Bukan Berada di Pasar Bubrah, TNGM Tidak Akan Cari Orang yang Ada di Video Viral

Kompas.com - 10/06/2021, 15:46 WIB
Gunung Merapi memuntahkan awan panas guguran (APG) pada Jumat, (23/4/2021) pukul 11.20 WIB. Dok. BPPTKGGunung Merapi memuntahkan awan panas guguran (APG) pada Jumat, (23/4/2021) pukul 11.20 WIB.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) tidak akan menindaklanjuti dengan mencari sekelompok orang yang videonya viral berada di papan petunjuk arah ke Pasar Bubrah Merapi.

Sebab, posisi mereka masih dekat dengan New Selo dan tidak naik ke Pasar Bubrah atau puncak Merapi.

"Saya kira kita menjawab di twitter sudah cukup, sementara cukup," Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Akhmadi saat dihubungi, Kamis (10/6/2021).

Baca juga: Video Viral Sekelompok Pemuda Kumpul di Pasar Bubrah Gunung Merapi, Ini Penjelasan TNGM

Akhmadi menjelaskan, posisi di video tersebut dipastikan bukan berada di Pasar Bubrah maupun di puncak. Namun, berada kurang lebih 600 meter dari New Selo, Boyolali.

Posisi tersebut juga di luar Taman Nasional Gunung Merapi. Namun demikian, menurutnya yang membuat video tersebut menjadi ramai adalah tanggapan-tanggapan yang muncul.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebenarnya yang menjadi kontroversi kan tanggapan-tanggapan berikutnya, kok bisa lolos ke puncak, loh siapa yang bilang ke puncak. Kalau lihat ininya (posisinya di video) kita nggak perlu sampai mencari, cuma mengcounter dengan jawaban-jawaban," tegasnya.

Pendakian Gunung Merapi, lanjutnya, saat ini masih ditutup.

Terkait hal tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan masyarakat sekitar.

"Kemarin teman-teman di lapangan di resort koordinasi dengan masyarakat untuk lebih menghimbau bahwa pertama sebaiknya tidak naik. Kedua hati-hati dengan mengapload video, harus sesuai kondisi dan sebagainya," tandasnya.

Menurutnya, papan informasi pendakian Gunung Merapi sudah terpasang. Harapanya setelah membaca informasi tersebut bisa dipatuhi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sandiaga Uno: Jika Angka Covid Meningkat, Tempat Pariwisata dan Sentra Ekonomi Kreatif Ditutup Sementara

Sandiaga Uno: Jika Angka Covid Meningkat, Tempat Pariwisata dan Sentra Ekonomi Kreatif Ditutup Sementara

Regional
Wali Kota Pontianak Dilarikan ke Rumah Sakit akibat Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Wali Kota Pontianak Dilarikan ke Rumah Sakit akibat Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Regional
Pemilik Restoran Abal-abal yang Viral Jual Makanan di Lapak Online Ditangkap

Pemilik Restoran Abal-abal yang Viral Jual Makanan di Lapak Online Ditangkap

Regional
Menyoal Bakso yang Diduga Mengandung Bahan Berbahaya di Kupang, Pemilik Heran dengan Hasil Pemeriksaan

Menyoal Bakso yang Diduga Mengandung Bahan Berbahaya di Kupang, Pemilik Heran dengan Hasil Pemeriksaan

Regional
Dilaporkan Lecehkan Dosen, Rektor Unipar Mengaku Khilaf dan Mundur dari Jabatan: Saya Sudah Minta Maaf

Dilaporkan Lecehkan Dosen, Rektor Unipar Mengaku Khilaf dan Mundur dari Jabatan: Saya Sudah Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Monyet yang Ditembak Mati karena Serang Warga, Dulu Sempat Dipelihara Sebelum Dilepaskan Pemiliknya

Cerita di Balik Monyet yang Ditembak Mati karena Serang Warga, Dulu Sempat Dipelihara Sebelum Dilepaskan Pemiliknya

Regional
Duduk Perkara Kericuhan di Pos Penyekatan Suramadu, Berawal dari Kendaraan Menumpuk

Duduk Perkara Kericuhan di Pos Penyekatan Suramadu, Berawal dari Kendaraan Menumpuk

Regional
62 Warga Kudus Terinfeksi Varian Delta, tapi Pemkab Belum Tahu Identitasnya

62 Warga Kudus Terinfeksi Varian Delta, tapi Pemkab Belum Tahu Identitasnya

Regional
Tak Hanya di Afrika, Ikan Purba Juga Ditemukan di Sulawesi, Bisa Hidup hingga 100 Tahun

Tak Hanya di Afrika, Ikan Purba Juga Ditemukan di Sulawesi, Bisa Hidup hingga 100 Tahun

Regional
Kisah Selembar Sapu Tangan Bung Karno, Konferensi Asia-Afrika dan Kemerdekaan Nigeria

Kisah Selembar Sapu Tangan Bung Karno, Konferensi Asia-Afrika dan Kemerdekaan Nigeria

Regional
[POPULER NUSANTARA] Video Viral Matahari Terbit dari Utara | Deposito Rp 20,1 Miliar di BNI Hilang

[POPULER NUSANTARA] Video Viral Matahari Terbit dari Utara | Deposito Rp 20,1 Miliar di BNI Hilang

Regional
Bisakah Matahari Terbit dari Utara? Ini Jawaban BMKG

Bisakah Matahari Terbit dari Utara? Ini Jawaban BMKG

Regional
Ingat, Mulai Hari Ini ke Puncak Bogor Wajib Bawa Surat Hasil Rapid Antigen

Ingat, Mulai Hari Ini ke Puncak Bogor Wajib Bawa Surat Hasil Rapid Antigen

Regional
Detik-detik 6 Oknum Prajurit TNI AL Aniaya 2 Warga hingga 1 Orang Tewas, Jenazah Korban Disembunyikan

Detik-detik 6 Oknum Prajurit TNI AL Aniaya 2 Warga hingga 1 Orang Tewas, Jenazah Korban Disembunyikan

Regional
Batuk dan Flu Setelah Jenguk Tetangga yang Sakit, Ini Kronologi 35 Warga di Satu RT Positif Covid-19

Batuk dan Flu Setelah Jenguk Tetangga yang Sakit, Ini Kronologi 35 Warga di Satu RT Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X