Pria Asal Lebak Bunuh Teman Sendiri gara-gara Jengkel Ditagih Utang, Mayat Korban Dibiarkan Membusuk di Kebun

Kompas.com - 13/07/2021, 17:45 WIB
Ilustrasi thawornnurakIlustrasi

LEBAK, KOMPAS.com - Seorang pria di Lebak, Banten ditetapkan sebagai tersangka atas pembunuhan terhadap temannya sendiri. Dia melakukan tindakan tersebut lantaran jengkel kerap ditagih utang oleh korban.

Peristiwa tersebut terjadi pada 5 Juli 2021 lalu. Upaya pembunuhan dilakukan oleh pelaku S (55) secara terencana dengan terlebih dahulu mengajak korban Jamingan (66) pergi ke rumah seorang teman wanita.

Keduanya pergi pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB dengan mengendarai sepeda motor milik korban.

"Saat di perjalanan, S minta turun pura-pura ingin kencing, korban juga kencing, saat itulah korban ditusuk menggunakan pisau," kata Kasat Reskrim Polres Lebak AKP Indik Rusmono di Polres Lebak, Selasa (13/7/2021).

Baca juga: Isolasi Mandiri sejak 24 Juni, Bupati Lebak Akhirnya Negatif Covid-19

Mayat korban baru ditemukan seminggu kemudian

Korban yang ditusuk satu kali di perut bagian kanan atas, langsung terkapar. Setelah dipastikan meninggal, S meninggalkan korban dengan ditutup ranting.

Jenazah korban kemudian ditemukan satu minggu kemudian pada Sabtu, 10 Juli 2021 dalam kondisi membusuk oleh petani lokal di Desa Sajira, Kecamatan Sajira, Lebak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Polres Lebak kemudian menangkap S, setelah melakukan penyelidikan dan pengejaran dua hari.

Dia ditangkap di tempat persembunyiannya di sebuah gubuk tengah kebun di Kecamatan Leuwidamar, Lebak.

Baca juga: Catat, Masuk ke Kabupaten Lebak Wajib Tunjukkan Kartu Vaksinasi

Ingin kuasai uang korban yang disimpan di bagasi

Kepada Penyidik, S mengaku membunuh lantaran menguasai uang milik korban yang disimpan di bagasi motor senilai Rp 5.500.000. Dia juga mengaku kesal karena kerap ditagih utang.

"Dia sering tagih utang terus, dua juta setengah, saya gak punya uang gak bisa bayar," kata S saat ditanya wartawan di Polres Lebak.

Selain itu, saat ditanya oleh wartawan, dia juga mengaku kesal dengan korban karena kedapatan berkirim pesan di handphone dengan seorang perempuan teman S.

Atas perbuatannya tersebut, dia dijerat pasal berlapis yakni Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau hukuman seumur hidup atau hukuman selama-lamanya 30 tahun penjara.

Kemudian Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun, serta Pasal 365 Ayat 4 KUHP dengan ancaman terberat hukuman mati.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 September 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 September 2021

Regional
Bupati Cianjur Sebut Ganjil Genap Bukan Solusi Utama Kemacetan di Puncak

Bupati Cianjur Sebut Ganjil Genap Bukan Solusi Utama Kemacetan di Puncak

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 September 2021

Regional
Jumlah Kasus Covid-19 di Riau Menurun, Ini Pesan Gubernur

Jumlah Kasus Covid-19 di Riau Menurun, Ini Pesan Gubernur

Regional
Soal Rombongan Wali Kota Malang Gowes ke Pantai Kondang Merak, Ini Penjelasan Sekda

Soal Rombongan Wali Kota Malang Gowes ke Pantai Kondang Merak, Ini Penjelasan Sekda

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 September 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 September 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 20 September 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 20 September 2021

Regional
Ustaz Abu Syahid Chaniago Ceritakan Detik-detik Diserang OTK di Batam: Pelaku Berlari dan Meninju Saya

Ustaz Abu Syahid Chaniago Ceritakan Detik-detik Diserang OTK di Batam: Pelaku Berlari dan Meninju Saya

Regional
Ini Alasan Jaksa Cabut Banding atas Vonis Eks Dirut Garuda

Ini Alasan Jaksa Cabut Banding atas Vonis Eks Dirut Garuda

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 20 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 20 September 2021

Regional
Usai Antar Cucu ke Sekolah, Seorang Kakek Tiba-tiba Ditikam Tetangganya

Usai Antar Cucu ke Sekolah, Seorang Kakek Tiba-tiba Ditikam Tetangganya

Regional
Isolasi Apung Umsini Ditutup, Wali Kota Makassar: Pasien Semua Sembuh

Isolasi Apung Umsini Ditutup, Wali Kota Makassar: Pasien Semua Sembuh

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19 Jelang WSBK, Gubernur NTB: Kendalanya Ketersediaan Vaksin

Gencarkan Vaksinasi Covid-19 Jelang WSBK, Gubernur NTB: Kendalanya Ketersediaan Vaksin

Regional
30 Jam Jalan Kaki ke Distrik Kiwirok, Apa Misi Satgas Nemangkawi?

30 Jam Jalan Kaki ke Distrik Kiwirok, Apa Misi Satgas Nemangkawi?

Regional
Kejar Target 60 Persen, Pemkab Semarang Adakan Vaksinasi Mobile

Kejar Target 60 Persen, Pemkab Semarang Adakan Vaksinasi Mobile

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.