Sejumlah Pendaki Asal Pelembang Terjebak Longsor di Gunung Rinjani Pasca-gempa Lombok

Kompas.com - 05/06/2021, 07:49 WIB
inilah salah satu titik pendakian di jalur Sembalun, Lombok Timur, plang petunjuk dipasang disejumlah titik paska gempa Lombok tahun 2018 lalu, dimana banyak titik longsor di pendakian Rinjani paska gempa ketika itu. dok TNGRinilah salah satu titik pendakian di jalur Sembalun, Lombok Timur, plang petunjuk dipasang disejumlah titik paska gempa Lombok tahun 2018 lalu, dimana banyak titik longsor di pendakian Rinjani paska gempa ketika itu.

LOMBOK, KOMPAS.COM- Pasca-gempa 4,2 SR yang terpusat di Lombok Utara, NTB, Jumat (4/6/2021) malam, sejumlah pendaki asal Palembang, Sumatera Selatan dikabarkan terjebak longsor di kawasan pendakian Gunung Rinjani.

Hal itu diketahui dari telepon salah satu pendaki kepada seorang rekan mereka di Palembang yang telah diteruskan ke relawan bencana di Lombok.

Dari telepon tersebut diketahui, jika para pendaki tengah berada di jalur pendakian Pelawangan Sembalun.

Relawan tanggap bencana di Lombok, Akmal menjelaskan bahwa dirinya mendapatkan informasi mengenai pendaki asal Palembang terjebak pada Jumat (4/6/2021) malam.

Baca juga: Gempa Magnitudo 4,2 Guncang Lombok, Sejumlah Warga Bertahan di Luar Rumah

Pendaki tersebut mengabarkan melalui telepon jika dirinya terjebak di jembatan kedua yang menuju arah Danau Segara Anak.

Mereka menginfomasikan, ada dua rombongan pendaki dalam tim yang berbeda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya baru mendapat telepon, ada dua rombongan pendaki di Rinjani terjebak longsor pascagempa tadi. Mereka terjebak sebelum turun ke danau, setelah jembatan kedua dari jalur  Pelawangan Sembalun menuju danau," kata Akmal.

Akmal pun langsung berupaya menghubungi kembali mereka. Dia meminta para pendaki tidak melanjutkan perjalanan karena telah larut malam.

Dikhawatirkan, tenaga para pendaki yang terjebak itu akan terkuras karena cuaca tak bersahabat.

"Sebaiknya jeda dulu, cari lokasi yang lapang, jauh dari tebing, karena kita tidak bisa memprediksi gempa, bangun tenda di lokasi lapang itu, tunggu sampai besok pagi, pasti ada pertolongan," pesan Akmal.

Baca juga: Isi Hati Maman Sang Penggali Makam Covid-19: Takut, Lelah, hingga Kapan Pandemi Berakhir?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sama-sama 'Ngeyel' Gelar Hajatan, Kades di Banyuwangi Didenda Rp 48.000, Anggota DPRD Didenda Rp 500.000

Sama-sama "Ngeyel" Gelar Hajatan, Kades di Banyuwangi Didenda Rp 48.000, Anggota DPRD Didenda Rp 500.000

Regional
DI Yogyakarta Kembali Catatkan Rekor Kasus Harian dan Kematian akibat Covid-19

DI Yogyakarta Kembali Catatkan Rekor Kasus Harian dan Kematian akibat Covid-19

Regional
Sudah Sebulan, Hasil Uji Sampel Varian Delta di Riau Belum Juga Keluar

Sudah Sebulan, Hasil Uji Sampel Varian Delta di Riau Belum Juga Keluar

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 27 Juli 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 27 Juli 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Juli 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Juli 2021

Regional
Kasus Covid-19 di Tegal Meningkat Selama Perpanjangan PPKM, Rata-rata 85 Kasus per Hari

Kasus Covid-19 di Tegal Meningkat Selama Perpanjangan PPKM, Rata-rata 85 Kasus per Hari

Regional
Aturan Ganjil Genap di Sumedang, Warga: Ini Kota Kecil Tidak Seperti Jakarta, Harusnya Tak Perlu

Aturan Ganjil Genap di Sumedang, Warga: Ini Kota Kecil Tidak Seperti Jakarta, Harusnya Tak Perlu

Regional
Polisi Buru Mertua yang Tusuk Menantunya di Pasar

Polisi Buru Mertua yang Tusuk Menantunya di Pasar

Regional
Wali Kota Semarang Klaim Tingkat Keterisian RS Turun Drastis Setelah PPKM Darurat

Wali Kota Semarang Klaim Tingkat Keterisian RS Turun Drastis Setelah PPKM Darurat

Regional
Praktik Gendam Bermodus Bantuan Sosial Marak di Gunungkidul, 5 Lansia Jadi Korban

Praktik Gendam Bermodus Bantuan Sosial Marak di Gunungkidul, 5 Lansia Jadi Korban

Regional
Andi Borong 3 Ton Beras Petani untuk Dibagikan kepada Warga di Riau

Andi Borong 3 Ton Beras Petani untuk Dibagikan kepada Warga di Riau

Regional
4 ABK KM Kakap Merah Asal Tegal Dilaporkan Tenggelam di Pontianak, Keluarga Jalani Tes DNA

4 ABK KM Kakap Merah Asal Tegal Dilaporkan Tenggelam di Pontianak, Keluarga Jalani Tes DNA

Regional
Setelah 6 Bulan Menjabat, Wali Kota Santoso Akhirnya Lantik Sekda Definitif

Setelah 6 Bulan Menjabat, Wali Kota Santoso Akhirnya Lantik Sekda Definitif

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Juli 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Juli 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Juli 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Juli 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X