Kompas.com - 14/07/2021, 20:31 WIB
Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengklaim kepatuhan masyarakat Kota Medan terhadap aturan PPKM Darurat terus meningkat. KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALIWali Kota Medan, Bobby Nasution mengklaim kepatuhan masyarakat Kota Medan terhadap aturan PPKM Darurat terus meningkat.

MEDAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Medan menyiapkan skema bantuan sosial yang akan diberikan kepada warga yang terdampak penerapan PPKM Darurat.

Ada pun dua opsi yang disiapkan, yakni pemberian bantuan dengan uang tunai atau pemberian sembako.

"Ini masih kita bahas," kata Wali Kota Medan, Bobby Nasution usai rapat koordinasi PPKM Darurat di Pos Lantas Polrestabes Medan, Rabu (14/7/2021).

Baca juga: Gara-gara Kasus Covid-19 Tinggi, Ini 2 Kecamatan di Medan yang akan Terapkan Isolasi Lingkungan

Bobby mengakui, pembatasan aktivitas masyarakat secara luar biasa selama PPKM Darurat di Medan tentu berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat.

Penghasilan masyarakat tentu menurun.

Untuk itu, dalam mengantisipasi gejolak ekonomi lebih dalam lagi, Pemkot Medan telah membahas upaya memberi bantuan kepada warga yang benar-benar terdampak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kuli Bangunan Sempat Viral karena Tak Pakai Masker dan Dipecat Langsung, Begini Nasibnya Sekarang

Dua opsi yang ditawarkan itu sampai kini masih digodok untuk mendapat formula mana yang paling cocok.

"Apakah uang tunai atau sembako yang lebih efektif, kita masih kaji. Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera disalurkan," ungkap Bobby.

Begitu juga untuk calon penerima bantuan. Bobby mengaku saat ini pihaknya masih mendata warga yang benar-benar terdampak.

 

Misalnya, pedagang yang tak jualan lagi atau warga yang kehilangan pendapatan karena penerapan PPKM Darurat ini.

PPKM Darurat di Medan sendiri telah dimulai sejak 12 Juli lalu dan akan berlangsung hingga 20 Juli mendatang.

Seluruh pintu masuk keluar Kota Medan telah disekat untuk menekan mobilitas warga. Jalan-jalan dalam kota juga disekat dan dijaga ketat petugas.

Aktivitas masyarakat, baik di perkantoran maupun tempat usaha dibatasi secara luar biasa. Sekolah-sekolah pun dilarang untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Tak hanya itu, kegiatan di rumah-rumah ibadah juga dibatasi, serta perayaan Idul Adha pada 20 Juli mendatang salat Id berjemaah ditiadakan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gedung Sekolah di Lembata Disegel, Begini Tanggapan Pemda

Gedung Sekolah di Lembata Disegel, Begini Tanggapan Pemda

Regional
Satu dari Dua Orang Nelayan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan PLTU Rembang

Satu dari Dua Orang Nelayan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan PLTU Rembang

Regional
Alasan Wali Kota Tegal Pasang Portal di Kawasan Alun-alun Meski Diprotes Warga

Alasan Wali Kota Tegal Pasang Portal di Kawasan Alun-alun Meski Diprotes Warga

Regional
Kawasan Cianjur Akan Menerapkan Ganjil Genap Saat Nataru

Kawasan Cianjur Akan Menerapkan Ganjil Genap Saat Nataru

Regional
Ratusan Warga Merantai Pagar Rumah Dinas Bupati Pamekasan dan Kantor Dewan, Ini Penyebabnya

Ratusan Warga Merantai Pagar Rumah Dinas Bupati Pamekasan dan Kantor Dewan, Ini Penyebabnya

Regional
Seorang Warga Dibakar karena Rebutan Lahan, Camat Akan Diperiksa Polisi

Seorang Warga Dibakar karena Rebutan Lahan, Camat Akan Diperiksa Polisi

Regional
Bupati Garut dan Pejabat RSU ke Lombok Diduga Bukan Rapat Evaluasi Covid-19

Bupati Garut dan Pejabat RSU ke Lombok Diduga Bukan Rapat Evaluasi Covid-19

Regional
Eks Kadishub Cilegon Sebut Uang Suap Pengelolaan Parkir Senilai Rp 530 Juta Diterima Sejumlah Pejabat

Eks Kadishub Cilegon Sebut Uang Suap Pengelolaan Parkir Senilai Rp 530 Juta Diterima Sejumlah Pejabat

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Sorong, Sejumlah Pohon Tumbang Timpa 3 Mobil dan 1 Motor

Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Sorong, Sejumlah Pohon Tumbang Timpa 3 Mobil dan 1 Motor

Regional
Trauma, Korban Pencabulan Guru Pesantren Tutup Telinga dan Menjerit Tak Tahan Dengar Suara Terdakwa

Trauma, Korban Pencabulan Guru Pesantren Tutup Telinga dan Menjerit Tak Tahan Dengar Suara Terdakwa

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Desember 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Desember 2021

Regional
Polisi Selidiki Kasus Hilangnya Pemuda asal Demak yang Hilang di Semarang

Polisi Selidiki Kasus Hilangnya Pemuda asal Demak yang Hilang di Semarang

Regional
Ditinggal Kunker, Suami Anggota DPRD Tuban Bawa Perempuan Lain ke Rumah, Dilaporkan ke Polisi

Ditinggal Kunker, Suami Anggota DPRD Tuban Bawa Perempuan Lain ke Rumah, Dilaporkan ke Polisi

Regional
30 Menit Terjebak Lahar Dingin, Lina Ajak Anak dan Ibunya Berlari Selamatkan Diri, Ini Ceritanya

30 Menit Terjebak Lahar Dingin, Lina Ajak Anak dan Ibunya Berlari Selamatkan Diri, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.