Kompas.com - 31/05/2021, 19:42 WIB
Ketua DPC PDI-P Solo FX Hadi Rudyatmo di Solo, Jawa Tengah, Senin (24/5/2021). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKetua DPC PDI-P Solo FX Hadi Rudyatmo di Solo, Jawa Tengah, Senin (24/5/2021).

KOMPAS.com- Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) FX Hadi Rudyatmo menjelaskan maksud ketua umumnya Megawati Soekarnoputri soal "petugas partai".

Dalam pengarahan kader yang disampaikan beberapa hari lalu, Megawati meminta kadernya mundur jika tidak ingin menjadi petugas partai.

Menurut Rudy, sapaan FX Hadi Rudyatmo, petugas partai yang dimaksud ketua umumnya adalah kader PDI-P di kepengurusan partai, legislatif, dan eksekutif.

Baca juga: Sepakat dengan Megawati, Ganjar: Harus Nurut, Tegak Lurus

Kader "partai banteng" di tiga tempat itu diberi tugas merebut kekuasaan untuk menyejahterakan rakyat.

Pernyataan Megawati dianggap Rudy tidak ada kaitannya dengan ketegangan yang melibatkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPC) PDI-P Jawa Tengah Bambang Wuryanto, dan Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI-P Puan Maharani.

"Tidak ada kaitannya dengan masalah Mas Ganjar, Mbak Puan, dan Mas Pacul (Bambang Wuryanto)," kata Ganjar saat diwawancarai Kompas TV, Senin (31/5/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rudy juga menyebut, pernyataan Megawati itu bukan ditujukan ke Ganjar. Pasalnya, Ganjar dipandangnya tidak pernah membangkang dari tugasnya sebagai petugas partai.

Baca juga: Ganjar Mengaku Tak Berkonflik dengan Puan, Bambang Pacul: Biarkan Mengalir, Saya Ungkapkan Fakta

Aktivitas Ganjar di media sosial yang sempat dipermasalahkan Bambang Wuryanto dinilai bukan bentuk pembangkangan.

Rudy menganggap, Ganjar aktif di media sosial bukan karena berambisi menjadi calon presiden.

"Dia main medsos karena hari ini dunianya medsos," sebut Rudy. "Pak Ganjar tidak berambisi menjadi capres," sambungnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tahapan Pilkades Dimulai, Kapolres Probolinggo Harap Cakades Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19

Tahapan Pilkades Dimulai, Kapolres Probolinggo Harap Cakades Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19

Regional
Terungkap, Pegawai Kopitiam yang Dianiaya Preman Berawal Pelaku Hendak Menagih Utang ke Pemilik Kedai

Terungkap, Pegawai Kopitiam yang Dianiaya Preman Berawal Pelaku Hendak Menagih Utang ke Pemilik Kedai

Regional
Diduga Gelapkan Dana PPB Senilai Ratusan Juta Rupiah, Sekdes di Blitar Dilaporkan ke Polisi

Diduga Gelapkan Dana PPB Senilai Ratusan Juta Rupiah, Sekdes di Blitar Dilaporkan ke Polisi

Regional
Kehabisan Uang dan Tak Punya Tiket, Puluhan Mahasiswa Asal Ambon Mengamuk Memaksa Naik Kapal

Kehabisan Uang dan Tak Punya Tiket, Puluhan Mahasiswa Asal Ambon Mengamuk Memaksa Naik Kapal

Regional
Biaya Pengobatan Korban Diduga Keracunan Makanan yang Dirawat di RSUD Kertosono Digratiskan

Biaya Pengobatan Korban Diduga Keracunan Makanan yang Dirawat di RSUD Kertosono Digratiskan

Regional
Di Hari Sumpah Pemuda, Ormas Tikus Pithi Hanata Baris Resmi Jadi Partai Kedaulatan Rakyat

Di Hari Sumpah Pemuda, Ormas Tikus Pithi Hanata Baris Resmi Jadi Partai Kedaulatan Rakyat

Regional
Kronologi Pensiunan Polisi Kena Hipnotis, Pelaku Ditangkap

Kronologi Pensiunan Polisi Kena Hipnotis, Pelaku Ditangkap

Regional
Tanah Longsor Landa Puncak Bogor, Satu Unit Rumah Rusak

Tanah Longsor Landa Puncak Bogor, Satu Unit Rumah Rusak

Regional
2 Minimarket di Madiun Dibobol Maling dalam 2 Hari, Pelaku Jebol Tembok Belakang

2 Minimarket di Madiun Dibobol Maling dalam 2 Hari, Pelaku Jebol Tembok Belakang

Regional
Kisah Lada Hitam Lampung, Dulu Dicari Penjajah Kini Diekspor dari Rumah

Kisah Lada Hitam Lampung, Dulu Dicari Penjajah Kini Diekspor dari Rumah

Regional
Ibu 3 Anak di Luwu Timur yang Laporkan Pencabulan Disebut Mangkir, LBH: Tak Ada Panggilan

Ibu 3 Anak di Luwu Timur yang Laporkan Pencabulan Disebut Mangkir, LBH: Tak Ada Panggilan

Regional
Kasus Korupsi Bedah Rumah Rp 20,25 Miliar, Kades di Bali Ini Dituntut 8 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Bedah Rumah Rp 20,25 Miliar, Kades di Bali Ini Dituntut 8 Tahun Penjara

Regional
Dalam 9 Bulan, 29 Polisi di Maluku Dipecat Secara Tidak Hormat

Dalam 9 Bulan, 29 Polisi di Maluku Dipecat Secara Tidak Hormat

Regional
'Suami Saya Langsung Marah dan Melapor ke Polisi'

"Suami Saya Langsung Marah dan Melapor ke Polisi"

Regional
Konas Menwa Indonesia: Diklatsar Harus Ada Pengawasan

Konas Menwa Indonesia: Diklatsar Harus Ada Pengawasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.