Curhat Seniman Topeng Banjet Karawang: 2 Tahun Tak Pentas sejak Pandemi, Jual Peralatan buat Sambung Hidup

Kompas.com - 29/07/2021, 15:55 WIB
Para seniman Topeng Banjet saat menerima paket sembako dari Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama Putra, Rabu (28/7/2021). KOMPAS.COM/FARIDAPara seniman Topeng Banjet saat menerima paket sembako dari Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama Putra, Rabu (28/7/2021).

 

Terpaksa jual peralatan manggung untuk bertahan hidup, berinovasi manggung di YouTube

Tomi menyebut ada sekitar 73 grup topeng banjet di Karawang. Setiap grup itu terdiri dari 25 sampai 30 orang personel.

Tomi mengungkapkan, selama pandemi Covid-19 keadaan grup topeng banjet berhenti total karena tidak adanya tawaran manggung.

"Kalau habis Idul Adha seperti ini banyak hajatan. Mereka bisa manggung sampai 18 kali. Namun saat ini dibatalkan karena hajatan dan keramaian tak diperbolehkan," katanya.

Setiap sekali manggung, grup Topeng Banjet menerima bayaran mulai Rp 7 juta, tergantung wilayah penanggap.

Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, para seniman, banyak yang menjual alat-alat manggung. Seperti kendang dan rebab.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sampai ada yang jual alat," ujar dia.

Selain itu, para seniman Topeng Banjet pun tetap berinovasi. Misalnya dengan melakukan pertunjukkan Topeng Banjet secara virtual di kanal YouTube atau radio swasta.

"Kita berinovasi agar kami, seniman Topeng Banjet tetap eksis," kata Tomi.

Upaya bantuan untuk pekerja seni

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Karawang Yudi Yudiawan mengatakan, tengah mengupayakan bantuan bagi para pekerja seni.

"Kami tengah komunikasi dengan Disparbud Provinsi (Jabar)," kata Yudi

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menyebutkan, pemberian bantuan, seperti bantuan tunai sosial (BST) dan bantuan pangan non tunai (BPNT) diberikan berdasarkan data.

Pendataan itu dilakukan oleh tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) dn pendamping program keluarga harapan (PKH).

"Pendataan itu pastinya ada klasifikasi khusus, benar-benar tidak mampu," kata dia.

Jika memang memerlukan bantuan, kata Cellica, yang bersangkutan sebaiknya melapor kepada TKSK atau pendamping PKH setempat.

"Agar jika keluarga penerima manfaat (KPM) PKH atau BPNT pindah, meninggal, atau ada revisi data, bisa didata dan dimasukkan," ujar Cellica.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelatih Voli di Demak Diduga Cabuli 13 Anak Didiknya, Satu Korban Hamil 8 Bulan

Pelatih Voli di Demak Diduga Cabuli 13 Anak Didiknya, Satu Korban Hamil 8 Bulan

Regional
Mata Kakek Alin Berkaca-kaca Lihat Rumahnya, Dulu Nyaris Roboh, Bocor Sana-sini, Kini Jadi Layak Huni

Mata Kakek Alin Berkaca-kaca Lihat Rumahnya, Dulu Nyaris Roboh, Bocor Sana-sini, Kini Jadi Layak Huni

Regional
Mesin ATM di Minimarket Dibobol Maling, Uang Ratusan Juta Rupiah Raib, Polisi: Pelaku Lebih dari 1 Orang

Mesin ATM di Minimarket Dibobol Maling, Uang Ratusan Juta Rupiah Raib, Polisi: Pelaku Lebih dari 1 Orang

Regional
Terima Gratifikasi Rp 16 Miliar Terkait Izin Bandara Bali Utara, Mantan Sekda Buleleng Ditahan

Terima Gratifikasi Rp 16 Miliar Terkait Izin Bandara Bali Utara, Mantan Sekda Buleleng Ditahan

Regional
Komplotan Penjambret yang Tewaskan Korbannya di Surabaya Ditangkap

Komplotan Penjambret yang Tewaskan Korbannya di Surabaya Ditangkap

Regional
Saat Eceng Gondok Membuat 22 Wisatawan Terjebak di Tengah Waduk Jatiluhur

Saat Eceng Gondok Membuat 22 Wisatawan Terjebak di Tengah Waduk Jatiluhur

Regional
Satu Korban Susur Sungai Asal Brebes Baru 'Mondok' dan Sekolah 3 Bulan

Satu Korban Susur Sungai Asal Brebes Baru "Mondok" dan Sekolah 3 Bulan

Regional
Tim Geologi ITB Berhasil Identifikasi Fosil Hewan di Waduk Saguling, Ini Temuannya

Tim Geologi ITB Berhasil Identifikasi Fosil Hewan di Waduk Saguling, Ini Temuannya

Regional
Korban Gempa Bali Dapat Santunan Rp 10 Juta, Rumah Rusak Bakal Diperbaiki Pemprov

Korban Gempa Bali Dapat Santunan Rp 10 Juta, Rumah Rusak Bakal Diperbaiki Pemprov

Regional
Setelah Diselediki Kejaksaan, 6 Ambulans Infeksius di Kalbar Mendadak Direparasi

Setelah Diselediki Kejaksaan, 6 Ambulans Infeksius di Kalbar Mendadak Direparasi

Regional
Nasib Pilu Waldasih, Dibunuh Suami Usai Cekcok, Jasadnya Diikat dan Dimasukkan Karung...

Nasib Pilu Waldasih, Dibunuh Suami Usai Cekcok, Jasadnya Diikat dan Dimasukkan Karung...

Regional
Gara-gara Kendaraan Kredit, Seorang Anak Tega Aniaya Ayahnya, Pelaku Langsung Ditangkap Polisi

Gara-gara Kendaraan Kredit, Seorang Anak Tega Aniaya Ayahnya, Pelaku Langsung Ditangkap Polisi

Regional
Diduga Cabuli Beberapa Wanita, ASN Sekaligus Pengajar Agama di Gunungkidul Jadi Tersangka

Diduga Cabuli Beberapa Wanita, ASN Sekaligus Pengajar Agama di Gunungkidul Jadi Tersangka

Regional
Tersisa 3 Pasien Covid-19 di Tempat Isoter Kota Blitar, Terendah sejak Awal Agustus

Tersisa 3 Pasien Covid-19 di Tempat Isoter Kota Blitar, Terendah sejak Awal Agustus

Regional
Satgas Madago Raya Buru 2 DPO Teroris Poso yang Melintas di Pegunungan Parigi Moutong

Satgas Madago Raya Buru 2 DPO Teroris Poso yang Melintas di Pegunungan Parigi Moutong

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.