Pria yang Bunuh Temannya di Klaten Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Kompas.com - 29/04/2021, 18:21 WIB
Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu didampingi Kasat Reskrim AKP Andriansyah Rithas Hasibuan menunjukkan barang bukti pisau yang dipakai pelaku Heru Prasetyo (25) menghabisi nyawa temannya dalam konferensi pers ungkap kasus pembunuhan di Mapolres Klaten, Jawa Tengah, Kamis (29/4/2021). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu didampingi Kasat Reskrim AKP Andriansyah Rithas Hasibuan menunjukkan barang bukti pisau yang dipakai pelaku Heru Prasetyo (25) menghabisi nyawa temannya dalam konferensi pers ungkap kasus pembunuhan di Mapolres Klaten, Jawa Tengah, Kamis (29/4/2021).

KLATEN, KOMPAS.com - Polisi menjerat Heru Prasetyo (25) dengan pasal pembunuhan berencana karena membunuh temannya, Satkhan Nur Risqiyan (24).

Warga Dukuh Tegalrejo, RT 009, RW 004, Desa Kadilajo, Kecamatan Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah, tega menghabisi nyawa korban lantaran sakit hati sering diejek.

"Kenapa pasal pembunuhan berencana, karena memang pelaku sudah sakit hati dia mempersiapkan sedemikian rupa. Baik alat, tempat yang akan dia gunakan untuk eksekusi. Sehingga pelaku kita tetapkan Pasal 340 pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati, atau seumur hidup, atau paling lama 20 tahun," kata Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu, Kamis (29/4/2021).

Baca juga: Pembunuh Kadus karena Jalan Tak Dicor Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta

Pelaku yang yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas itu menyanyat leher korban menggunakan pisau dapur hingga tewas di Jalan DAM Dukuh Kedusan, Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo pada Selasa (27/4/2021) malam.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pukul 22.00 WIB di jalan tengah sawah Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Temuan jasad korban tersebut kemudian oleh warga dilaporkan ke pihak kepolisian pada pukul 23.00 WIB.

"Kejadian pembunuhan ini kita perkirakan antara pukul 20.30-21.00 WIB," kata Edy.

Baca juga: Pembunuh Perempuan Terbungkus Kasur Ditangkap, Pelaku Ternyata Suaminya Sendiri

Edy menerangkan, lokasi tempat kejadian pembunuhan tersebut sangat gelap karena tidak ada penerangan.

Selain itu di sekitar lokasi kejadian adalah area persawahan.

"Sehingga kita tidak mendapatkan saksi pada saat di TKP. Kita hanya olah TKP berdasarkan visualisasi terhadap korban maupun barang bukti yang ada," kata dia.

Kurang dari 24 jam pelaku pembunuhan berhasil berhasil ditangkap oleh Tim Resmob Polres Klaten pada Rabu (28/4/2021) sekitar pukul 03.00 WIB.

Sebagaimana diberitakan, Heru Prasetyo (25), warga Desa Kadilajo, Kecamatan Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah, tega menghabisi nyawa temannya sendiri, Satkhan Nur Risqiyan (24) lantaran sakit hati sering diejek.

Pria yang bekerja sebagai buruh harian lepas itu menyanyat leher korban menggunakan pisau dapur hingga tewas di Jalan DAM Dukuh Kedusan, Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo pada Selasa (27/4/2021) malam.

"Saya sakit hati karena sering diolok-olok dan dia (korban) menyuruh saya seenaknya sendiri. Saya dikatakan lemah, sering sakit-sakitan gitu," kata Heru dalam konferensi pers di Mapolres Klaten, Jawa Tengah, Kamis (29/4/2021).



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjil Genap di Jalur Puncak Cianjur Perlu Payung Hukum agar Optimal

Ganjil Genap di Jalur Puncak Cianjur Perlu Payung Hukum agar Optimal

Regional
Hari Ini, Jokowi Kunjungi Banten untuk Resmikan Pabrik hingga Pantau Vaksinasi

Hari Ini, Jokowi Kunjungi Banten untuk Resmikan Pabrik hingga Pantau Vaksinasi

Regional
Peta dan Referensi Ketentuan PPKM Level 2-3 Jawa Bali Per Kabupaten Kota, Berlaku 21 September-4 Oktober 2021

Peta dan Referensi Ketentuan PPKM Level 2-3 Jawa Bali Per Kabupaten Kota, Berlaku 21 September-4 Oktober 2021

Regional
Gara-gara Pohon Kelapa Ditebang, Adik Aniaya Kakak Kandungnya hingga Tewas

Gara-gara Pohon Kelapa Ditebang, Adik Aniaya Kakak Kandungnya hingga Tewas

Regional
Kesal Utang Tak Kunjung Dibayar, Pria di Ngawi Bacok Tetangga

Kesal Utang Tak Kunjung Dibayar, Pria di Ngawi Bacok Tetangga

Regional
90 Siswa SMPN 4 Mrebet Purbalingga Positif Covid-19

90 Siswa SMPN 4 Mrebet Purbalingga Positif Covid-19

Regional
Motor Dibawa Kabur Selingkuhan, Wanita Ini Ngaku ke Suami Dibegal, Buat Laporan Palsu lalu Ditangkap

Motor Dibawa Kabur Selingkuhan, Wanita Ini Ngaku ke Suami Dibegal, Buat Laporan Palsu lalu Ditangkap

Regional
Melihat Upacara Kematian Kepercayaan Marapu di Sumba: Jenazah Dikubur dengan Posisi Duduk (1)

Melihat Upacara Kematian Kepercayaan Marapu di Sumba: Jenazah Dikubur dengan Posisi Duduk (1)

Regional
Agen Tiket di Pelabuhan Nusantara Parepare Ikut Terdampak Gangguan Jaringan Internet

Agen Tiket di Pelabuhan Nusantara Parepare Ikut Terdampak Gangguan Jaringan Internet

Regional
Modus Baru Pelaku Penyelundupan, Pura-pura Jadi Wisatawan, lalu Sewa Kapal Mewah untuk Angkut 100 Kg Sabu

Modus Baru Pelaku Penyelundupan, Pura-pura Jadi Wisatawan, lalu Sewa Kapal Mewah untuk Angkut 100 Kg Sabu

Regional
Rampung Lebih Cepat, TNI-Polri Perbaiki Jembatan yang Rusak akibat Ulah KNPB di Maybrat dalam Waktu 4 Hari

Rampung Lebih Cepat, TNI-Polri Perbaiki Jembatan yang Rusak akibat Ulah KNPB di Maybrat dalam Waktu 4 Hari

Regional
Puluhan Peserta SKD CPNS di Gunungkidul Mangkir

Puluhan Peserta SKD CPNS di Gunungkidul Mangkir

Regional
Sekolah Muhammadiyah di Kota Yogyakarta Belum Gelar PTM dalam Waktu Dekat

Sekolah Muhammadiyah di Kota Yogyakarta Belum Gelar PTM dalam Waktu Dekat

Regional
Merapi Park dan Candi Ratu Boko Bakal Diuji Coba untuk Buka Kembali

Merapi Park dan Candi Ratu Boko Bakal Diuji Coba untuk Buka Kembali

Regional
Cap Tikus Asal Minahasa Selatan Diolah Jadi Wiski

Cap Tikus Asal Minahasa Selatan Diolah Jadi Wiski

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.