Fakta Ledakan Mercon Tewaskan Adik Kakak, Tubuh Korban Terlempar ke Atap Rumah Tetangga

Kompas.com - 28/04/2021, 19:45 WIB

KOMPAS.com - Dua orang kakak beradik asal Dukuh Ngasinan, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, tewas saat meracik mercon di rumahnya, Rabu (28/4/2021).

Bahan mercon meledak hingga membuat kedua korban yang bernama Sunardi (26) dan Samuri (21) terpental ke luar rumah.

Bahkan potongan tubuh korban ditemukan sejauh 100 meter dari lokasi ledakan.

Diduga keduanya membuat mercon untuk balon udara, saat Lebaran nanti.

Baca juga: Mercon yang Meledak Tewaskan Kakak Adik Diduga Hendak Digunakan untuk Ini

Ledakan dahsyat terdengar hingga 5 km

Ilustrasi ledakan.Shutterstock Ilustrasi ledakan.
Peristiwa tersebut mengagetkan warga karena ledakan terdengar keras. Bahkan ada warga yang mendengar suara ledakan dari radius lima kilometer.

Polisi memastikan ledakan itu berasal dari bahan mercon, bukan tabung LPG.

Sebab, mulanya warga mengira ledakan berasal dari tabung gas LPG.

"Untuk sementara kami tidak menemukan tabung LPG di TKP," jelas Kapolsek Sukorejo AKP Benny Hartono, seperti dilansir dari Surya.co.id.

Baca juga: Usai Bunuh Anggota Gym, Personal Trainer Hanya Diam di Lokasi Kejadian sampai Polisi Menangkapnya

 

Ilustrasi jenazahKompas.com Ilustrasi jenazah
Korban terpental jauh

Akibat ledakan itu, dua korban terpental dari lantai dua rumahnya, tempat mereka meracik mercon.

Tubuh Sunardi terpental hingga ditemukan di bawah pohon pisang.

Kondisinya sudah tewas dengan luka bakar di sekujur tubuh.

“Sementara jasad adiknya (Samuri) ditemukan di atap rumah tetangga dalam kondisi hidup. Namun saat dilarikan ke rumah sakit meninggal dunia,” kata Benny.

Polisi kemudian melakukan autopsi jenazah untuk mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya korban.

Baca juga: Beli Laptop dan Jam Tangan Mahal, Mahasiswi Ini Ternyata Kuras ATM Ratusan Juta Milik Ibu Angkat


Potongan tubuh ditemukan di sekitar rumah

Kepolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis mengatakan, setelah kejadian, warga juga melihat adanya potongan tubuh di sekitar lokasi.

"Ada yang ditemukan di belakang rumah ada juga yang ditemukan masyarakat. Jarak ditemukannya dari rumah korban perkiraan sekitar 100 meter," jelas AKBP Mochamad Nur Azis.

Dia mengaku akan berusaha menemukan potongan-potongan tubuh korban.

"Mungkin tidak bisa selengkap sedia kala karena kakinya hancur. Kami juga minta masyarakat sekitar kalau menemukan kita jadikan satu," terang Azis.

Baca juga: Isi BBM Saat Motor Menyala Berujung Ledakan Pom Bensin Mini, Pengendara dan Operator Jadi Korban

 

Ilustrasi ledakan.Shutterstock Ilustrasi ledakan.
Rumah rusak parah

Akibat ledakan, rumah korban mengalami kerusakan parah.

Atap dan tembok lantai dua rumah tersebut juga jebol.

Beberapa tembok pun terlihat retak dan kaca rumah juga pecah.

Kondisi ini membuat polisi harus menunggu hingga keesokan harinya untuk memastikan rumah aman untuk dilakukan olah TKP.

Baca juga: Penyebab KRI Nanggala-402 Tenggelam Bukan karena Ledakan, KSAL: Kalau Ledakan Ambyar Semua

Dipakai untuk balon udara

Polisi menduga mercon itu diracik untuk balon udara.

Sebab polisi menemukan benda-benda yang biasa digunakan untuk pembuatan balon udara, yakni daun kelapa kering dan gulungan plastik yang panjangnya mencapai puluhan meter.

Sementara bahan-bahan untuk mercon ialah bubuk mesiu, selongsong petasan, kayu pencetak selongsong.

“Di tempat kejadian perkara kami menemukan bubuk mesiu, selongsong, plastik, blarak (daun kelapa kering). Diperkirakan akan dipakai untuk balon udara,” ujar Azis.

Baca juga: Pemuda di Magelang Tewas Kena Ledakan Bahan Mercon yang Diraciknya

Ledakan diduga karena pakai mesin

Menurut Azis, ledakan terjadi karena muncul sifat panas saat alat pengaduk bergesekan dengan mesiu.

"Mungkin karena gesekan itu menjadi panas atau timbul percikan api sehingga bisa meledak," terang Azis.

Diduga saat korban mengaduk, kaki korban digunakan untuk mengapit bahan mercon itu, sehingga kaki korban sampai putus.

"Saat diapit itu meledak akibat gesekan mesin dengan tempat mengaduk atau panas yang dihasilkan mesin," lanjutnya.

Menurut warga, Toro, kedua korban memang bisa membuat petasan sendiri.

Namun kali ini, petasan yang dibuat berjumlah besar sehingga kemungkinan harus menggunakan mesin.

"Saking banyaknya, kalau biasanya pakai tangan, ini mengaduknya harus pakai mesin," kata Toro, Rabu (28/4/2021).

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Solo, Muhlis Al Alawi | Editor: Dheri Agriesta, Robertus Belarminus)

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul 8 Fakta Ledakan Mercon Ponorogo, Terungkap Penyebab dan Potongan Tubuh Ditemukan 100 Meter dari TKP

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pimpin Sementara Kabupaten Pemalang, Wabup Tak Tahu Kegiatan Mukti Agung Wibowo Sebelum Ditangkap KPK

Pimpin Sementara Kabupaten Pemalang, Wabup Tak Tahu Kegiatan Mukti Agung Wibowo Sebelum Ditangkap KPK

Regional
Kabar Gembira, Ada Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Kaltim, Begini Skemanya

Kabar Gembira, Ada Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Kaltim, Begini Skemanya

Regional
DPRD Makassar Dukung Wali Kota, Kiranya Presiden dan Menhub Bisa Mendengar

DPRD Makassar Dukung Wali Kota, Kiranya Presiden dan Menhub Bisa Mendengar

Regional
Kronologi Penemuan Mayat yang Jatuh ke Selokan Sriwijaya Semarang

Kronologi Penemuan Mayat yang Jatuh ke Selokan Sriwijaya Semarang

Regional
Paket Narkoba yang Hendak Dikirim ke Lapas Baubau Berhasil Digagalkan

Paket Narkoba yang Hendak Dikirim ke Lapas Baubau Berhasil Digagalkan

Regional
Soal Pelecehan di Magelang, Keluarga Brigadir J: Skenario Ferdy Sambo Lucu, Berbelit-belit

Soal Pelecehan di Magelang, Keluarga Brigadir J: Skenario Ferdy Sambo Lucu, Berbelit-belit

Regional
Sebar Foto Bugil Pacar, Pria di Ende Terancam 6 Tahun Penjara

Sebar Foto Bugil Pacar, Pria di Ende Terancam 6 Tahun Penjara

Regional
Ketika Gibran Murka, Lepas Paksa Masker Paspampres yang Pukul Sopir Truk Saat Minta Maaf

Ketika Gibran Murka, Lepas Paksa Masker Paspampres yang Pukul Sopir Truk Saat Minta Maaf

Regional
Mobil Brio yang Dikemudikan Polisi di Maluku Tengah Tabrak Pohon, Satu Penumpang Tewas

Mobil Brio yang Dikemudikan Polisi di Maluku Tengah Tabrak Pohon, Satu Penumpang Tewas

Regional
695 Hewan Ternak Terjangkit PMK di Sumbawa, 4 Ekor Mati

695 Hewan Ternak Terjangkit PMK di Sumbawa, 4 Ekor Mati

Regional
Temukan 2 Ekor Monyet dalam Kondisi Mengenaskan di Kompleks FPIK Unsoed, Relawan Turun Tangan

Temukan 2 Ekor Monyet dalam Kondisi Mengenaskan di Kompleks FPIK Unsoed, Relawan Turun Tangan

Regional
Diduga Korupsi DAK Rp 1,2 Miliar di 28 SMP, Kepala Dinas Pendidikan Gunung Mas Diamankan

Diduga Korupsi DAK Rp 1,2 Miliar di 28 SMP, Kepala Dinas Pendidikan Gunung Mas Diamankan

Regional
Temuan Minyak Bumi Baru di Perairan Malaka NTT, Dinas ESDM Akan Bersurat ke Pusat

Temuan Minyak Bumi Baru di Perairan Malaka NTT, Dinas ESDM Akan Bersurat ke Pusat

Regional
Cicipi Kuliner Sorgum Kreasi SMK PGRI 2 Kudus, KSP Moeldoko: Rasanya Enak dan Punya Nilai Jual

Cicipi Kuliner Sorgum Kreasi SMK PGRI 2 Kudus, KSP Moeldoko: Rasanya Enak dan Punya Nilai Jual

Regional
Pupuk Subsidi untuk Sawit Dicabut, Pupuk Palsu Mulai Beredar dan Sulit Dideteksi

Pupuk Subsidi untuk Sawit Dicabut, Pupuk Palsu Mulai Beredar dan Sulit Dideteksi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.