Mobil VW yang Menerobos Penjagaan dan Menabrak Polisi Berpelat B

Kompas.com - 09/05/2021, 17:28 WIB
Pengendara mobil VW kuning menolak berhenti dan menabrak polisi hingga melarikan diri. Foto tangkap layar videoPengendara mobil VW kuning menolak berhenti dan menabrak polisi hingga melarikan diri.

KLATEN, KOMPAS.com - Sebuah video memperlihatkan mobil Volkswagen (VW) kuning menerobos titik penyekatan pemudik di Pos Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

Tak hanya itu, saat berusaha kabur, pengemudi mobil tersebut menabrak seorang anggota polisi yang menghalau dari arah depan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Klaten AKP Abipraya Guntur Sulastiasto mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (8/5/2021).

Baca juga: Viral Video Pengendara VW Menerobos Pos Penyekatan dan Menabrak Polisi di Prambanan

"Iya benar ada kejadian seperti itu. Kejadiannya Sabtu 8 Mei 2021, sekitar pukul 16.30," ujar Abipraya kepada Tribun Jogja, Minggu (9/5/2021).

Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat mobil VW kuning itu menggunakan pelat nomor B atau DKI Jakarta.

Abipraya mengatakan, mobil tersebut memang dihentikan oleh petugas untuk diperiksa.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kronologi Pengendara Mobil Menerobos Penjagaan dan Menabrak Polisi di Pos Prambanan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

20 Warga Positif Covid-19, Satu Desa di Purbalingga 'Lockdown'

20 Warga Positif Covid-19, Satu Desa di Purbalingga "Lockdown"

Regional
WNA Asal Australia Dibekuk Polisi di NTT karena Pesan Narkoba via Pos

WNA Asal Australia Dibekuk Polisi di NTT karena Pesan Narkoba via Pos

Regional
Tak Mau Kehilangan Devisa Rp 100 Triliun, Kemenkes Kembangkan Medical Tourism di Bali

Tak Mau Kehilangan Devisa Rp 100 Triliun, Kemenkes Kembangkan Medical Tourism di Bali

Regional
Dikira Benda Antik, Batu Bergerak Sendiri di Jember Ternyata Buatan untuk Pertunjukan Sulap

Dikira Benda Antik, Batu Bergerak Sendiri di Jember Ternyata Buatan untuk Pertunjukan Sulap

Regional
Detik-detik Sejoli Tewas Terseret Ombak, Sempat Diingatkan Warga, tapi...

Detik-detik Sejoli Tewas Terseret Ombak, Sempat Diingatkan Warga, tapi...

Regional
Kondisi Terkini RS di Bandung Raya: Tempat Tidur Pasien Covid-19 hingga Nakes Terbatas

Kondisi Terkini RS di Bandung Raya: Tempat Tidur Pasien Covid-19 hingga Nakes Terbatas

Regional
Alasan Ketua DPRD Alor Baru Melaporkan Bupati Amon Djobo ke Mabes Polri

Alasan Ketua DPRD Alor Baru Melaporkan Bupati Amon Djobo ke Mabes Polri

Regional
4 Pegawai Positif Covid-19, PN Purwokerto Ditutup Sementara

4 Pegawai Positif Covid-19, PN Purwokerto Ditutup Sementara

Regional
Mal Pelayanan Publik Segera Hadir di Karawang, Hari Libur Tetap Buka

Mal Pelayanan Publik Segera Hadir di Karawang, Hari Libur Tetap Buka

Regional
Terungkap, Ini Penyebab Warga Ricuh dan Berebut KTP di Posko Penyekatan Suramadu

Terungkap, Ini Penyebab Warga Ricuh dan Berebut KTP di Posko Penyekatan Suramadu

Regional
Soal Fenomena Matahari Terbit dari Utara, Ahli Sebut Itu Hal Lumrah

Soal Fenomena Matahari Terbit dari Utara, Ahli Sebut Itu Hal Lumrah

Regional
Korban Tewas akibat Ledakan Tangki Biodiesel di Dumai Bertambah

Korban Tewas akibat Ledakan Tangki Biodiesel di Dumai Bertambah

Regional
Masuk Zona Merah, Sragen Pertimbangkan Buka Sekolah Tatap Muka di Juli 2021

Masuk Zona Merah, Sragen Pertimbangkan Buka Sekolah Tatap Muka di Juli 2021

Regional
Operasi Yustisi Prokes di Padang, Tak Pakai Masker Didenda Rp 100.000

Operasi Yustisi Prokes di Padang, Tak Pakai Masker Didenda Rp 100.000

Regional
Sekda dan 2 Kepala Dinas di Pemprov Jabar Positif Covid-19

Sekda dan 2 Kepala Dinas di Pemprov Jabar Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X