Geram Warga Tak Percaya Covid-19, Bupati Banyumas: Ayo Lihat Pasien di ICU, Saya Temani

Kompas.com - 04/07/2021, 10:27 WIB
Bupati Banyumas Achmad Husein menengok pasien Covid-19 di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa(29/6/2021). KOMPAS.COM/TANGKAPAN LAYARBupati Banyumas Achmad Husein menengok pasien Covid-19 di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa(29/6/2021).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Bupati Banyumas, Jawa Tengah, Achmad Husein, geram terhadap warga yang masih tidak percaya Covid-19.

Terlebih, sebagian di antara mereka juga kerap memprovokasi warga lain agar tidak percaya Covid-19.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Husein menantang warga yang tidak terpacaya Covid-19 untuk melihat secara langsung kondisi pasien di ruang ICU dan isolasi.

"Warga yang tidak percaya Covid-19 saya minta berhenti memprovokasi warga. Kalau konsekuen, saya akan tunjukkan untuk melihat langsung pasien Covid-19 di ICU dan isolasi," kata Husein dalam video yang dikutip, Minggu (4/7/2021).

Baca juga: Hari Pertama PPKM Darurat di Banyumas, Pengunjung Restoran Dibubarkan dan Warnet Ditutup

Tantangan tersebut tidak main-main, Husein bahkan menyatakan siap menemani warga tersebut melihat ke ruang ICU dan isolasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ayo bersama-sama saya temani secara pribadi supaya riil, nyata, melihat Covid-19 itu ada. Coba buktikan, jangan cuma memprovokasi orang, ayo bersama-sama, saya temani," tegas Husein.

Menurut Husein, tindakan provokasi tersebut akan kontraproduktif dengan upaya pemerintah yang tengah bekerja keras melawan Covid-19.

Dalam video yang sama, Husein mengatalan, saat ini sedang terjadi lonjakan kasus Covid-19.

"Saya berharap masyarakat tidak perlu panik, tetap optimis, jangan terlalu khawatir, yang penting disiplin protokol kesehatan," ujar Husein.

Baca juga: Kenakan APD, Bupati Banyumas Masuk Ruang ICU dan Menyapa Pasien Covid-19, Ini Pesannya

Menurut dia, Covid-19 tidak lebih berbahaya dari penyakit TBC.

Perbandingannya, lanjut Husein, tingkat kematian Covid-19 di kisaran empat persen, sedangkan TBC mencapai 12 persen.

"Hanya bedanya penularan Covid-19 cepat sekali, sehingga banyak yang sakit, ini disebut pandemi, sedangkan TBC kasusnya lebih sedikit," kata Husein.

Pemerintah membuat berbagai aturan tujuannya untuk menekan penularan Covid-19, sehingga tidak terlalu banyak yang terpapar.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Musda Golkar Luwu Timur Ricuh, Peserta Lempar Piring dan Banting Meja

Musda Golkar Luwu Timur Ricuh, Peserta Lempar Piring dan Banting Meja

Regional
Kerangka Manusia di Pantai Parangkusumo Bantul Diduga Berjenis Kelamin Laki-laki

Kerangka Manusia di Pantai Parangkusumo Bantul Diduga Berjenis Kelamin Laki-laki

Regional
21 Formasi CPNS Pemkot Salatiga Sepi Peminat

21 Formasi CPNS Pemkot Salatiga Sepi Peminat

Regional
Usaha Pemprov NTB Genjot Vaksinasi Covid-19 Terkendala, Wagub NTB: Kami Lagi Krisis Vaksin...

Usaha Pemprov NTB Genjot Vaksinasi Covid-19 Terkendala, Wagub NTB: Kami Lagi Krisis Vaksin...

Regional
Kabupaten Bogor Bawa 83 Atlet PON XX Papua, Bupati Janjikan Hadiah

Kabupaten Bogor Bawa 83 Atlet PON XX Papua, Bupati Janjikan Hadiah

Regional
Bupati Kampar Janji Bangun GOR di Kampung Leani, Peraih Medali Emas Paralimpiade

Bupati Kampar Janji Bangun GOR di Kampung Leani, Peraih Medali Emas Paralimpiade

Regional
90 Siswa SMPN 4 Mrebet Positif Covid-19, Bupati Purbalingga: Hampir Semuanya OTG

90 Siswa SMPN 4 Mrebet Positif Covid-19, Bupati Purbalingga: Hampir Semuanya OTG

Regional
Jelang Musim Hujan, Begini Upaya Wali Kota Eri Cahyadi Hadapi Ancaman Banjir di Surabaya

Jelang Musim Hujan, Begini Upaya Wali Kota Eri Cahyadi Hadapi Ancaman Banjir di Surabaya

Regional
Tak Terima Ditegur, Remaja Putus Sekolah di Jepara Tusuk Ibu Kandung hingga Tewas

Tak Terima Ditegur, Remaja Putus Sekolah di Jepara Tusuk Ibu Kandung hingga Tewas

Regional
Perampokan dan Pembunuhan Pemilik Toko Emas di Bandung Diduga Tanpa Rencana

Perampokan dan Pembunuhan Pemilik Toko Emas di Bandung Diduga Tanpa Rencana

Regional
Anak di Bawah 12 Tahun di Surabaya Boleh Masuk Mal, Pedagang Bisa Jualan sampai Jam 24.00 WIB

Anak di Bawah 12 Tahun di Surabaya Boleh Masuk Mal, Pedagang Bisa Jualan sampai Jam 24.00 WIB

Regional
90 Siswa SMPN 4 Mrebet Purbalingga yang Positif Covid-19 Diisolasi Terpusat, Ini Alasan Dinkes

90 Siswa SMPN 4 Mrebet Purbalingga yang Positif Covid-19 Diisolasi Terpusat, Ini Alasan Dinkes

Regional
Cabor Eksebisi PON XX Papua Dimulai, Panggung Pertandingan E-Sport Tuai Pujian

Cabor Eksebisi PON XX Papua Dimulai, Panggung Pertandingan E-Sport Tuai Pujian

Regional
PPKM Riau Turun ke Level 2

PPKM Riau Turun ke Level 2

Regional
Rp 66 Miliar Anggaran Perjalanan Dinas dan Pengadaan Baju ASN Madiun Dialihkan untuk Tangani Covid-19

Rp 66 Miliar Anggaran Perjalanan Dinas dan Pengadaan Baju ASN Madiun Dialihkan untuk Tangani Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.