Gunung Merapi Luncurkan 12 Kali Awan Panas Guguran dan 52 Guguran Lava Selama Sepekan

Kompas.com - 11/06/2021, 18:13 WIB
Gunung Merapi memuntahkan awan panas guguran (APG) pada Jumat, (23/4/2021) pukul 11.20 WIB. Dok. BPPTKGGunung Merapi memuntahkan awan panas guguran (APG) pada Jumat, (23/4/2021) pukul 11.20 WIB.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Gunung Merapi tercatat mengeluarkan sebanyak 52 kali guguran lava selama sepekan mulai 4 sampai 10 Juni 2021.

"Awan panas guguran terjadi sebanyak 12 kali," ujar Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, Jumat (11/6/2021).

Baca juga: Gunung Merapi Keluarkan 2 Kali Awan Panas dalam Satu Jam

Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas terekam di seismogram dengan amplitudo maksimal 60 mm. Sedangkan durasi maksimal 132 detik.

"Jarak luncur maksimal teramati sejauh 1.600 meter ke arah Barat Daya dan 1.000 meter ke Tenggara," ucapnya.

Selain itu dari 4 Juni - 10 Juni 2021 juga teramati adanya guguran lava. Tercatat guguran lava sebanyak 52 kali ke arah Barat Daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tiga kali ke arah Tenggara dengan jarak luncur 600 meter," ungkap Hanik Humaida.

Baca juga: Arah Ancaman Erupsi Merapi Berubah, Terpal Penutup Stupa Candi Borobudur Dibuka

Dia menambahkan, pada tanggal 8 Juni 2021 dilakukan pengambilan foto udara dengan drone. Kemudian dilakukan analisis volume kubah lava.

"Hasil analisis foto menunjukkan volume kubah di sektor Barat Daya sebesar 1.300.000 m3. Sedangkan volume kubah Tengah sebesar 2.100.000 m3," tandasnya.

Deformasi Gunung Merapi pada minggu ini menunjukkan laju pemendekan jarak sebesar 1,8 cm/hari.

"Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga," tegasnya.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Selatan-Barat Daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Pontianak Dilarikan ke Rumah Sakit akibat Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Wali Kota Pontianak Dilarikan ke Rumah Sakit akibat Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Regional
Pemilik Restoran Abal-abal yang Viral Jual Makanan di Lapak Online Ditangkap

Pemilik Restoran Abal-abal yang Viral Jual Makanan di Lapak Online Ditangkap

Regional
Menyoal Bakso yang Diduga Mengandung Bahan Berbahaya di Kupang, Pemilik Heran dengan Hasil Pemeriksaan

Menyoal Bakso yang Diduga Mengandung Bahan Berbahaya di Kupang, Pemilik Heran dengan Hasil Pemeriksaan

Regional
Dilaporkan Lecehkan Dosen, Rektor Unipar Mengaku Khilaf dan Mundur dari Jabatan: Saya Sudah Minta Maaf

Dilaporkan Lecehkan Dosen, Rektor Unipar Mengaku Khilaf dan Mundur dari Jabatan: Saya Sudah Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Monyet yang Ditembak Mati karena Serang Warga, Dulu Sempat Dipelihara Sebelum Dilepaskan Pemiliknya

Cerita di Balik Monyet yang Ditembak Mati karena Serang Warga, Dulu Sempat Dipelihara Sebelum Dilepaskan Pemiliknya

Regional
Duduk Perkara Kericuhan di Pos Penyekatan Suramadu, Berawal dari Kendaraan Menumpuk

Duduk Perkara Kericuhan di Pos Penyekatan Suramadu, Berawal dari Kendaraan Menumpuk

Regional
62 Warga Kudus Terinfeksi Varian Delta, tapi Pemkab Belum Tahu Identitasnya

62 Warga Kudus Terinfeksi Varian Delta, tapi Pemkab Belum Tahu Identitasnya

Regional
Tak Hanya di Afrika, Ikan Purba Juga Ditemukan di Sulawesi, Bisa Hidup hingga 100 Tahun

Tak Hanya di Afrika, Ikan Purba Juga Ditemukan di Sulawesi, Bisa Hidup hingga 100 Tahun

Regional
Kisah Selembar Sapu Tangan Bung Karno, Konferensi Asia-Afrika dan Kemerdekaan Nigeria

Kisah Selembar Sapu Tangan Bung Karno, Konferensi Asia-Afrika dan Kemerdekaan Nigeria

Regional
[POPULER NUSANTARA] Video Viral Matahari Terbit dari Utara | Deposito Rp 20,1 Miliar di BNI Hilang

[POPULER NUSANTARA] Video Viral Matahari Terbit dari Utara | Deposito Rp 20,1 Miliar di BNI Hilang

Regional
Bisakah Matahari Terbit dari Utara? Ini Jawaban BMKG

Bisakah Matahari Terbit dari Utara? Ini Jawaban BMKG

Regional
Ingat, Mulai Hari Ini ke Puncak Bogor Wajib Bawa Surat Hasil Rapid Antigen

Ingat, Mulai Hari Ini ke Puncak Bogor Wajib Bawa Surat Hasil Rapid Antigen

Regional
Detik-detik 6 Oknum Prajurit TNI AL Aniaya 2 Warga hingga 1 Orang Tewas, Jenazah Korban Disembunyikan

Detik-detik 6 Oknum Prajurit TNI AL Aniaya 2 Warga hingga 1 Orang Tewas, Jenazah Korban Disembunyikan

Regional
Batuk dan Flu Setelah Jenguk Tetangga yang Sakit, Ini Kronologi 35 Warga di Satu RT Positif Covid-19

Batuk dan Flu Setelah Jenguk Tetangga yang Sakit, Ini Kronologi 35 Warga di Satu RT Positif Covid-19

Regional
Ditangkap di NTT, WNA Australia Mengaku Gunakan Narkoba untuk Ini

Ditangkap di NTT, WNA Australia Mengaku Gunakan Narkoba untuk Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X