Kompas.com - 22/04/2021, 10:31 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan Bali utara pada Rabu (21/4/2021).

Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad menjelaskan, pada pukul 03.46, KRI Nanggala melakukan penyelaman.

Baca juga: Kapal Selam KRI Nanggala-402 Hilang Kontak Saat Komandan Berikan Otoritas Penembakan Torpedo

Kemudian pada pukul 04.00, kapal selam melaksanakan penggenangan peluncur terpedo. Saat itu lah kontak terakhir dengan kapal selam tersebut.

Baca juga: Terdeteksi Pergerakan di Bawah Air, Kapuspen: Tak Cukup Data untuk Identifikasi sebagai Kapal Selam

"Penenggelaman peluncur terpedo nomor 8 yang merupakan komunikasi terakhir dengan KRI Nanggala pada pukul 04.25," kata Riad saat konferensi pers di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: 5 Fakta Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 di Utara Bali, Bawa 53 Orang hingga Ditemukan Tumpahan Minyak


Riad juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada komunikasi dengan KRI Nanggala-402.

Baca juga: India, Singapura, dan Australia Siap Bantu Pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402

KRI RE Martadinata memang melaporkan secara lisan mendeteksi pergerakan di bawah air dengan kecepatan 2,5 knot.

Namun, laporan tersebut belum bisa dijadikan kesimpulan bahwa yang dideteksi adalah kapal selam.

Sebab, kontak tersebut kemudian hilang sehingga tidak cukup data untuk dilakukan identifikasi.

"Tidak cukup data untuk identifikasi kontak dimaksud sebagai kapal selam. Jadi saya tegaskan kembali berbagai berita yang disampaikan sudah ditemukan 21 jam itu sebenarnya belum bisa digunakan sebagai dasar," kata Riad.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah SD di Padang Dicabuli Kakak Sepupunya

Bocah SD di Padang Dicabuli Kakak Sepupunya

Regional
Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Bogowonto

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Bogowonto

Regional
Berlari Keluar Rumah, Remaja di Palangkaraya Minta Tolong karena Ayah Ibunya Dibunuh Orang Tak Dikenal

Berlari Keluar Rumah, Remaja di Palangkaraya Minta Tolong karena Ayah Ibunya Dibunuh Orang Tak Dikenal

Regional
Kecelakaan Truk Vs Sepeda Motor di Wonogiri, 1 Orang Tewas

Kecelakaan Truk Vs Sepeda Motor di Wonogiri, 1 Orang Tewas

Regional
LPAI: Satu Tahun Terakhir Tren Kasus Kekerasan pada Anak di Jateng Naik

LPAI: Satu Tahun Terakhir Tren Kasus Kekerasan pada Anak di Jateng Naik

Regional
Satgas Damai Cartenz Tangkap 2 Anggota KKB dan Ketua KNPB Mimika, Sita 113 Amunisi

Satgas Damai Cartenz Tangkap 2 Anggota KKB dan Ketua KNPB Mimika, Sita 113 Amunisi

Regional
Polisi Periksa Perempuan yang Mengaku Dianiaya Polwan di Pekanbaru

Polisi Periksa Perempuan yang Mengaku Dianiaya Polwan di Pekanbaru

Regional
Tikam Korban dengan Busur Panah, 2 Pelajar di Bima Ditangkap

Tikam Korban dengan Busur Panah, 2 Pelajar di Bima Ditangkap

Regional
Banjir Rendam Jalan Lintas Sumatera di Bengkulu, Sejumlah Mobil Mogok hingga Bikin Macet Panjang

Banjir Rendam Jalan Lintas Sumatera di Bengkulu, Sejumlah Mobil Mogok hingga Bikin Macet Panjang

Regional
BKSDA Baubau Musnahkan Ular Piton Raksasa dan Telurnya yang Ditangkap Warga di Muna Barat

BKSDA Baubau Musnahkan Ular Piton Raksasa dan Telurnya yang Ditangkap Warga di Muna Barat

Regional
Bekas Mobil Pribadi Jokowi Dilelang, Harganya Mulai dari Rp 300 Juta

Bekas Mobil Pribadi Jokowi Dilelang, Harganya Mulai dari Rp 300 Juta

Regional
 Tak Terima Sang Istri Dicabuli Kakeknya hingga Lahirkan Bayi, Suami di Berau Lapor Polisi

Tak Terima Sang Istri Dicabuli Kakeknya hingga Lahirkan Bayi, Suami di Berau Lapor Polisi

Regional
Kronologi dan Motif Pembunuhan Pria di Makam Karawang, Berawal dari Bisnis Minyak hingga Pukul Korban dengan Batu Nisan

Kronologi dan Motif Pembunuhan Pria di Makam Karawang, Berawal dari Bisnis Minyak hingga Pukul Korban dengan Batu Nisan

Regional
Hendak Tikam Polisi, Pencuri Sapi di Sumba Timur Dihadiahi Timah Panas

Hendak Tikam Polisi, Pencuri Sapi di Sumba Timur Dihadiahi Timah Panas

Regional
Terjatuh Saat Memancing, 2 Remaja Tewas Tenggelam di Sungai Khayangan Wonogiri

Terjatuh Saat Memancing, 2 Remaja Tewas Tenggelam di Sungai Khayangan Wonogiri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.