis, Bupati Non-aktif Muara Enim Minta Rekening Keluarganya Dibuka, Merasa Dizalimi KPK

Menahan Tangis, Bupati Non-aktif Muara Enim Minta Rekening Keluarganya Dibuka, Merasa Dizalimi KPK

Regional
Heboh Pelecehan Seksual Mahasiswi Unsri yang Diduga Dilakukan Dosen Pembimbing Skripsi, Ini Kata Pihak Kampus

Heboh Pelecehan Seksual Mahasiswi Unsri yang Diduga Dilakukan Dosen Pembimbing Skripsi, Ini Kata Pihak Kampus

Regional
Investasi Fiktif Guru Madrasah di Bogor Tipu Korbannya hingga Rp 23 Miliar, Polisi: Rekening Tersangka Tinggal Rp 200 Ribu

Investasi Fiktif Guru Madrasah di Bogor Tipu Korbannya hingga Rp 23 Miliar, Polisi: Rekening Tersangka Tinggal Rp 200 Ribu

Regional
Kawah Lumpur Kesongo Blora Meletus, Ini Kronologinya

Kawah Lumpur Kesongo Blora Meletus, Ini Kronologinya

Regional
Cerita Raju, Atlet Selancar yang Ditolak Masuk Tim PON NTT, Berhasil Raih 2 Medali di Papua

Cerita Raju, Atlet Selancar yang Ditolak Masuk Tim PON NTT, Berhasil Raih 2 Medali di Papua

Regional
Mobil Terios Terbalik, Pengemudi dan Penumpang Malah Kabur, Polisi: Sopirnya Mabuk

Mobil Terios Terbalik, Pengemudi dan Penumpang Malah Kabur, Polisi: Sopirnya Mabuk

Regional
Ayah Tega Perkosa Anak Kandung hingga Hamil 7 Bulan, Ketahuan Sang Ibu Saat Periksa ke Bidan

Ayah Tega Perkosa Anak Kandung hingga Hamil 7 Bulan, Ketahuan Sang Ibu Saat Periksa ke Bidan

Regional
Data Aplikasi Tidak Sinkron, Pemkab Landak Kalbar Mengaku Tak Dapat Jatah Vaksin Covid-19

Data Aplikasi Tidak Sinkron, Pemkab Landak Kalbar Mengaku Tak Dapat Jatah Vaksin Covid-19

Regional
Guru Honorer di Krayan Kaltara Bunuh Macan Tutul dan Unggah Fotonya di Medsos, Ini Alasannya

Guru Honorer di Krayan Kaltara Bunuh Macan Tutul dan Unggah Fotonya di Medsos, Ini Alasannya

Regional
Penembakan Kantor Bank Sinarmas Pontianak Sudah Terjadi Dua Kali

Penembakan Kantor Bank Sinarmas Pontianak Sudah Terjadi Dua Kali

Regional
Polisi Tangkap Kades di Sultra yang Perintahkan Warganya Bawa Bom Saat Demo

Polisi Tangkap Kades di Sultra yang Perintahkan Warganya Bawa Bom Saat Demo

Regional
Anak di Bawah 12 Tahun di Karawang Tak Boleh Masuk Tempat Wisata, Pengunjung Dibatasi 25 Persen

Anak di Bawah 12 Tahun di Karawang Tak Boleh Masuk Tempat Wisata, Pengunjung Dibatasi 25 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.